Selamat Datang Di Situs Berita Nasional Alfitrah Indonesia Online
ALFITRAH INDONESIA | Situs Berita Nasional

Meditasi Sufi Muroqobah dan Penyembuhan Spiritual

Sun, Nov 9, 2014

Comments Off

Meditasi Sufi Muroqobah dan Penyembuhan Spiritual

Meditasi Sufi

Sasaran dan maksud Muraqabah/Meditasi/Rabita Sharif adalah untuk memperaragakan kehadiran terus-menerus ke dalam realitas Shaykh. Semakin seseorang memelihara pelatihan ini, semakin terungkapkan manfa’atnya dalam kehidupan sehari-harinya sampai pada titik dia mencapai tataran nihil dalam hadhirat Shaykh.

Orang harus tahu betul bahwa Shaykh adalah jembatan antara (dunia) ilusi dan benar (nyata = realitas) dan dia berada di dunia ini hanya untuk tujuan itulah. Jadi Shaykh adalah seutas tali (tambang) khas yang diulurkan kepada siapapun yang mencari kebebasan (dari ilusi), karena hanya dia yang dapat memberikan layanan sebagai penghubung (link) antara seseorang yang masih terikat kepada dunia ini dan Hadhirat Ilahi. Agar menjadi nihil dihadapan dan keberadaan Shaykh adalah menjadi nihil dalam kenyataan, dalam Hadhirat Ilahi, karena memang sesungguhnya disitulah dia berada.

Langkah – 1

Bayangkan dirimu berada di hadapan Shaykh. Sampaikam salammu. Tutup matamu. Pandanglah melalui Mata Jantung. Jangan mencari wujud muka, hanya Auranya saja, ruhaniah.

Sebagai awal murid dapat memulai praktek Muraqabah ini untuk jangka waktu pendek dari 5 sampai 15 menit, dan secara bertahap menjalaninya menuju jangka waktu yang lebih panjang, bahkan merentang sampai berjam-jam sekali sessi. Yang terpenting adalah bahwa seseorang mempertahankan sebuah praktik yang ta’at azas (consistent) untuk mendapatkan manfa’at praktid.

Adalah berlipat kali lebih baik dan bijaksana untuk bertahap pada sessi yang pendek secara harian daripada disiplin dan praktek yang acak. Sebuah upaya kecil yang dilakukan secara ta’at azas akan menghasilkan kemajuan luar biasa dalam waktu (keseluruhan) yang singkat.

Mengulang wudhu dan shalat 2 raka’.
3x Shahada [ Kalimatu shahada (3 kali): Ashhadu an la ilaha illa-lah, wa ashhadu anna Muhammadan rasulu-lah],100-200x Istighfar [Astaghfirul lahal `Atheem wa atubu ilayh ], 3x Surah Ikhlas,Fatiha
Minimum 200x mencari dukungan dan kehadiran Mawlana Shaykh (Q): “Madad ya Sayyidi, Madadul-Haq” mengulang Dhikr.

Langkah – 2

Mata tertutup; mohon izin untuk menyambung cahaya (nur) beliau kepada jantungmu dan cahaya (nur) mu kepada jantung beliau. Bayangkan sebuah kontak dua arah dan kemudian, baca awrad di atas.

Ketika seseorang duduk bermeditasi dan menutup matanya, orang itu mem-focuskan pikirannya pada satu titik tunggal. Dalam hal ini titik itu biasanya adalah konsep dari mentor spiritualnya, yaitu : dia mem-fokuskan seluruh kemampuan kesaksiannya memikirkan dengan konsentrasi penuh tentang guru spiritual nya, agar supaya mendapatkan gambaran (image) mentor nya pada layar mental, selama dia masih berada dalam status meditasi itu.

Sifat (properties), karakteristik dan potensi yang terkait dengan sebuah gambaran (image) juga dipindahkan pada layar pikiran ketika gambaran (image) itu terbentuk pada layar mental dan pikiran menerimanya sesuai dengan itu.

Sebagai contoh, seseorang sedang memperhatikan api. Ketika gambaran (image) api itu dipindahlan kepada layar pikiran, suhu dan panas api itu terekam oleh pikiran. Seseorang yang hadir dalam sebuah taman menikmati kesegaran dan kesejukan pepohonan dan tanaman dalam taman itu untuk menciptakan gambaran itu semua pada layar pikirannya. Begitu juga ketika gambaran mentor spiritual dipindahkan pada layar pikiran, Ilmu yang Dihadirkan (the Presented Knowledge) yang beroperasi dalam diri guru spiritual, juga ikut dipindahkan dengan gambaran itu dan pikiran murid secara bertahap menyerap (assimilates) hal yang sama.

Langkah 3

Duduk bersimpuh, yang rapi, tetap bersimpuh, mata tertutup, tangan di tempat, mulut tertutup, lidah ditekuk ke atas, napas terkendali, kuping mendengar Quran, Salawat atau suara sendu. Ruang gelap.

Meditasi, memikirkan tentang mentor spiritual, sebuah upaya untuk mem-fokuskan dengan konsentrasi pikiran kita kepada seseorang, sehingga image nya dapat dipantulkan secara berulang pada layar pikiran kita, (maka) kita terbebaskan dari keterbatasan indera. Makin sering sebutir pikiran di tayangkan pada layar mental, makin jelas pula formasi (pembentukan) sebuah pola dalam pikiran itu.

Dan pola pikiran demikian ini, dalam istilah spiritualitas, disebut ‘pendekatan pikiran’.
Ketika kita membayangkan mentor spiritual atau ‘Shaykh’, sebagai sebuah hal dari hukum eternal, ilmu Elohistic Attributes yang beroperasi dalam Shaykh dipantulkan pada pikiran kita dengan ulangan yang berkali-kali menghasilkan pencerahan pikiran dari murid dengan cahaya nur yang berfungsi dalam diri Shaykh dan dilimpahkan kepadanya.

Pencerahan jantung murid berusaha mencapai tataran atau tahap Shaykhnya. Dalam Sufism, keadaan ini disebut ‘Kedekatan’ (nisbat). Cara terbaik dan telah teruji untuk menikmati kedekatan, menurut spiritualitas, adalah hasrat kerinduan dari cinta.
Pikiran Shaykh terus menerus mengirimkan (transfer) kepada murid spiritualnya sesuai dengan kobaran cinta dan rindu akan Shaykh, yang mengalir di dalam diri murid dan ada datang satu saat ketika cahaya nur beroperasi dalam diri Shaikh yang sesungguhnya adalah pantulan Tampilan Indah Ilahi yang dipindah kan kepada murid spiritual itu.

Hal ini memungkinkan murid spiritual untuk membiasakan diri dengan Cahaya Gemilang dan Tampilan Indah. Keadaan ini, dalam istilah sufism, disebut ‘ Menyatu dengan Shaykh’ (Fana fi Shaikh). Cahaya Shaikh dan Tampilan Indah gemilang yang beroperasi dalam diri Shaykh bukanlah ciri pribadi Shaykh. Sebagaimana halnya murid spiritual, yang dengan perhatian dan konsentrasi penuh dedikasi, menyerap (assimilasi) ilmu dan ciri khas Shaykhnya, maka Shaykh juga menyerap ilmu dan busana (ciri = attributes) Nabi (s.a.w.) dengan perhatian dan konsentrasi penuh dedikasi pikiran.

Langkah – 3a

Posisi duduk : Posisi Teratai (yoga Lotus) adalah oke, Wudu Ritual Wudhu adalah kunci sukses. Kapal Nabi Nuh a.s. melawan banjir kebodohan (cuek). Kebersihan adalah dekat dengan iman (ilahiah). Ingat bahwa bukanlah saya yang menghitung bahwa saya adalah bukan apa-apa, saya dan aku harus melebur kedaalm dia. Shaykh ku, Rasul ku , menggiring kepada Rabb ku.

Dhikr dengan penolakan (laa ilaha) dan pembenaran (illa Allah), dalam tradisi Shaykh Naqshbandi, mensyratkan bahwa murid (sang pejalan) menutup matanya, menutup mulutnya, menekan giginya, melekat kan lidahnya ke langit-langit mulutnya, dan menahan (mengatur) napasnya. Dia harus membaca dhikr itu melalui jantungnya, dengan penolakan dan pembenaran, memulainya dengan kata LAA (“Tidak”).

Dia mengangkat “Tidak” ini dari titik (dua jari) di bawah pusar kepada otaknya. Ketika mencapai otaknya kata “Tidak” mengeluarkan kata ILAHA (“sesembahan”), bergerak dari otaknya ke bahu Kanan, dan kemudian ke bahu Kiri di mana dia menabrak jantungnya dengan ILALLAH (“kecuali Allah”). Ketika kata itu mengenai jantungnya energi dan panasnya menjalar/ memancar ke sekujur tubuhnya. Sang pejalan yang telah menyangkal semua yang berada di dunia ini dengan kata-kata LAA ILAHA, membenarkan dengan kata-kata ILLALLAH bahwa semua yang ada telah dilenyapkan di Hadhirat Ilahi.

Langkah – 3b

Posisi Mulut dan Lidah
Menutup matanya, Menutup mulutnya, Menekan giginya,
Melekatkan lidahnya pada langit-langit mulutnya, dan menahan napas. { dari saat-ke-saat untuk memperlambat napas dan getaran jantungnya.}

Tangan membawa rahasia yang dahsyat, mereka itu seperti parabola satelit (antene) mu, pastikan bahwa mereka itu bersih dan berada dalam posisi yang semestinya. Jadi ketika kamu memulai dengan tangnmu itu, menggosok-gosoknya, ketika mencucinya dan menggosok gosoknya untuk mengaktifkan mereka, itu adalah tanda dari (angka) 1 dan (angka) 0, dan kamu sedang mengaktifkan proses kode yang diberikan Allah melalui tangan itu. Kamu mengaktifkan mereka.

Mereka memiliki titik sembilan peluru (bullet?) yang terdiri dari keseluruhan sistem, seluruh tubuh. Ketika engkau menggosok jari-jari itu, engkau sesungguhnya mengaktifkan 99 asma-ul’husna Allah.

b)Dengan mengaktifkan mereka engkau mengaktifkan 9
titik dalam tubuhmyu.
c)Dan ketika mengaktifkan mereka, itu adalah seperti menghidupkan penerima (pada rqadio/tv), energi mengalir masuk, itu mulai berfungsi untuk dapat menerima, memecahnya dalam bentuk kode digital yang dipancarkan keluar seperti gambar atau suara sebagaimana kita kenal di zaman ini (radio dan tv).

d)Demikian juga halnya dengan tangan yang saling mengelilingi, itulah mengapa ketika kita menggosok-gosokkan dan membuka mereka, mereka mulai bertindak seperti lingkaran satu terhadap lainnya, menampung apapun energi yang datang, dan mereka ini mengkelola nya . Lihatlah pada bagian Rahasia Tangan ( See Section on Secrets of Hand)

Langkah 4

Posisi Tangan :
Jempol dan telunjuk memperagakan posisi “Allah Hu” untuk kuasa/kekuatan terbesar. Tangan diberi kode dengan kode angka, tangan kanan “18”, tangan kiri “81” masing-masing dijumlahkan keduanya menjadi 9 dan dua 9 menjadi 99 . Tangan diberi karakter dengan asma-ul’husna Allah. Dan nama ke 99 dari Rasul adalah Mustafa.(lebih banyak lagi di depan)…..

Bernapas dengan Sadar (“Hosh dar dam”)

Hosh artinya “pikiran.” Dar artinya “dalam.” Dam artinya “Napas.” Itu artinya, menurut Mawlana Abdul Khaliq al-Ghujdawani (q), bahwa ” Missi paling penting bagi pejalan dalam thariqat ini adalah menjaga napasnya, dan dia yang tidak dapat menjaga napasnya, akan dikatakan tentang orang itu, ‘dia telah tersesat/kehilangan dirinya.'”

Shah Naqshband (q) berkata, “Thareqat ini dibangun di atas (dengan pondasi) napas. Jadi adalah sebuah keharusan untuk semua orang menjaga napasnya dikala menghisap dan membuang napas, dan selanjutnya untuk menjaga napasnya dalam jangka waktu antara menghisap dan membuang napasnya.”

“Dhikr mengalir dalam tubuh setiap makhluq hidup oleh keharusan (kebutuhan) napas mereka – bahkan tanpa kehendak – sebagai sebuah tanda/peragaan ketaatan, yang adalah bagian dari penciptaan mereka. Melalui napas mereka, bunyi huruf “Ha” dari Nama Ilahiah Allah dibuat dengan setiap membuang dan menghisap napas dan itu adalah sebuah tanda dari Jati Diri (Dzat) Gaib yang berfungsi untuk menekan kan Kekhasan Allahu Shamad.

Maka adalah penting untuk hadir dengan napas seperti itu, agar supaya menyadari (merasakan) Jati Diri (Dzat) Maha Pencipta.” Nama ‘Allah’ yang meliputi sembilan puluh sembilan asma-ul’husna terdiri atas empat huruf, Alif, Lam, Lam dan Hah yang sama –dengan suara napas – (ALLAH). Masyarakat Sufism mengatakan bahwa Dzat Allah SWT yang paling gaib mutlak dinyatakan oleh huruf terakhir itu yang dibunyikan dengan vokal Alif, “Ha.” Ini mewakili Gaib Absolut Dzat Nya Allah SWT .

Memelihara napasmu dari kelalaian akan membawa mu kepada Hadhirat sempurna, dan Hadhirat sempurna akan membawamu kepada Penampakan (Visi) sempurna , dan Penampakan sempurna akan membawamu kepada Hadhirat (Manifestasi) asma-ul’husna Allah yang sempurna. Allah membimbingmu kepada Hadhirat asma-ul’husna Nya, karena dikatakan bahwa, ” Asma Allah adalah sebanyak napas makhluq.”

Hendaknya diketahui oleh semua orang bahwa melindungi napas terhadap kelalaian sungguh sukar bagi para pejalan. Maka mereka harus menjaga nya dengan memohon ampunan (istighfar) karena memohon ampunan akan membersihkannya dan mensucikannya dan mempersiapkan sang pejalan untuk (menjumpai) Hadhirat Benar (Haqqu) Allah dimana-mana.

Langkah 5

Bernapas, Menghirup melalui hidung – Dhikr = “Hu Allah”, bayangkan cahaya putih memasuki tubuh melalui perut. Menghembus – melalui hidung – Dhikr= “Hu”, bayangkan hitamnya carbon monoxide adalah semua perbuatan dosamu dikuras / didorong keluar dari dirimu.

“pejalan bijak harus menjaga na pasnya dari kelalaian, seiring de- ngan masuk dan keluar nya napas, dengan demikian menjaga jantung nya selalu dalam Hadhirat Ilahi; ; dan dia harus menghidupkan napasnya dengan ibadah dan pengabdian dan mempersembahkankan pengabdiannya itu kepada Rabb nya dengan segenap hidupnya, karena setiap napas yang dihisap dan dihembuskan dengan Hadhirat adalah hidup dan tersambung dengan Hadhirat Ilahi. Setiap napas yang dihisap dan dihembuskan dengan kelalaian (cuek) adalah mati, terputus dari Hadhirat Ilahi.”

Untuk mendaki gunung,sang pejalan harus melintasi dari dunia Bawah menuju Hadhirat Ilahi. Dia harus melintasi dari dunia ego keberadaan sensual (sensasi) menuju kesadaran jiwa terhadap Al Haqqu..
Untuk membuat kemajuan dalam perjalanan ini, sang pejalan harus membawa ke dalam jantungnya gambaran Shaykh nya(tasawwur), karena itu adalah cara paling kuat untuk melepaskan diri dari cengkeraman sensual (sensasi) nya. Shaykh menjadi, dalam jantungnya, cermin dari Dzat Absolute.

Jika dia berhasil, kondisi penisbian diri (ghayba) atau “absensi” dari dunia sensasi, muncul dalam dirinya. Sampai kepada tahap bahwa keadaan ini menguat dalam dirinya, (dan) keterikatannya kepada dunia sensasi melemah dan menghilang, dan fajar dari Level Hilang Mutlak Tidak Merasa Selain Allah mulai menyinari dirinya.

Derajat tertinggi maqam ini disebut fana’. Demikian lah Shah Naqshband (q) berkata :”Jalan terpendek kepada sasaran kita, yaitu Allah SWT mengangkat tabir dari Dzat Wajah Nya Yang Ahad yang berada dalam semua makhluq ciptaan Nya. Dia melakukan itu dengan (melalui) maqam ghayba dan fana’, sampai Dzat Agung (Majestic Essence) menyelimutinya dan menghilangkan (melenyapkan) kesadarannya akan segala sesuatu selain Dia. Inilah akhir perjalanan untuk mencari Allah dan awal dari perjalanan lainnya.”
“Pada akhir Perjalanan Pencarian dan Level Ketertarikan datanglah Level Perendahan Diri dan Penihilan.

Sasaran ini adalah untuk segenap ummat manusia sebagaimana disebut Allah dalam al Qur’an: ‘Aku tidak menciptakan Jinn dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada Ku.’ Beribadah disini berarti Ilmu Sempurna (Macrifat).”

Langkah 6

Memakai (membawa) busana Shaykh :
3 tahap perjuangan yang berkesinambungan Memelihara Cinta Nya {Muhabat}, Memelihara Kehadiran Nya {Hudur}, Melaksanakan Kehendak Nya atas diri kita
{Annihilasi atau Fana}.

Kita memiliki cinta kepada Nya, jadi kini pakailah (kenakanlah) Cahaya Nya dan selanjutnya bayangkan segala sesuatunya dari titik (sudut) ini, dengan busana yang kita kenakan itu. Ini adalah penopang hidup (life support) kita. Kamu tidak boleh makan, minum, shalat, dhikr atau melakukan apapun tanpa membayangkan Bayangan Shaykhs pada kita. Cinta ini akan menyatu dengan Hadhirat Ilahi, dan ini akan membuka pintu Penihilan ke dalam Nya.

Semakin seseorang menjaga ingatan untuk mengenakan busana dengan dia (Shaykh) semakin meningkatlah proses Penihilan itu berlangsung. Kemudian penuntun (guide) itu akan meninggalkan (menihil diri) diri mu di hadirat Rasul Allah Sayedena Muhammad saw. Dimana sekali lagi kamu akan menjaga cinta (kepada) Rasul {Muhabat}, menjaga Hadirat nya { Hudur}. Laksanakan kehendaknya atas diri kita {Penihilan atau Fana}. Fana fi Ma Shaykh , RasulAllah, Allah.

Penihilan Fana

Dalam keadaan spirit murid menyatu dengan spirit Shaykhnya kemampuan Shaykh akan diaktifkan dalam diri muridnya, karena itu Shaikh menikmati kedekatan Nabi (s.a.w.). Dalam situasi ini, dalam istilah sufism, disebut ‘Penyatuan dengan Rasul’ (Fana fir Rasul). Ini adalah pernyataan Nabi (s.a.w.), “Saya seorang manusia seperti kamu, namun saya menerima ilham (revelation)’.

Jika pernyataan ini dicermati, didapatlah bahwa kemuliaan (exaltation) Nabi terakhir ini adalah bahwa dia menerima Ilham (Revelations) dari Allah, SWT, yang mencerminkan Ilm-e-ladduni; ilmu yang diilhamkan langsung oleh Allah, Pandangan Cantik (Beatific Visions) Allah dan Cahaya Gemilang kepada Jantung Nabi saw. Dalam keadaan ‘Penyatuan dengan Nabi s.a.w.’ seorang murid karena emosinya, kerinduannya dan cintanya secara sedikit demi sedikit, langkah demi langkah, berassimilasi dan mengenali ilmu Nabi Suci s.a.w.

Kemudian datanglah saat paling berharga (yang ditunggu-tunggu) ketika ilmu dan pelajaran dipindah kan (transferred) dari Nabi Suci s.a.w kepadanya sesuai dengan kapasitas nya. Murid itu menyerap karakter Nabi Suci s.a.w. sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya dan karena kedekatannya dengan Nabi Suci s.a.w. dan dukungannya dia dapat mencapai keadaan ketika dia mengenali Rabbil ‘Alamin, ketika Dia menguraikan dalam al Qur’an, ‘Ya, sesungguhnya Engkau adalah Rabbi!. Kedekatan ini, dalam sufism, disebut Penyatuan dengan Allah’ (Fana fi-lah) atau singkatnya wahdat.

Setelah itu, jika seseorang dikaruniai dengan kemampuan, dia akan membuat explorasi di daerah yang tentangnya cerita (narrasi) tidak lagi memiliki kata-kata untuk menjelaskan nya , karena kepekaan dan kehalusan (situasi) nya.

Langkah 7

Menjadi sesuatu yang tidak ada, kendaraan sebening kristal untuk siapapun yang ingin mengisi keberadaan mu dari Allah Malikul Mulk. Dalam keadaan ‘Penyatuan dengan Nabi Suci’ seorang murid karena emosinya, kerinduannya dan cintanya secara bertahap, langkah demi langkah, berassimilasi dan mengnali ilmu dari Nabi Suci saw

Membangun Energi Mu & Mencoba Mempertahankan Nya
Part 1 Core Meditation Muraqabah/ Sufi Meditation Series Building Energy

Shaykh al-Kamel – Petunjuk Lengkap
Contoh Kesempurnaan Lengkap

Pandanglah Dia untuk melihat contoh mu “Apabila Allah ingin memperagakan Diri Nya, Dia memandang pada ciptaan Nya. Perhatian pertama Nya kepada manusia karena mereka menyerupai Nya. Mereka yang paling menyerupai Nya diantara manusia itu, adalah para wali; maka Nabi s.a.w. berkata tentangnya: Mereka mengingatkan kamu akan Ilahi.’

“Kami juga menyayangkan kamu karena manusia tidak mau membuka diri mereka untuk menarik kekuatan malaikati yang dengannya mereka mencapai tahap ilmu surgawi yang adalah warisan mereka. Itulah yang membuat Kami muncul dalam bentuk kamu manusia dalam berbagai bentuk dan derajat cahaya, dalam tempat berbeda dan kepada masa yang berbeda dari kehidupan manusia, untuk mengingatkan kamu bahwa kamu telah dimuliakan dengan sebuah kekuatan malaikati dan sebuah kemiripan Ilahiah.

Pertahankan kemiripan itu ! Gunakan kekuatan malaikati itu ! Itu akan mengangkat kamu kepada tingkat gemerlap yang tanpanya Allah bersabda: Sesungguhnya, mereka yang untuknya Allah tidak menganugerahkan cahaya, mereka tidak akan mewarisi cahaya!’ (24:40) dan Dia bersabda : ‘Cahaya bertumpuk cahaya! (24:35) menyatakan bahwa cahaya dari visi jantung harus dihubungkan kepada cahaya dari kekuatan malaikati, untuk memastikan keberhasilan dan petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Cahaya itu kemudian akan nampak meliputi segenap alam manusiawi seperti sebuah matahari menyingsing dan sebuah rembulan yang menyingsing meliputi segenap ciptaan, tanpa terbenam. Cahaya dari kekuatan ini, pada saat itu, akan membuat setiap diri seperti sebuah rembulan, yaitu, sebuah raga surgawi yang akan memantulkan cahaya asli bagi seluruh ciptaan. Dengan cahaya itu, dunia ini akan dilindungi, cinta akan alam akan menguasai bumi, dan setiap orang akan hidup dalam damai dan cinta, berenang dalam samudera kecantikan dan keselarasan malaikati.”

MAHKOTA CIPTAAN ADALAH KEPALA SUCI

Sang Pencari hendaknya menjaga karunia dari Ilahi ini. 2-Telinga untuk Mendengar dengannya, 2-Mata untuk Melihat dengannya, 2-Lubang hidung untuk Bernapas dengannya, 1-Mulut/Lidah untuk Berkata / Merasa dengannya.

Ini adalah 7-pintu yang diberkati pada ciptaan Manusia. Banyak bacaan (ayat) adalah dalam angka 7 untuk alasan ini. 5-Indera Pendengaran, Penglihatan, Peraba, Penciuman, Perasa Jika dijaga Titik Ini adalah pintu bagi semua energi ruhaniah kamu.
Jika terluka ini akan menjadi sumber semua kesengsaraan.

Penampakan adalah Buruk untuk Memperlihatkan Jauhnya Kerusakan yang menimpa Ciptaan Mulia ini.

Titik Energi pada Mahkota

Mata adalah jendela kepada Jiwa, Hidung adalah Napas Rahmat, Telinga adalah Pintu kepada Jiwa , Mulut adalah Lidah Kebenaran.

Mahkota dari Kepala.
Diambil dari ajaran Shaykh Hisham Al-Kabbani-

Ubun-ubun lunak ketika baru dilahirkan, ini adalah sumber pancaran agung dari Cahaya dan Energi dari Ilahi . Menjaga keselamatan Titik ini untuk melindunginya terhadap energi Negative yang mencoba untuk merebut energi (Ilahiah) itu dari mu.

Perlindungan Untuk Titik ini
• Wudhu dan penutup Kepala atau peci.
• Juga sewaktu tidur usahakanlah untuk tidur menggunakan sebuah penutup kepala.
• Rambut panjang mengambil energi ruhaniah lelaki .
• Untuk perempuan rambut panjang meningkatkan energi ruhaniah nya.

Al Quran Ketinggian 7:179. Banyak Jinn dan manusia dibuat untuk Neraka : Mereka memiliki jantung yang dengannya mereka tidak mengerti, mata yang dengannya mereka tidak melihat, dan telinga yang dengannya mereka tidak mendengar. Mereka seperti binatang ternak,- tidak bahkan mereka lebih sesat : karena mereka tidak peka (terhadap peringatan).

Telinga, Pintu kepada Jiwa
1-Telinga: Pintu kepada Jiwa
Effek yang Membahayakan
• Dekatilah Rabb mu dari Pintu ini.
• Pendengaran adalah peringkat Pertama.
• Kami mendengar Risalah itu dan kami patuh.
• Ini adalah Pintu Masuk Ilahiah kepada Jiwa. – Kejahatan mengetahui hal ini, jadi inilah kini pengaruh yang paling kuat.
• Suara buruk yang dipompakan kedalam telinga dan menghalangi Pintu kepada Jiwa. Setiap orang memiliki sebuah walkman seperti menuangkan adukan semen menutupi pintu.
• Mencoba Menggelapkan dan Membahayakan hakekat itu.

2-Telinga : Pintu kepada Jiwa

Perlindungan untuk Telinga
•Dekatilah Ilahi melalui Pintu bukan melalui Jendela.
•Perlindungan untuk Pintu ini adalah agar Mendengar kepada suara di dalam atau kata hati adalah langkah pertama yang sangat penting menuju kepada hakekat dalam adalah untuk mendengar makhlu malaikati-mu menolong kamu.
•Dengarkan hanya al Quran atau Salawat. Membaca Kitab Suci atau Pepujian bagi Nabi s.a.w.. Nada yang mengingatkan kamu tentang Cinta dan Kesahduan.
•Cinbta & Bacaan Kitab Suci adalah (bagai) bahan bakar roket bagi jiwa.

Mata, Jendela kepada Jiwa

3-Mata: Jendela kepada Jiwa Effek Membahayakan
•Mata adalah Keinginan untuk Dunia atau Materi.
•Pernahkah mendengar ungkapan bahwa matamu “Lapar”.
•Ilahi memperlihatkan kepada kita melalui teknologi kami.
•Jika kamu membiarkan computer mu untuk menangkap tanpa henti penampakan/gambaran khususnya yang negative. Hard Drive mu akan “berantakan/crash.”
•Jantung mu telah menjadi berantakan dengan gambar negative, horror, kekerasan, pornographic atau kasar tanpa henti.
•Semua gambar disimpan dan sukar untuk dimusnahkan. Melupakan gambaran adalah sangat sukar ”

4-Mata: Jendela kepada Jiwa

Perlindungan untuk
•Untuk “mengambil Dunya” atau Materialism seseorang harus “Sering Menutup Matanya” dan Meditasi.
•Perlindungan Bukaan Ini adalah untuk Mengurangi pengambilan gambar yang membahayakan.
•Pandanglah hanya yang Baik, baca kitab suci itu adalah gambar/citra yang perlu diingat.
•Tutuplah Matamu terhadap Dunia Materi dan Mintalah kepada Ilahi untuk Membuka Mata Jantung/Hati.

Lubang Hidung: Napas Ilahiah

Nafas Rahma
5-6- Lubang hidung : Karunia Ilahiah dari Hidup dalam Napas

”Misi paling penting bagi seorang pencari dari Thariqat ini adalah untuk menjaga keselamatan napasnya, dan dia yang tidak dapat menjaga keselamatan napas, akan dikatakan tentangnya, ‘dia telah menyesatkan dirinya sendiri.'”

Shah Naqshband (q) berkata, “Thariqat ini dilandasi atas napas. Jadi adalah wajib bagi semua orang untuk menjaga keselamatan napasnya dalam waktu menghirup nya dan melepaskan dan lebih jauh, mejaga keselamatan napasnya dalam jangka waktu antara menghirup dan melepaskan.”

Janganlah tidak peduli tentang Karunia Hidup yang adalah “24ooo napas dalam tiap harinya “.
Hidup kita di dunia adalah Satu napas lagi.
Semua rencana di dunia tidak akan berubah jika itu adalah napas kita terakhir. Pujilah Hidup Ilahiah yang (berada) dalam Setiap Napas. Menghirup Hu Allah dan menghembus Hu.

Sang Jahat menginginkan untuk memenuhi saluran ini dengan rokok atau narkoba untuk menentang Karunia Ilahiah Napas.

Mulut & Lidah Kebenaran

7-Mulut/Lidah: Mawlana Bistami : dia berkata, “Untuk tiga puluh tahun, ketika saya ingin mengingat Allah dan melakukan dhikr saya biasa merncuci lidahku dan mulutku untuk mengagungkan Nya.”

Lidah Kebenaran, Saluran Suci bagi Makanan dan Tenaga bagi Umat Manusia.

Itulah sebabnya Ilaha mewajibkan “Puasa “,
•Itu adalah tindakan/amal Tertinggi yang dapat dilakukan seseorang dengan ganjaran tertinggi dari Ilaha.
•Ketika kamu memutuskan untuk benar-benar berpuasa :
•Sucikan semua Pendengaran, Penglihatan, Napas, Rabaan, Semua “5” Indera Mu Ditundukkan kepada Rabb mu, maka “5” Levels Uantungmu juga akan tunduk kepada Rabb. Dia akan membuka bagimu dari “Lidah Kebenaran “.

Al Quran Maryam 19:50. Dan Kami menganugerahkan Rahmat Ku kepada mereka, dan Kami mengabulkan bagi mereka kemuliaan yang tinggi pada lidah kebenaran.

Hadiah Allah Tertinggi adalah Karunia Kebijaksanaan. Seseorang yang memiliki kekuatan untuk menghidupkan yang mati. Jiwa yang Mati, yang membutuhkan Haqiqat Surgawi.

Al Quran 2:269. Dia mengkaruniakan kebijaksanaan kepada siapapun yang Dia kehendaki; dan dia yang kepadanya kebijaksanaan dikaruniakan sungguh telah menerima keuntungan yang berlimpah; namun tidak seorangpun akan memahami Risalah itu kecuali mereka yang mengerti.

Perlindungan bagi Mulut & Lidah
Menjaga keselamatan Mulut :
•Ini adalah sebuah Bukaan Suci, ini adalah dimana lidah bersaksi kepada Allah Ahad.
•Lidah Kebenaran dan tenaga percakapan.
•Makan hanya Makanan yang Ditetapkan secara Ilahiah
•Menghindar dari Makanan dan Minuman yang terlarang.
•Berbicara kalimat yang baik -Kebenaran
•Mengurangi Kemarahan
•Tetap menjaga Lidah terbasahi dengan Dhikrullah atau ingatan yang esensi.

•Rahasia SIWAK (tusuk gigi) adalah kayu pentanahan untuk membuang energi negatif dari mulut.
•Karena dia mengatakan : Wa in min shayyin illa yusabhih bihamidiwa laakin laa tafqahoona tasbihahum Itu artinya Segala sesuatu hadir dalam Pepujian kepada Nya – bahkan sebuah batu karang juga memuji Nya – dia memiliki Energi Atom.

Dampak Berbahaya

Mulut adalah Saluran untuk Energi dan Makanan untuk pemeliharaan keberadaanmu, begitu kamu makan, 32 gigi mengunyah makanan yang penuh dengan energi.
•Kemudian energi itu dibagi di antara 16 gigi mengambil energi baik.
•16 gigi mengambil energi jahat.
•Energi itu kemudian disebarkan ke seluruh tubuh, khususnya dikirim ke jantung. dan lambung.
•Makanan Sampah (minuman haram), dan kata-kata buruk, sumpah serapah, bentakan, teriakan kemarahan adalah Racun di dalam mulut dan kemudian dikirimkan ke seluruh tubuh.
•Menuju/menyebabkan Penyakit Jantung dan semua penyakit pencernakan.
•Doa Nabi s.a.w.untuk Siwak di dalam Mulut ” Ya Allah lindungilah jantungku dari sifat buruk, kemarahan dan mempersekutukan apapun dengan Engkau.” Ini adalah doa yang dia panjatkan ketika dia menggunakan Siwak. Menunjukkan bahwa terlalu banyak keburukan yang masuk melewati mulut.

Proses Berserah Diri akan mengembalikan manusia kepada Citra Ilahi. Ini adalah citra Kemuliaan, Cinta, Kehormatan dan Adab (yang Baik). Bahwa Energi dialirkan kepada mahkota di kepala, Itu dijaga keselamatannya dengan sebuah “Penutup” .

Penutup kepala Shaykhs menekankan pentingnya menutupi Ubun-Ubun dan Taj atau Topi Segitiga di bawah Kain Turban menuding kepada Langit (Surga) memperlihatkan bahwa Islam-Iman-menggiring kepada Ihsan . Agama plus Iman = Akhlaq Mulia. Kamu dapat membayangkan sebuah hubungan energi ke dalam jantung ruhaniah dari alam semesta dari Lataif/ Chakra mahkota kamu, sambil berniat bahwa kamu berjajar/ber-resonansi dengan maksud ruh tertinggi, sementara masih terhubung dengan baik kepada dataran fisik.
Bayangkan energi dari atas , semua terfokus kepada satu titik, pada puncak Turban dan seperti sebuah cahaya laser yang mencair memasuki Lataif/Chakra Mahkota.

Kamu terbungkus di dalam diri sendiri dan tersambung dengan Bumi dan (alam) fisik dan kepada sumber ruhaniah pada waktu bersamaan dalam sebuah keseimbangan harmoni dengan alam semesta. Energi yang terfokus dari Surgawi kepada Mahkota Kepala. Kain Turban adalah cabikan kuburan dari pencari untuk mengingatkan dia bahwa hidup ini hanyalah sementara dan bahwa akhirat adalah tempat tinggal yang abadi (Eternal).

Rambut di Kepala : Untuk lelaki Rambut di kepala mengecilkan kekuatan spiritual dan memperbesar kekosongan dan kebanggan seperti halnya di hutan di mana binatang jantan menghiasi dirinya untuk menarik betina. Kemanusiaan tidaklah seperti binatang, peranan ilahiah bagi Manusia adalah mengabdi Kerajaan Ilahi .

Keanggunan seorang manusia terletak pada Mahkota di Kepalanya.

Jenggot : Ini adalah Kekuatan Spiritual Manusia Surgawi. Malaikat akan mengerumuni Jenggot dan mengulasi rambut itu dengan kekuatasn malaikati.

Rahasia Mulut.
Dijaga keselamatannya dengan SIWAK {tusuk gigi }
Mulut adalah seperti sebuah Bukaan Suci untuk Makanan, Napas, Perkataan. Ajaran Para Nabi bahwa mengendalikan lubang/bukaan mulut adalah menjadi perhatian tertinggi dan dapat medatangkan hadiah luar biasa atau hukuman abadi.

Makanan yang kita santap penuh dengan energi, gelombang radio dan radiasi electromagnetik apapun ada di atmosphere dan memancarkan (energi) dari ciptaan yang diserap ke dalam makanan yang kita santap, udara yang kita hirup. Energi ini berkumpul di dalam mulut dan akan dicoba diserap olhe gigii dan kemudian dikirimkan ke dalam tubuh, dimana itu akan dibawa ke jantung dan ke dalam darah dan kemudian ke daerah lambung. Jika energi ini Buruk atau dikuasai energi negative, maka Penyaklit Fisik dan Spiritual terjadi.

Kebencian menghancurkan gigi, energi Buruk menggelapkan dan melemahkan jantung dan meracuni tubuh. SIWAK adalah tongkat pentanahan yang akan menarik keluar energi negative dari mulut.
Jika energi negative ada dalam mulut, perkataan seseorang adalah seperti api, apabila energi positive ada dalam mulut itu seperti pemanis yang orang dapat menyadap manfa’at darinya.

Doa Nabi s.a.w. adalah ” Ya Rabbi sucikanlah jantungku dari pikiran dan tindakan buruk dan kemarahan ” apabila kita menggunakan Siwak yang dibuat dari akar pohon tertentu. Di bagian belakang kita akan mendapati bahwa hadiah tertinggi dari Allah adalah “Puasa”. Allah memperlihatkan kepada kita bahwa Mulut ini adalah pernyataan/peragaan Ahad Nya dan Lidah yang menyanyikan Pepujian bagi Nya adalah bukaan luar biasa yang menjaga keselamatannya bagi Bukaan Tertinggi dari Jantung bersendi kepada kelestariannya.

Kekuatan Cincin dan Penjaga Keselamatannya.

Cincin yang barakah dipakai di tangan Kanan, pada jari manis. Maksud dari cincin adalah perlindungan terhadap kebencian, yang adalah sebuah kekuatan negative yang sangat kuat. Sayangnya makhluq manusia tidak mengerti hadiah energi atau yang kita sebut hidup yang dikaruniakan kepada kita. Atomic energi ini selalu mengalir ketika kita merasa baik, pihak lain yang berada dalam samudera energi kita juga akan merasa baik.

Bersama para Shalihin lah karena mereka adalah sahabat yang paling baik karena mereka akan mencerahkan kamu. Namun bila seseorang adalah negative mereka akan memancarkan negativitas kepada orang. Yang mengakibatkan banyak penyakit.

Nabi Muhammad {s.a.w.} mengajarkan bahwa penggunaan cincin pada Tangan Kanan {Karena Tangan Kanan adalah Ashab al Yamin orang di Kanan mendapat Barakah, membuang Kebencian. Cincin yang dianjurkan adalah Amber atau Turquoise. Untuk lelaki perak atau besi tanpa emas. {Tangan Kiri digunakan untuk

Membersihkan dan untuk kamar kecil dan kotor.}
•AMBER- sebuah batu mulia electromagnetic. Itu membuka Lataif/Chakra solar plexus dan dapat membantu dalam memperkuat dan menyeimbangkan perasaan, mendapatkan kejernihan mental, dan keyakinan. Itu juga dapat digunakan untuk mensucikan atau membuang racun.}

•TURQUOISE – penyembuh umum, multi-guna, meringankan banyak emosi negative, meningkatkan sambungan psychic, meramalkan, komunikasi, kreativitas, menyejukkan, memberi inspirasi, membuat damai dan tenang. }

Tongkat dan memelihara keselamatan Energi-mu. Itu adalah Mekanisme Pentanahan kamu.
Mengambil dari Langit (surga) dan mengirim Negative kepada Bumi. Dua kaki dan Sebuah tongkat seperti colokan listrik modern. Inbi adalahcara semua Utusan Ilahi. “Pentanahan”. Kini kita melihat bahwa Hadirat Ilahi mengirim utusan untuk mengajarkan kitab, hukum, morals namun lebih dari itu semua bagaimana mencapai kesempurnaan untuk kembali kepada Keadaan Malaikati di mana mereka diciptakan.

Kamu tentunya terbiasa dengan energy pentanahan listrik dan sifat-sifatnya, melalui pengalamanmu dengan sinar matahari. Itu adalah jenis energi yang menghangatkan, memencar, yang dapat membuat kamu merasa terbuka, puas, dan terselimuti atau tertawan.
Di sisi lain, terlalu banyak energi listrik yang masuk dapat membuat kamu melayang-layang, hilang orientasi, terbakar hangus (“tergoreng”), atau was-was dan mudah tersinggung. Terlalu banyak (atau terlalu sedikit) energi surgawi dapat membuat kamu haus akan gula.

Terlalu banyak (atau terlalu sedikit) energy bumi dapat terlihat dengan sendirinya melalui haus garam.

Pertempuran Abadi Antara Energy Surgawi & Energy Bumi. Bagaimana untuk Menyeimbangkan dan Menjaga Keselamatan diri.

Symbol ini mengungkapkan sebuah aliran berkesinambungan dari “Qudra” atau Kekuatan dalam sebuah arah melingkar ketika itu menciptakan dua kekuatan yang berlawanan dari positive dan negative, kegelapan dan cahaya, surgawi dan bumi, lelaki dan perempuan. { Binary Active 1, Passive 0}

Kedua Kekuatan ini saling inter aksi untuk menyeimbangkan masing-masing kelebihannya dan untuk membawa kepada keberadaan realitas/domain fisika dan meta-fisika. Yin dan yang mewakili semua prinsip yang bertentangan yang ditemukan di alam semesta.

•Di bawah yang { Active atau 1} adalah prinsip tentang kelakian, matahari, penciptaan, panas, cahaya, Surga/Langit, dominasi, dan sebagainya, dan
•Di bawah yin { Passive atau 0} adalah prinsip tentang keperempuanan, rembulan, selesai/akhir, dingin, gelap, bentuk materi, kepasrahan, dan sebagainya.
•Masing-masing lawan ini menciptakan lainnya:
Pentanahan di dalam diri elemen
Tubuhmu adalah sebuah perubah (transformer) energi.
Kamu menyerap energi electrik dari alam semesta
Kamu menyerap energi magnetik dari bumi, dan tubuhmu mencampurkan dan menggunakan dua energi ini, umumnya dalam daerah sekitar Puser dan Jantung.
Bagian bawah tubuh adalah pintu masuk untuk sejumlah banyak energi magnetik. Itu adalah sesuatu yang dapat kamu sebut sebagai energi “pentanahan ke bumi “. Dan bagian atas kepala dan bagian belakang leher kamu adalah yang biasanya menjadi pintu masuk untuk energi electrik atau “pentanahan ke langit “.
Dalam dirimulah Bumi dan Langit bertemu dan bercampur. Itu adalah sifat alamiah kamu untuk menyatukan dua “bahan bakar” ini untuk hidupmu di planet ini.
Itulah sebabnya kamu memiliki sebuah Fisik yang Memerlukan Energi Bumi. Kamu juga memiliki sebuah Ruh yang Memerlukan Energi Langit.
Energy Bumi adalah juga sesuatu yang kami yakin kamu mengetahuinya dengan baik. Itu berat dan padat. Itu lamban, megah dan meyakinkan. Jika kamu tiduran di bumi sesaat, sambil merasakan kepadatan bumi ini, dukungan dari tanah di bawah kamu, beratnya menjadi makhluq fisik, itu adalah energi magnetik.
Terlalu banyak dari energi ini dapat membuat kamu merasa bingung, malas, terhambat, atau mengantuk.
Pancaran Surgawi Menghujani kamu
Energi Bumi datang melalui kontak dengan bumi. Kekuatan ini berbenturan dengan Abdomen (daerah lambung). Nabi s.a.w. mengingatkan kita bahwa semua penyakit berawal dari perut. {Lelaki&Perempuan }
Diatas kita mengupas Perlindungan untuk Kepala, Mulut, Tangan, dan aspek pentanahan dari Tongkat dalam Penyembuhan Sufi. Kesemuanya ini kini menunjukkan bagaimana untuk menarik energi ke dalam tubuh kamu, bagaimana untuk menyimpan energi itu dan bagaimana melepaskan energi negative yang tidak kita kehendaki.
Rahasia besar berada dalam Peranakan seprang perempuan yang disebut “Rahm” – “RaHaMeem” rahmat dan rahasia ciptaan adalah karunia Allah. Tanpanya kita tidak akan terlahir dan daur kehidupan tidak akan berlangsung terus. Melindungi titik itu, Meditasi pada titik itu dan menutupinya dengan pakaian adalah sangat penting sebagai menjaga keselamatannya.
Syaithan ingin membuat terbuka titik itu dan menarik rahasia kehidupan dari perempuan. Mereka menyantap/menyedot energi itu yang tidak mereka miliki.

Selalu terhubunglah dengan mereka yang lebih shalih dari diri kita. Ini adalah pondasi thariqat kita Lakukanlah Meditasi Inti Step 1.

Rahasia Wudu dan Kekuatan di Tangan
Langkah Pertama: mengerti wudu dan pentingnya tangan

Oleh Shaykh Hisham al-Kabbani

Allah (swt) menunjukkan kepada kita apa yang benar apa yang salah. Dan apa yang benar telah dijelaskan dengan sangat baik oleh Nabi (s.a.w.), dan apa yang salah telah dijelaskan dengan baik sekali oleh Nabi (s.a.w.). Dan apa yang menguntungkan kita, Nabi s.a.w. adalah yang pertama kali menjelaskannya. Wa ma arsalnaaka illa rahmatan lil `alameen. Apapun yang menguntungkan kita, dia bertanggung jawab untuk menyampaikannya, atau dia akan ditanya mengapa dia menyembunyikannya.
Allah (swt) mempercayakan kepada Nabi dengan apapun yang Dia ciptakan, dan apapun yang Dia ciptakan dilepaskan (dikeluarkan) melalui risalah Nabi. Jadi melalui risalah (pesan) Allah, Nabi s.a.w. mampu untuk mencapai setiap orang, baik selama waktu (hidup) nya maupun setelah waktu (hidup) nya. Dia adalah yang pertama kali mengajarkan kepada para Sahaba (r.a.) penggunaan energy dan apa yang tersedia dari berbagai kekuatan berbeda di sekitar kita di dunia ini.
Terdapat banyak cara yang ditunjukkan Nabi s.a.w. kepada kita dalam uapaya penyembuhan, salah satunya adalah yang diuraikan dalam Hadith orang buta yang meminta Nabi s.a.w. untuk memulihkan pandangan matanya.
Nabi mengajarkan kepadanya doa untuk dibaca, tetapi dia tidak mengatakan kepadanya, “Pergilah dan baca doa ini.”
Dia s.a.w. berkata kepada orang buta itu, “Langkah pertama adalah pergilah ke tempat mengambil wudhu dan ambila wudhu.” Itu artinya wudhu adalah awal (pembukaan) dari penyembuhan untuk setiap penyakit. Jika kamu tidak memiliki wudhu, upayamu untuk menyembuhkan penyakit itu akan minimal.
Kemanapun kamu mencapai, tingkat tinggi dalam perjuangan melawan ego dan mencegah keinginan ego, gunakanlah kekuatan (wudhu) itu bila kamu menentang ego itu, bangunlah kekuatan itu lebih besar dan lebih besar lagi, ketika energy negative meninggalkan kamu, energy positive (akan) bertambah.
Tetapi dengan (cara) wudhu yang ruibuan kali lebih kuat dari pada apa yang biasanya. Jadi Nabi (s.a.w.) berkata, “Pergilah ambil wudhu.”

Level pertama wudhu
Ketika kamu mengambil wudu, selain membaca niyyat apa yang pertama kali dikerjakan ? Itu adalah membasuh tangan sampai pergelangan, dan di antara jari-jemari. Ketika kamu membasuh kedua tangan, itu artinya gerak pertama yang kamu lakukan adalah menggunakan kedua tangan itu, jadi energy level pertama berada di kedua tangan.
Itulah mengapa kamu melihat orang yang berusaha belajar dan mengutip cara-cara Islam, khususnya orang India dan China yang meyakini Bhuddism, pertama kali mereka gunakan kedua tangan mereka sebagai sebuah methoda untuk melepaskan energy dari tubuh mereka, karena mereka mengumpulkan energy melalui tubuh mereka seperti seperti sebuah piringan, atau sebuah parabola.
Mereka mengumpulkan energi ini dan melepaskannya melalui kedua tangan mereka. Tubuh bertindak sebagai sebuah penampung energy. Melalui olah gerak mereka yang beragam dari latihan berat kepada keseluruhan tubuh, mereka mulai mendapatkan energy jenis itu dan meng-konsentrasikannya dan melepasnya melalui kedua tangan mereka. Untuk menyembuhkan orang sakit. Tiap segala sesuatu yang mereka gunakan dalam penyembuhan memiliki efek penggunaan energy.
Contoh terbaik dari hal ini adalah pembedahan laser, yang melalui technology modern, menggunakan cahaya laser untuk menyembuhkan penyakit mata dan bahkan kebutaan. Mereka tidak lagi menggunakan peralatan (tangan), hanya laser.
Jadi orang buta tadi, ketika dia bertanya kepada Nabi s.a.w., Nabi memberinya sebuah petunjuk kunci bahwa melalui pelepasan energy, kebutaan itu akan pergi. Empat belas abad yang lalu Nabi s.a.w. menyembuhkan kebutaan melalui energy. Jadi apa yang kita pelajari dari peristiwa ini ? Ambil wudhu, dan sucikan dirimu.
Itulah dia s.a.w. berkata, “Senjata yang melindungi kamu dari musuh adalah adalah wudhu.”
Wudhu dapat melepaskan energy dan membakar (penyakit) nya dengan melepaskannya melalui kedua tangan. Orang buta itu belajar dari situ dan memanfa’atkannya, yang akan kita bicarakan kemudian.

Gerak wudhu
Orang (buta) tadi mengalami berbagai gerak yang berbeda-beda dan disembuhkan serta merta dari kebutaannya. Maka, ketika kamu mengambil wudhu :
Basuhlah kedua tanganmu dan kemudian saling gosokkanlah keduanya; putarlah tangan kanan pada tangan kiri dan tangan kiri pada tangan kanan. Kamu tidak boleh memulai dari tangan kiri memutari tangan kanan; kamu harus memulai dengan tangan kanan memutari tangan kiri; kemudian,
Bersihkan di antara jari-jemari dan jalin (silangkan)lah jari tangan satunya dengan jari tangan lainnya, berbentuk seperti ini, dengan jempol kanan berada di sebelah kiri dan jempol kiri berada di sebelah kanan.
Mereka menggunakan ini dalam methoda penyembuhan Buddhist tanpa mengetahui rahasia Islam. Mereka melepaskan energy ini ke daerah tubuh yang terkena penyakit. Pertama kali, kamu menggunakan sepuluh jari. Sepuluh (10) adalah kekuatan energy computer, satu dan nol. Energy itu yang Allah ajarkan kepada para programmer computer disalurkan kepada computers melalui tangan, dan kamu melihat semua keajaiban kekuatan computers.
Jadi jika computer itu memiliki kekuatan besar, energy itu dapat juga disalurkan untuk penyembuhan. Merka menggunakan itu tanpa mengetahui sebab-musababnya; mereka tidak tahu aspek Islam nya, yang adalah satu dan nol. Itulah sebabnya jika kamu membuka tanganmu dan menarik sebuah garis yang menghubungkan ujung-ujung jari kamu akan melihat bahwa kamu membentuk sebuah lingkaran. Itu berdiameter 20 cm.
Jadi tangan mewakili tubuh, dan ketika kamu membuka tubuh untuk membentuk sebuah lingkaran, seluruh tubuh berada di dalam tangan, sebagaimana itu diajarkan dalam reflexology. Melalui berbagai titik yang berbeda pada tubuh, kamu dapat disembuhkan. Level lebih tinggi dalam reflexology adalah tidak menyentuh; dalam hal demikian, kedua tangan bertindak sebagai semacam penerima energy positive, dan ketika kedua tangan direntangkan seperti sebuah piringan satellite (sebagaimana diajarkan dalam penyembuhan Islamic), tanpa berpikir atau berkhayal, namun menempatkan tubuhmu sebagai sebuah lingkaran sempurna, energy yang dipancarkan dari cosmos disalurkan kepadamu dan tubuhmu menerimanya, menyerapnya masuk kedalam tubuhmu dan meng-konsentrasikannya melalui jantung. Ini adalah sebuah teknik meditasi 15-menit yang akan kita bicarakan nanti.
Secara symbolis, inilah bagaimana seluruh tubuh adalah sebuah lingkaran dan tangan adalah sebuah lingkaran. Tubuh itu mendapatkan energy itu, menerimanya dari tangan kiri dan tangan kanan, dan menyalurkannya kedalam tubuh.
Jadi ketika kamu mulai membasuh kedua tangan dan menggosokkannya untuk meng-aktivkan mereka, itu adalah isyarat tentang satu dan nol, dan kamu sesungguhnya meng-aktivkan kode yang Allah telah berikan kepada kita melalui kedua tangan itu. Itulah sebabnya kita mulai menggosok kanan mengelilingi kiri dan kiri mengelilingi kanan. Jika kamu berdiri di hadapan sebuah cermin, kamu melihat pada refleksi (bayangan) mu bahwa kiri adalah kanan dan kanan adalah kiri. Jika kamu berdiri dengan lengan direntangkan ke samping, kamu melihat lawannya. Jika kamu melihat dari sisi lainnya itu, kiri menjadi kanan dan kanan menjadi kiri. Itu karena kita adalah sebuah bayangan dari kenyataan (hakikat).
Di Langit (Surga) kiri adalah kanan dan kanan adalah kiri. Ini artinya kanan harus tunduk kepada kiri, karena dalam `alam al-arwaah, kanan adalah kiri dan kiri adalah kanan. Disini di dunya adalah lawannya : kanan adalah kiri, sedangkan di akhira kiri adalah kanan! Disini di dunya, ketika kita membuat thawaaf keliling Ka’aba Shareef kita bergerak berlawanan arah jarum jam, bukan searah jarum jam, yang adalah bayangan cermin dari arah jarum jam di akhira, dimana kita bergerak kiri ke kanan : searah jarum jam.
Untuk meng-aktivkan kekuatan itu, Allah memberi tahu kita, “Aku meng-aktivkan kekuatanmu dari 99 asma’ul-husna yang Aku stempelkan pada kedua tanganmu.”
Menggosok memnimbulkan api dari dua batang kayu. Menggosok menimbulkan energy. Dengan menggosok kedua tangan selama wudu, air mencegah energy dari merembes keluar; itu membekukannya. Itulah sebabnya Silah al-mumin al-wudu (senjata kaum beriman adalah wudhu.) Segera setelah kamu menggosok, itu menimbulkan energy dan dengan menggosok di bawah pancuran air itu akan menahan energy di dalam tubuh untuk dilepaskan kemudian. Ketika kita menggosok kedua tangan kita mempersiapkan energy untuk disimpan dan ditabung untuk digunakan melawan musuh (kemudian).
Ketika kita mau menyembuhkan kita tidak menggunakan air
Menggunakan air sewaktu wudu, kita mengumpulkan dan menyimpan energy. Dalam penyembuhan, kita menggosok tanpa air dan membuka tangan untuk melepaskan energy itu. Bagaimana kode itu di-aktivkan ? Jika kamu melihat pada tangan kanan mu padanya terdapat angka Arabic 18 dan pada tangan kiri terdapat angka Arabic 81. 18 plus 81 menjadi 99 asma ‘ul-husna Allah, setiap angka teridiri dari satu (1) dan delapan (8). Satu plus delapan (18), dan delapan plus satu (81) bersama menjadi 99. Tambahkan komponen 99 kesemuanya (18 = 1+8 and 8+1 = 81) dan kamu mendapatkan 9 lagi.
Ini menjelaskan arti dari titik sembilan dari diri, yang mewakili sembilan awliya yang bertangtgung jawab terhadap diri. Titik sembilan ini digunakan di dalam Enneagram; sebuah ajaran dari Asia Tengah, dari orang Naqshbandi, yang pernah saya terangkan. Mereka menggunakan ini dalam sebuah cara (interpretasi) linear, padahal dalam kenyataannya itu adalah sebuah lingkarang (ingat pada pengertian thawaf – penterjemah). Jika kamu membahas ini dengan (—-), aku mengajarinya bagaimana menggunakan hal itu. Mereka memiliki sembilan titik peluru (?) yang terdiri (membentuk ? – penteterjemah) dari keseluruhan system, keseluruhan tubuh.
Ketika kamu menggosok-gosokkan jari tangan kamu meng-aktivkan 99 asma ‘ul-husna Allah, yang pada gilirannya meng-aktivkan titik sembilan itu yang berada di dalam tubuhmu. Dengan contoh kita dapat mengatakan apabila titik sembilan di-aktivkan, penerima itu kini dalam posisi “menyala”, energy masuk ke dalam (tubuh), itu mulai menerima, dan itu dibuat digital dan dilepaskan sebagai sebuah gambar dan sebuah suara, sangat mirip dengan yang kita lihat dalam masa kini dengan technology digital.
Demikian juga, tangan itu adalah lingkaran, dan ketika kita menggosok-kan mereka dan membuka mereka (kedua tangan kita itu), mereka mulai bertindak sebagai lingkaran satu terhadap lainnya, mengambil energy apapun yang mereka terima dan mengelolanya. Itulah sebabnya dalam ilmu bela diri mereka menggunakan kedua tangan, namun mereka tidak mengerti mengapa itu (kedua tangan) merupakan energy; mereka tidak mengerti tentang 99 asma ‘ul-husna dan bagaimana mereka dilindungi melalui (oleh ? – penterjemah) Asma itu. Mereka tidak tahu, meskipun demikian, Allah memberikan kepada siapapun yang Dia suka. Dia membiarkan mereka itu menggunakan kekuatan itu; mereka tahu terdapat kekuatan disitu, tetapi tidak tahu mengapa. Mereka membuat gerakan cepat dan menggunakan itu untuk membela diri mereka dan melindungi orang lain dan untuk mengalahkan musuh.
Ketika Nabi (s.a.w.) menyembuhkan mata Sayyidina `Ali, dia membuka baginya Ilmu Haqiqat itu. Itulah sebabnya melalui energy itu yang dimilikinya dalam kedua tangannya, dia dapat membawa (menyangga ? – penterjemah) dunia ke pada lututnya, karena energy itulah yang membawa dunia ke pada lututnya.
Jadi ketika kamu meng-aktivkan angka 8 dan angka 1 dan angka 1 dan angka 8 (yang adalah 99 Asma), dalam numerology sembilan sama dengan nol dan kamu tidak menambah apapun dengan kedua (nol dan sembilan) angka itu, karena itu tidak lagi ada (exist). Itu berarti penyerahan diri, penyerahan diri secara sempurna, ketika kamu meng-aktivkan energy itu kamu dibawah penyerahan diri energy, berserah diri kepada energy Langit yang mendatangi.
Menjadi sebuah pipa penyalur bagi energi cosmic penyembuh milik Allah
Kamu tidak lagi melihat dirimu yang beraksi, namun energy itulah yang beraksi, kamu menjadi nol. Seperti memasuki sebuah pesawat terbang atau kereta api atau mobil; mereka masing-masing berserah diri kepada orang yang mengemudikan mereka. Kamu berserah diri kepada energy yang mendatangi dan kamu melepasnya ke luar. Tubuh mu menjadi seperti sebuah penerima dan sebuah pemantul. Penerima TV hanya bertindak sebagai penerima yang memantulkan citra (image) itu. Bukanlah mereka yang melakukan pekerjaan itu; itu adalah energy Langit yang melakukan pekerjaan itu.
Itu menunjukkan kepada kita seberapa jauh kita dapat menggunakan dengan angka-angka ini ketika kita meng-akltivkan mereka serentak – angka 18 dan angka 81 dan pentingnya angka 18 dan angka 81. Kita akan tinggalkan hal itu sampai sessi berikutnya.
Mengapa angka 18 dan mengapa angaka 81? Ini adalah penting, dan bahkan saya tidak tahu apa yang akan datang. Itu adalah sebuah perkenalan kepada techniques berbeda-beda yang mereka mencoba untuk mengutipnya tanpa mengerti latar belakangnya, dan bagaimana mereka dapat memberikan pengaruh lebih banyak melalui penyembuhan mereka.
Jadi setelah menggosokkan kedua tangan dan menyelenggarakan penyaluran energy, kamu masih berakhir pada angka 19. (Disini (kanan) adalah angka 18 dan disini (kiri) angka 81. Gabungkan mereka dan kamu mendapatkan angka 99. Tambahkan angka 9 dan angka 9 ini, kamu mendapat angka 18. Tambahkan angka 1 dan angka 8, kamu mendapatkan angka 9. Jadi kamu meng-aktivkan angka 9.)
Ketika kamu menggosok dan meng-aktivkan angka sembilan itu, kini kamu melewatkan (mengucurkan) air itu (jika kamu memperhatikan, mereka yang tahu bagaimana mengambil wudhu, tidak semua orang tahu untuk saling menyilangkan jari), maka kamu meng-aktivkan angka 10. Angka 10 dan angka sembilan, menjadi angka 19. Dan akhir-akhir ini mereka mendapatkan bahwa setiap ayat dalam al Qur’an adalah pada sistem 19. Dan angka 19 ini, wa yahmilu arsh arrahmani yawmadhin thamaaniyya. “…dan delapan akan, Hari itu, menyangga Singgasana dari Rabb-mu di atas mereka. (69:17) Dan mereka yang memegangi Neraka adalah 19.
Neraka adalah energy, jadi itu adalah kekuatan energy. Kamu meng- aktivkan energy negative untuk menyembuhkan energy negative. Kamu memerlukan racun untuk menyembuhkan racun – itulah sebabnya mereka memberikan kamu antibiotics (jika kamu keracunan oleh ulah virus – penterjemah). Angka 19 itu adalah jumlah malaikat yang bertanggung jawab terhadap Neraka. Jadi kamu menggunakan energy negative itu yang datang dari mereka ini. Jika kamu mengalikan (negative – penterjemah) dengan negative kamu mendapatkan positive. Kamu menyembuhkan penyakit dengan api yang datang dari Neraka.
Ketika energy itu dilepaskan, itu sama sekali mengkancurkan racun di dalam system itu. Begitulah caranya kamu meng-aktivkan 19 serentak. Angka 8, yang terkait dengan angka 8 disini, angka 1 dan angka 8 dan angka 8 dan angka 1.
Ketika Singgasana Allah datang pada Hari Pengadilan, delapan malaikat memikulnya. Itu artinya mereka memikul angka 1 itu; angka 8 memikul angka 1. Allah mengungkapkan hal ini di dalam kedua tangan kita. Kamu juga meng-aktivkan energy baik ketika kamu melepaskannya. Setelah kamu menghancurkan energi negative dengan energy negative, kamu mau mendandani (memberi busana) mereka dengan angka 8 dan angka 1 (energy baik dari Langit). Itulah sebabnya orang yang sakit merasa kuat dan bahwa mereka disembuhkan.
Ketika kamu meng-aktivkan energy Langit dengan menggosok-gosokkan kedua tangan, kamu meng-aktivkan angka sembilan; itu adalah penyerahan diri yang sempurna. Kini kamu membiarkan tubuhmu untuk berserah diri kepada energy cosmic yang kamu terima, yang adalah energyy yang membakar.
Ketika kamu meng-aktivkan angka 10 kamu meng-aktivkan energy itu. Energy negative ini tidaklah buruk karena itu adalah kekuatan dari satu yang negative, dan kamu mengalahkan musuh dengan menggunakan alat yang dipakai musuh. Sebagai contoh hal ini adalah energy dari matahari yang adalah satu energy api, tetapi pada saat yang bersamaan itu menyembuhkan dan berguna. Kamu menggunakan negative untuk menyembuhkan negative untuk menghancurkanya sama sekali. Dengan cara ini, kamu tidak menyisakan apa-apa dengan mereka (membersihkannya), dan kemudian ativkan angka 8 dan angka 1.
Insha`Allah kita akan teruskan dengan lebih banyak lagi mengenai penyembuhan ini segera.
Bi hurmat al-habib bi hurmat al-Fatiha.

Kekuatan Tangan dengan ilustrasi
Oleh : Shaykh Hisham Al-Kabbani
Illustrasi oleh SALIM

Langkah Pertama Untuk Membasuh [niyyat]

Al Quran 67:1
{Asma Allah ke-67 adalah Ahad, nama ke-1 (pertama) Rasul adalah Muhammad s.a.w.}
Maha barakah Dia yang di tangan Nya adalah Kekuasaan (Kerajaan); dan Dia atas segala sesuatu memiliki Kekuatan;-
Rahasia Ahad
Mengambil Wudhu
Itu artinya wudhu adalah pembukaan untuk penyembuhan segala macam penyakit. Jika engkau tidak punya wudhu, efek penyembuhan penyakit itu akan minimal.
Membasuh tangan … sampai pergelangan
Al Quran Hadid: 57:12.
Satu hari kamu akan melihat kaum beriman, laki-laki dan perempuan – bagaimana Cahaya mereka bergerak maju mendahului mereka dan dengan tangan kanan mereka : (sambutan bagi mereka akan berupa): “Kabar baik bagimu Hari ini ! Taman yang di bawahnya mengalir sungai untuk kamu diami untuk selamanya !! Ini sesungguhnya adalah sukses (pencapaian) tertinggi !”
Putarlah tangan kanan itu diatas tangan kiri dan tangan kiri di atas tangan kanan, kamu tidak dapat memulai dengan tangan kiri di atas tangan kanan.
Jadi ketika kamu membasuh tanganmu, itu artinya gerakan pertama yang kamu perbuat adalah menggunakan tangan.

Kamu membasuh tangan dan di antara jari-jemari
Al Quran: 48:10 .

Tangan Allah di atas tangan mereka : maka siapapun yang melanggar janjinya, itu dilakukan tiada lain hanya melukai ruh diri mereka sendiri, dan siapapun yang memenuhi apa yang diperjanjikan dengan Allah,- Allah akan segera menghadiahkan kepadanya sebuah Hadiah yang besar.

Kemudian kamu membersihkan antara jari jemari dan menjalin jari dengan jari, sehingga bertaut seperti dalam ilustrasi, jempol kanan di sebelah kiri dan jempol kiri di sebelah kanan.
a) Pertama kamu menggunakan 10 jari.
b) 10 adalah (simbol) kekuatan atau energy computer, nihil dan satu.
c) Jadilah 10, satu dan nihil.

Energy itu yang diajarkan Allah kepada para programmers, sesungguhnya datang dari tangan. Jadi mereka menyalurkan itu ke dalam computers sekarang ini, dan kamu menyaksikan semua kekuatan ajaib yang dapat dilakukan computer.

d) Jadi kalau computer dapat melakukan itu, itu mewakili 1 dan 0, lalu memiliki kekuatan besar itu, mereka menyalurkannya ke dalam computer untuk melakukan karya gemilang.
e) (Pihak lain) Mereka menyalurkan energy itu untuk menyembuhkan. Mereka melakukan itu tanpa tahu apa sebabnya. Mereka tidak tahu aspek Islaminya. Aspek Islaminya adalah bahwa 1 dan nol, dan itulah sebabnya kamu melihat jika kamu membuka tanganmu dan menarik sebuah garis [yang menghubungkan ujung-ujung jari] kamu membentuk sebuah lingkaran.
f) Jadi apabila kamu memulai dengan kedua tangan, saling menggosokkan, apabila membasuh mereka dan saling menggosokkan untuk meng-aktivkan mereka, itu adalah sebuah tanda.isyarat dari 1 dan 0, dan kamu sedang meng-aktivkan proses dari apa kode Allah yang dikaruniakan kepada kita melalui tangan. Kamu sedang meng-aktivkan mereka.

Untuk meng-aktivkan Kekuatan itu
Allah sedang memberi tahu kita bahwa kita sedang meng-aktivkan kekuatan kita dari 99 asma’ul-husna, yang distempelkan ke tangan kita.
Dengan menggosokkan itu kamu menggunakan proses seperti untuk membuat api dengan menggosokkan dua batang kayu. Menggosokkan (batang kayu) mem-produksi energy. Jadi menggosokkan tangan mem-produksi energy.

Air mencegah energy itu dari merembes keluar, itu membekukannya
Al Qur’an 80:15.
Mengapa Silah al-mumin al-wudu. [senjata kaum mukminin adalah wudhu]
Segera setelah kamu menggosokkan, itu menimbulkan energy dan dengan menggosoknya di bawah (pancuran) air, itu akan mempertahankan energy itu di dalam tubuh untuk digunakan kemudian.
Ketika kita menggosok kedua tangan kita, kita mempersiapkan energy untuk menyimpannya dan untuk menabung untuk digunakan terhadap musuh.

Untuk penyembuhan kita tidak menggunakan air
a) Kita menggosok tanpa air, kita mau melepaskannya keluar.
g) Ketika kita menggunakan air kita sedang mengumpulkan dan menabungnya, mengumpulkan dan menabung. Ketika kita mau melepaskannya kita membuka tangan itu dan melepaskannya keluar.

Jadi bagaimana untuk meng-aktivkan kode itu

Al Qur’an 19:94.
Dia memperhitungkan mereka (semua), dan telah memberi mereka (semua) nomor dengan tepat.
Al Qur’an 10:5.
.. supaya kamu dapat mengetahui nomor (hitungan) tahun dan perhitungan (waktu). Tidaklah Allah menciptakan ini kecuali dalam kebenaran (haqq). (Begitulah) Dia menjelaskan tanda-tanda Nya secara rinci, bagi mereka yang mengerti.
Al Qur’an 66:8.
….Cahaya mereka lari ke depan mendahului mereka dan dengan tangan mereka, sementara mereka mengatakan, “Ya Allah! Sempurnakanlah Cahaya kami untuk kami, dan karuniakanlah kami Ampunan:karena Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”
Rahasia 8 adalah Pendukung dari Satu dari situ 8 & 1
Jika kamu melihat Kode tangan kananmu
1. 5 Jari : 4 kaliphah + 1 Rasul, 4 Ahl Bayt + 1 Rasul, bila Mencintai Rasul lebih dari dirimu Tangan Nya berada di atas tanganmu. Kemudian Tangan Allah di atas tangan mereka {QS 48:10 , lihat halaman 2}
2. 3 garis dalam setiap jari x 5=15, ke-15 adalah Bulan Purnama atau Bulan dalam Kesempurnaannya, menggambarkan Haqiqat Muhammad.
3. Lihatlah angka 1 dan delapan 8. : Ini adalah numerology yang lebih canggih. Set terbesar dari angka adalah antara 1,2,3,4,5,6,7,8-9 tidak terdapat angka satu digit yang lebih besar dari angka-angka ini.

Contohnya 12 adalah hanya menggunakan 1 & 2 dan itu diambil dari salah satu angka 9 digit itu untuk membuat sebuah angka. Jadi angka terbesar adalah 9.
Semua ciptaan berada dalam sebuah kode nomor. Ciptaan adalah dalam Lingkaran yang digambarkan sebagai: Huwa Awwal 1, Huwa Akhira, 9.
Semua ciptaan adalah di atara 1-9. Jadi, 1 sampai dengan 8 adalah pendukung (penggembira) Kerajaan itu dan 9 adalah Sang Raja. Itulah sebabnya Pangkat 9 adalah sangat penting.
Itu menjelaskan arti dari titik sembilan

Sebagai contoh, ambillah angka 21, tukarkan digitnya dan kamu mendapatkan 12; kurangkanlah 12 dari 21 dan sisanya adalah 9.
Ambillah 63, tukarkan digitnya, dan kurangkanlah 36 dari 63; kamu mendapatkan 27, sebuah perkalian dari 9, dan 2 + 7 = 9.
Sekali lagi, angka 13 adalah kebalikan dari 31; selisih dua angka itu adalah 18, atau dua kali 9.
Terdapat tepat 9 planet dalam tata surya kita. Planet kita adalah nomer 3 dari matahari, yang kalau dipangkat-duakan menjadi 9.
Durasi rata-rata kehamilan manusia 9 bulan atau 36 minggu { 36 adalah nomor Surat Ya-Sin}
2 dikalikan 9 sama dengan 18, yang apabila dijumlahkan menjadi sama dengan 9. 3 kali 9 adalah 27 yang kalau dijumlah adalah 9. 4 kali 9 adalah 36 yang (kamu tebak saja) dijumlahkan menjadi 9. Terus saja lakukan ini. Kamu akan selalu mendapatkan hasil yang sama. Jumlah dari perkalian itu akan selalu sama dengan 9. “Oleh Allah kami dimiliki, dan kepada Nya kami kembali “:-

Dalam dunia mathematika, angka 9 adalah Tak Dapat Dilenyapkan (INVINCIBLE) tidak peduli berapa banyak kali kamu mengkalikannya atau ditambahkan itu kepada perkaliannya (tetap saja hasilnya adalah 9). Ini tidak berlaku untuk angka Lainnya. 360 derajat sebuah lingkaran dijumlah menjadi 9 juga.
4. Pada tangan itu terdapat angka 18 Arab {|^} Untuk meng-aktivkan Dhikr lihatlah pada Ism of Allah ke-18: 18 = Al- Fattah Sang Pembuka kemudian kepada nama ke 18 Rasul s.a.w.: 18 = nama Rasul adalah Rasul Rahmah = Utusan Rahmah. Jadi untuk membuka Rahmah kita harus tahu nama-nama ini yang menjadi busana Tangan Kanan.
5. Satu dan delapan bersama = 9, asma Allah ke 9 = Al- Jabbar, Maha Pemaksa; Nama ke-9 Rasul = Aqib, Nabi Terakhir Sempurna diantara Semua Ciptaan , ahli naraka akan memanggilnya dengan nama ini untuk mendapatkan Shafa’a. Surah ke-9 adalah Tauba – Ampunan

Al Qur’an 57:29

…. Kebaikan (fadhilah) (Nya) berada (seluruhnya) dalam Tangan Nya, untuk diberikan kepada siapaun yang dikehendaki Nya. Karena Allah adalah Pemilik Kebaikan yang tiada batasnya{waAllahu dzu l-fadli al- Azhiimi}
Kode Tangan Kiri

1. Kode jari sama (dengan tangan kanan)
2. Kode garis sama
3. Pangkat 9 sama
4. Lihat 8 & 1 pada tangan kiri = adalah 81.{^|} Ism Allah ke-81 = Al- Muntaqim Sang Pembalas ; Nama ke-81 Rasul = Dhul Fadl = Sumber Kebaikan

Mereka gunakan titik 9 ini di dalam Enneagram.
Al Qur’an Tauba 9:14
{ 9 Power 14=1+4=5}
. … Allah akan menghukum mereke melalui tangan mu, menyelimuti mereka dalam malu, menolong kamu (untuk menang) mengungguli mereka, menyembuhkan dada orang beriman,

Al Qur’an Ya-Sin:
36:83.{ 36=9. 8+3=11} Maha Sucikanlah Dia yang di-tangan Nya kekuasaan terhadap segala sesuatu: dan kepada Nya kamu semua akan dikembalikan.
Ini adalah pelajaran yang mereka bawa dari Asia Tengah, dari pengikut Naqshbandi, yang telah saya terangkan pada waktu lalu. Mereka gunakan linear (garis enneagram) ini , tetapi sesungguhnya itu adalah sebuah lingkaran. Mereka memiliki sembilan titik peluru yang membentuk seluruh system, keseluruhan tubuh. Ketika kamu menggosokkan jari-jemari, kamu meng-aktivkan 99 asma’ul-husna Allah.
99
a) Ism Allah ke-99 adalah Al- Sabur – Maha Sabar. Nama ke-99 Rasul adalah Mustafa – Divinely Pilihan (Terpilih) Ilahiah . Kedua tangan bersama memohon Al-Sabur melalui Kebesaran Sayedena Muhammad al Mustafa, kamu melepaskan (membuka) barakah tak terputus dalam tangan itu
b) Dengan meng-aktivkan mereka, kamu meng-aktivkan titik 9 yang berada pada tubuh kamu.
c) Dan ketika kamu meng-aktivkan mereka, sebagaimana dalam istilah masa kini : penerima (receiver) dinyalakan, energy mengalir ke dalam, itu mulai bekerja untuk dapat menerima, men-digitizkan dan melepaskannya keluar sebagai sebuah gambar dan sebagai sebuah suara, sebagaimana kita melihat (di TV & radio) sekarang.
d) Begitu juga, tangan yang adalah lingkaran, itulah sebabnya mengapa ketika kita menggosok mereka dan membuka mereka, mereka mulai berlaku seperti lingkaran yang saling melingkupi, mengambil/menerima semua energy apapun yang datang, mereka mengkelolanya .

Jadi ketika kamu meng-aktivkan 8 dan 1
9 adalah Kepasrahan Sempurna

99 nama, dalam numerology 9 adalah sama dengan nol (nihil).
a) 9 kesemuanya akan berakhir menjadi 9, jika kamu menambahkan mereka.
b) 9 dalam istilah numerologi sama dengan nihil, kamu tidak menambah apa-apa dengan angka ini.
c) Angka ini tidak lagi ada (exist). Itu artinya kepasrahan, kepasrahan sempurna, ketika kamu meng-aktivkan energy itu, kamu berada dalam kepasrahan energy itu, pasrah kepada energy langit yang sedang mendatangi.
d) Kamu tidak lagi melihat dirimu bertindak, tetapi energy itu yang bertindak, kamu menjadi nihil. Seperti pergi dalam sebuah kapal terbang atau sebuah kereta-api atau sebuah mobil. Mobil itu pasrah kepada orang yang mengemudikannya. Begitu juga kereta-api itu pasrah kepada orang yang mengemudikannya

Pangkat 19
Pangkat 19
Al Qur’an;74.30
Diatasnya adalah sembilan belas.

Semua ciptaan di dalam al Qur’an, seluruh Al Qur’an di dalam Fatiha, seluruh al Fatiha di dalam BismiAllah Al-Rahman Al-Rahem = 19 huruf Arab mencakup seluruh ciptaan.
Allah menunjukkan kode Binary pertama 1 sampai 9 untuk penciptaan.
Kemudian Allah memperkenankan ciptaan untuk menggunakan kode Binary dari 1+9 =10, dari situ 1dan 0. Semua perhitungan adalah dalam sebuah kode Binary.

Angka 19 adalah angka di dalam Al Qur’an

Ketika kamu menggosok dan meng-aktivkan angka sembilan, kini kamu melewatkan air, jika kamu memeriksanya, mereka yang tahu bagaimana membuat wudu, tidak semua orang mengerti untuk menjalin jari-jemari. Disitulah kamu meng-aktivkan sepuluh 10 itu. Sepuluh 10 dan sembilan, menjadi 19.

Baru-baru ini mereka mendapati bahwa setiap ayat di dalam Al Qur’an adalah dalam sistem 19.
a) Dan bahwa 19, “wa yahmilu arsh arrahmani yawmadhin thamaaniyya.” dan delapan akan, pada Hari itu, memanggul Singgasana Rabb mu di atas mereka.[69:17]
b) Dan yang memanggul neraka adalah 19. Neraka adalah energy jadi itu adalah kekuatan energy.

Kamu meng-aktivkan energy negative untuk menyembuhkan energy negative
Al Qur’an 111:1.
{ 111 Kerajaan Abadi Allah Ism ke-3 adalah Al-Malik, nama ke-1 Rasul adalah Ayat terbaik , Nama ke-1 adalah Muhammad.}
111:1 Musnahlah tangan Abi Lahab (Ayah Api)! Musnahlah dia!

Kamu memerlukan racun untuk mengobati racun – itulah sebabnya mereka memberikan antibiotics.
Bahwa 19 adalah jumlah malaikat yang bertanggung jawab untuk neraka. Jadi kamu menggunakan energy itu yang datang dari mereka itu, energy negative.
Dengan negative kalau kamu mengkalikan dengan negatif kamu mendapatkan positive. Kamu menyembuhkan penyakit dengan api yang datang dari neraka.
Energy itu ketika dia datang secara tuntas menghancurkan racun yang berada dalam system. Begitulah kamu meng-aktivkan 19 bersama-sama.

Kekuatan 8 & 1, yang terkait dengan Arsh Singgasana Langit.

Lagi ringkasan 1 dan 8 dan 8 dan 1.
Ketika Singgasana Allah muncul di Hari Pengadilan 8 malaikat menyangganya.
Jadi mengapa mereka menyangganya– mereka membawa Nomor 1.
8 membawa 1. Allah menunjukkan kita tentang itu melalui tangan kita. Kamu meng-aktivkan juga energy baik . Setelah melepaskan energy baik.
Setelah kamu menghancurkan energy negative dengan energy negative, kamu menginginkan untuk memakaikan kepada mereka dengan 8 dan 1 dengan energy baik, energy langit.
Energy surga dan memakaikan mereka dengan itu. Dan itulah sebabnya mereka kini merasa kuat dan mereka merasa tersembuhkan.

Ketika kamu meng-aktivkan dengan menggosokkan kedua tangan
Ketika kamu meng-aktivkan angka sembilan, itu artinya kepasrahan sempurna.
Kini kamu membiarkan tubuhmu tunduk kepada energy cosmos yang mendatangi. Dan energy itu mewakili energy dahsyat.
Ketika kamu meng-aktivkan dengan angka 10 kamu meng-aktivkan energy itu.
Energy negative ini tidak buruk, itu adalah kekuatan dari satu yang negative, kamu mengalahkan musuh dengan musuh.
Energy dari matahari adalah energy api namun pada saat yang sama itu menyembuhkan, energy yang berguna. Kamu menggunakan negative untuk menyembuhkan negative untuk memusnahkan secara sempurna.
Kamu tidak menyisakan apapun kepada Sang Buruk
Maka aktivkan 8 dan 1 untuk penyembuhan ilahiah (langit).

Hadith Orang Buta

Kebutaan Spiritual
Buta di dunia ini akan buta juga di dunia berikutnya

Seorang buta mendatangi Nabi s.a.w. dan berkata:
“Mohonlah kepada Allah untuk saya sehingga Dia menolong saya.”
Dia menjawab: “Jika kamu mau saya dapat menunda ini, dan itu akan lebih baik bagimu, dan jika kamu mau saya akan memohon Allah Azza wa Jalla untukmu”
Dia berkata: “Kalau begitu mohonkan pada Dia .” Nabi s.a.w. berkata kepadanya: idhhab fa tawadda’, wa salli rak`atayn thumma qul — “Pergilah dan berwudhu, shalat dua rak`at,
Kemudian baca: “Ya Allah, saya memohon (as’aluka) dan menghadap kepada Mu (atawajjahu ilayka) dengan Nabi Mu Muhammad (bi nabiyyika Muhammad), Nabi Rahmah;
Ya Muhammad (ya Muhammad), saya menghadap denganmu kepada Rabb ku mengenai kebutuhanku saat ini / saya memohon Rabbi dengan shfa’atmu tentang kembalinya penglihatanku
(inni atawajjahu bika ila rabbi fi hajati hadhihi)
– versi lainnya: inni astashfi`u bika `ala rabbi fi raddi basari) sehingga Dia memenuhi keperluanku; Ya Allah, perkenankan dia untuk memberi shfa’at (dengan Engkau) untuk ku (allahumma shaffi`hu fiyya).”
Du’a : as’aluka atawajjahu ilayka bi nabiyyika Muhammad, ya Muhammad inni atawajjahu bika ila rabbi fi hajati hadhihi ……-
– versi lainnya: inni astashfi`u bika `ala rabbi fi raddi basari allahumma shaffi`hu fiyya ….)
2 RAKAT SALAT NAFL HAJAT kemudian baca du’a di atas 3 kali dan sebutkan keinginanmu

Penyembuhan Spiritual dalam Tradisi Islam
Oleh
Shaykh Hisham Muhammad Kabbani, MD
Diterjemahkan oleh: …. BELUM SELESAI
Kembalinya ketertarikan pada metode penyembuhan spiritual akan membantu pengembangan lebih lanjut kedokteran modern karena pengalaman penyembuhan mulia ini sudah terjadi sejak lama. Sayangnya topik ini sering diabaikan dan dianggap tidak bermanfaat oleh para dokter pada saat ini meskipun praktek penyembuhan ini sudah terjadi dan berhasil selama ribuan tahun.
Ilmu Pengetahuan Penyembuhan Spiritual
Proses penyembuhan spiritual membuat muda (rejuvenate) kekuatan hidup tubuh melalui beberapa titik fokus di dalam tubuh. Teknik spiritual menghasilkan suatu efek neuro-psychological yang mengakibatkan sistem syaraf pusat menghasilkan suatu orkestra endokrin untuk menjadikan pengurangan rasa sakit, menyembuhkan penyakit pada tempat-tempat sakit dan menyeimbangkan seluruh tubuh.
Hubungan Kesehatan dengan Kebugaran Fisik dan Aktivitas
Tubuh manusia memerlukan makan dan minuman, namun tidak semua zat-zat ini dapat dicerna dan tidak dapat menjadi bagian tubuh manusia. Beberapa makanan sisa yang tidak dapat dikonversi akan menjadi sedimen yang dapat tinggal dalam tubuh karena tubuh tidak dapat membuangnya secara alamiah, lama-kelamaan penimbunan ini akan menyebabkan beberapa penyakit. Pada mulanya penimbunan ini akan tambah sebagai timbunan lokal, namun kemudian akan mempengaruhi darah dan lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Jadi meski pada mulanya hanya menimbulkan sakit perut, lama-kelamaan penimbunan yang membesar akan berbahaya dan penyakit lokal akan menyebar. Dalam hal ini sangat penting untuk mempelajari pathology (ilmu penyakit) dan sejarah pengembangannya.
Mengetahui bahwa ketidakberesan ini mengakibatkan problem di perut, seseorang bisa terbiasa mencari cara penyembuhan yang tidak benar sehingga tambah komplikasinya. Pada kenyataannya, banyak obat-obatan itu adalah racun dan dapat campur tangan dengan menghilangkan kebaikan dan keburukan. Penambahan obat-obatan dapat selanjutnya bermasalah karena obat-obat ini panas dan interaktif dan mereka dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, atau menyebabkan pasien menjadi arrhythmias, berefek negatif pada ginjal dan mengembangkan berbagai disorder dan deficiencies. Latihan fisik yang sesuai diperlukan untuk menyegarkan organ-organ, membuat mudah aliran makanan dan gizi, memperbaiki sstem pencernaan dan mencegah pengumpulan makanan..

Asal mula Penyembuhan Spiritual Islami
Penyembuh spiritual mewarisi metode yang digunakan oleh utusan Tuhan, dan dari satu generasi ke generasi telah mempraktekkan sampai saat sekarang. Dalam tradisi Islam, penyembuh mengunakan obat-obatan dan cara-cara spiritual. Teknik spiritual mengikuti prinsip saintifik dengan menggunakan energi pasien itu sendiri dan kekuatan di dalam pengabdian dan doa serta meditasi dari nabi-nabi, rasul-rasul serta para wali Allah.
Nabi Muhammad SAW suatu hari ketika sedang melakukan penyembuhan orang-orang dengan cara spiritual ditanya apakah penyembuhan dapat dilakukan melalui obat-obatan. Beliau menjawab, “Ya, kalian harus mencari penyembuhan dengan obat-obat, sebab apa pun penyakit yang telah diciptakan oleh Allah, maka Dia juga menyediakan obatnya. Tetapi hanya ada satu penyakit yang tidak disediakan obatnya, yaitu usia tua”

Setiap dan semua ayat-ayat dalam Qur’an mempunyai sifat penyembuhan yang unik yang berbeda satu sama lain. Ayat-ayat berikut merupakan contoh ayat-ayat yang digunakan pada penyembuhan spiritual.
Enam Ayat-ayat Penyembuhan: “Ayat Al-Shifa”

“dan [Allah] akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta menyembuhkan dada orang-orang yang beriman” Attauba 9:14

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. Yunus 10:57

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia”
Nahl 16:69

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”
Bani Israel 17:82

“dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku”
A supplication of Prophet Abraham Shuara 26:80

Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.” 41:44
Tentang Energi dan Bagaimana Penyembuhan Spiritual Bekerja
Penyembuhan spiritual bukan suatu proses yang misterious, tetapi merupakan hal yang langsung, meskipun terkadang cukup kompleks. Teknik penyembuhan spiritual meliputi medan energi yang ada di sekitar kita. Setiap orang memiliki medan energi atau aura yang mengelilingi dan masuk ke dalam tubuh fisik. Medan ini secara dekat berhubungan dengan kesehatan manusia.
Pada budaya yang berbeda, energi ini memiliki nama-nama berbeda, seperti:
Ki in Japanese
Chi in Chinese
Prana in Hindi
Qudra in Arabic
• Energi adalah nafas kehidupan yang ditransmisikan pada kita oleh Yang Maha Kuasa untuk menjaga manusia dan semua ciptaan
• Energi mengatur pola pikir kita dan emosi, merupakan sumber kekuatan hidup dan merupakan faktor penggerak untuk semua mahluk hidup. Energi berputar pada badan kta dan dapat dikumpulkan untuk penyembuhan
• Hal ini merupakan semua sumber penggerak alam semesta. Ketika manusia meninggal maka energi asal (atau kekuatan hidup) pergi sehingga badan dapat terurai.
• Badan kembali ke asalnya di bumi dan spirit menuju alam spiritual energi malaikat
• Energi ini tidak pernah hilang dan keberadaan energi ini susah dimengerti oleh sains dan kedokteran modern
Energi spiritual yang tidak diketahui ini berada dibalik setiap titik darah mahluk-mahluk yang bergerak, berada dibalik setiap sel hidup, dan merupakan gaya penggerak sistem tatasurya dan galaksi.
• Energi membawa kesempurnaan yang tak terbatas dan kekuatan lengkap yang real, aktif dan kontinu. Kekuatan energi ini benar-benar ada sebab tanpa hal ini tidak ada yang bisa tumbuh atau hidup di alam semesta.
• Hal ini khususnya terjadi di bumi, disini tidak mungkin ada pohon, rumput atau kehidupan tanpa intervensi dari energi yang tidak diketahui dan terlihat {Foton dipancarkan dari matahari tetapi tak tampak oleh mata telanjang}
• Adalah dengan energi ini suatu tumbuhan kecil bisa muncul keluat pada suatu padang pasir yang luas. Kekuatan hidup energi ini berada pada organ tubuh, pembuluh darah, dan semua bagian-bagian tubuh. Ketika kekuatan hidup tubuh hilang, maka hubungan anatomi organ-organ tubuh berubah dan kacau yang mengakibatkan rasa sakit, kerusakan organ dan penurunan kesehatan secara keseluruhan.
• Kekuatan hidup energi spiritual menciptakan medan energi pada dirinya sendiri seperti magnet bermuatan kuat atau elektroda
• Kekuatan ini mencerminkan energinya pada tubuh manusia dan menjadi kekuatan hidup pendorong di belakang semua aktivitas dan proses. Kekuatan hidup tidak hanya memberi energi pada tubuh tetapi juga memberi identitas. Sebuah atom ditentukan oleh faktor penyusunnya seperti elektron, proton dan netron –yang merupakan juga komponen energi—demikian juga kekuatan hidup spiritual memberi energi dan identitas pada tubuh fisik.
Energi penyembuhan spiritual juga analog dengan air terjun. Apabila air terjun tersalurkan dengan cara yang benar, maka dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik dan memberi cahaya.
• Hal yang serupa, jika aliran darah kita mengalir secara benar pada suatu sistem yang seimbang, maka kekuatan pendorong energi akan menambah energi bagian-bagian tubuh yang lemah.

Kesimpulan
Penyakit pada suatu stasion medan energi akan menyatakan dirinya dalam level tertentu pada kesadaran. Setiap pemunculan penyakit dalam bentuk kesakitan dapat merupakan fisik, emosi, mental atau spiritual. Sangat penting bagi kita untuk mengetahui secara mendalam penyakit kita:
• Kita perlu bertanya, “Apa arti penyakitan dan rasa sakit bagi kita?” Apa yang dapat kita pelajari dari sini?”
Rasa sakit merupakan pemberi tahu dalam mekanisme pertahanan diri dari tubuh yang dapat membangunkan kita untuk membetulkan situasi. Rasa sakit seperti lonceng pemberi peringatan dalam sistem kita untuk mendapatkan perhatian bahwa ada sesuatu yang salah dan memaksa kita untuk melakukan sesuatu. Rasa sakit mengatakan, “Kamu tidak mendengarkan pada keseluruhan dirimu sendiri.” Rasa sakit mendidik kita untuk meminta pertolongan dan penyembuhan dan oleh karena itu merupakan suatu kunci pendidikan rohani dan supaya berfungsinya energi spirit dan tubuh.
Suatu pendekatan menyeluruh untuk mengurangi rasa sakit dan kesehatan secara umum seharusnya meliputi penyembuhan spiritual yang akan menolong secara besar kemajuan kedokteran modern. Banyak buku dapat dan sudah ditulis tentang penyembuhan spiritual secara Islami, mudah-mudahan pengenalan singkat ini dapat membantu membawa subyek ini masuk pada perhatian masyarakat medis dan menimbulkan penghargaan dan pengertian tentang tradisi yang kaya ini dan ilmu pengetahuan.

Continue reading...

Dzikir memaksimalkan otak kiri dan kanan

Sun, Nov 9, 2014

Comments Off

Dzikir memaksimalkan otak kiri dan kanan

Mengapa Banyak Orang Gagal Berdzikir …?
Beberapa orang bertanya “ mengapa kalau saya dzikir tidak terasa apa-apa ? menurut pengalaman kami kegagalan dalam meditasi sering kali di sebabkan oleh:
1. Salah mengerti mengenai tujuan Dzikir qolbu Mencari sensasi
2. Ego
3. Memilih teknik meditasi yang kurang sesuai
1.TUJUAN DZIKIR QOlBU
Dzikir qolbu adalah suatu perjalanan, bukan tujuan akhir, hal ini sering disalah artikan oleh para praktisi dzikir qolbu,Bagi kebanyakan orang dzikir qolbu identik dengan suatu kegiatan atau ritual yang dikaitkan dengan tujuan akhir mencapai tingkatan “SUPER “.
Banyak orang melakukan dzikir qolbu untuk menjadi seorang manusia “Super” yang punya kelebihan dari orang biasa, kelebihan ini sering kali dikaitkan dengan kemampuan supernatural atau mistik, ini sebetulnya sudah melenceng dari tujuan utama melakukan dzikir muroqobah yang sesungguhnya yaitu meningkatkan kesadaran dan mendekatkan diri kita kepada Allah Sang Maha Pencipta, oleh karena kurang pemahaman mendasar inilah banyak sekali orang terutama para pemula, merasa gagal dalam berdzikir meditasi. Setelah bermeditasi sekalian sekian lama dan merasakan kemampuan psikisnya tidak bertambah, mereka kecewa. Banyak sekali para pemula melakukan meditasi dengan tujuan agar dapat meningkatkan kemampuan psikis mereka, seperti mampu berkomunikasi secara non-fisik, meramalkan hal-hal yang belum terjadi dan sebagainya. Untuk menghindari “kegagalan” ini sebaiknya anda mengerti apa sebetulnya tujuan yang paling dasar dalam melakukan dzikir meditasi.

2.MENCARI SENSASI
Kepekaan setiap orang berbeda-beda, ada yang sangat peka sehingga ibaratnya jarum jatuh berpuluh-puluh meter jauhnya dapat terdengar, tetapi ada juga yang sangat tidak peka ibarat diinjak gajahpun tidak Terasa. Tuhan Sang Pencipta memberikan kepekaan yang berbeda-beda dengan maksud tertentu. Ada kelebihan dan kekurangan dari orang yang peka. Kelebihannya adalah sensasi dalam melakukan meditasi sangat terasa, aliran energy dapat dirasakan dengan jelas, bahkan bila sangat peka energy dan keberadaan cahaya pun dapat dilihat dengan jelas, tetapi karena kepekaannya itu kadang seseorang sangat menderita. Makhluk halus pun kadang mengganggu karena mereka merasa dapat berkomunikasi dengannya. Perubahan emosi kea rah negative di lingkungannya dapat membuat tekanan yang menyesakkan di dada. Berbeda dengan orang yang tidak peka, yang terjadi adalah hal yang sebaliknya. Energi yang di rasakan mungkin hanya hangat atau dingin, belum dapat melihat bentuk energy, namun enaknya mereka tidak terganggu oleh makhluk halus yang kadang-kadang ingin berkomunikasi. Jadi terimalah derajat anda, tidak ada yang lebih baik dari peka maupun tidak peka. Hasil dzikir muroqobah tidak tergantung pada kepekaan, kita tetap dapat menjadi bijaksana, menerima keberlimpahan duniawi dan spiritual apapun derajat kepekaan kita.

3.EGO
Ego adalah suatu bentuk kesadaran kita yang selalu ingin lebih dari pada yang lain. Ego berlawanan dengan kebijaksanaan, secara mudah dapat di katakan bila melakukan dzikir qolbu dengan Ego, yang terjadi adalah kemunduran bukan kemajuan. Dzikir qolbu sebaiknya tidak dilakukan dengan menggebu-gebu, ingin hebat dari orang lain, bila demikian dzikir meditasi tidak akan dapat masuk lebih dalam. Kepasrahan dan kerendahan hati adalah kuncinya.Saat kita pasrah, menerima apapun yang boleh dan baik untuk kita terima, saat itulah kesadaran dan kebijaksanaan kita berkembang. Dzikir muroqobah akan masuk lebih dalam lagi dan membuka hubungan dengan alam semesta dan Allah Sang Maha Pencipta dengan lebih baik.

4.TEKNIK DZIKIR YANG KURANG SESUAI
Banyak sekali teknik Meditasi, bentuk muroqobah yang dapat kita pilih. Setiap teknik mempunyai kelebihanya masing-masing dan mempunyai penerimaan yang berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang senang bila dapat berhasil dalam dzikir qolbu dengan usaha sendiri, ada pula yang merasa sangat cocok dengan bentuk inisiasi karena kepraktisannya dan panggilan hati.
Tidak masalah teknik apa pun yang anda pilih, lakukanlah dengan pasrah dan pantang menyerah.Ikutilah suara hati anda, jangan memaksakan untuk menggunakan suatu teknik bila anda tidak menginginkannya, karena inilah yang menghambat keberhasilan, pasti sulit untuk pasrah, tetapi bila anda merasa sangat sesuai dengan suatu teknik lakukanlah dengan baik, kami yakin suatu saat pasti akan berasil. Pilih Dzikir qolbu yang memberikan anda jalur langsung kepada Allah Sang Maha Pencipta. Mendapatkan bimbingan dari seorang Guru Dzikir qolbu yang kompeten, sebagai teman seperjalanan dalam perjalanan spiritual anda, bukan malah menghambat perjalanan anda dengan mendewakan yang bersangkutan. Banyak teknik meditasi yang pada akhirnya keluar dari jalur Cahaya dan Cinta kasih Ilahi karena ada kecenderungan mengkultuskan guru atau pemimpin teknik meditasi tersebut, sebaiknya hal ini anda hindari. Pilih teknik Dzikir qolbu yang membawa anda langsung kepada Allah Subhnahuwata’ala tanpa melalui perantara berupa benda maupun orang.

Training Kecerdasan dan Pembentukan Karakter
Menurut Pengamat entrepreneur Valentino Dinsi mengatakan respon rata-rata Trainers Indonesia didominasi Otak kiri, karena masa belajarnya sejak dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi hanya mengalami pelatihan Otak Kiri. Sedangkan Otak Kanan erat kaitannya dengan munculnya gagasan-gagasan baru, semangat (gairah) dan Emosi, sementara Otak kiri sangatlah berkaitan dengan hal-hal yang logis, linier dan rasional. Ketidak seimbangan Otak kiri dan Otak kanan dapat mengakibatkan kesehatan mental dan fisik buruk dapat mengakibatkan kesehatan mental dan fisik buruk seperti seperti ; mudah tress, mudah putus asa atau patah semangat. Mencerdaskan Otak kanan secara otomatis otak kiri juga kian cerdas, tetapi tidak demikian mencerdaskan otak kiri tidak serta merta otak kanan ikut cerdas.
Sedangkan Pembentukan Karakter Al-Akhlaq/ Berakhlak Mulia pada anak awalnya merupakan sesuatu yang dipikirkan, dipertimbangkan, diulang-ulang(dibiasakan) hingga menjadi karakter. Perbuatan dan sikap mental apapun yang dilakukan melalui praktek yang terus-menerus akan menjadi karakter yang menempel, menyatu dan bersenyawa dengan aura jiwa. Pembentukan karakter harus dengan proses pelatihan dan pendisiplinan jiwa, diucapkan dengan lisan, diteguhkan dalam hati dan dibiasakan dengan perbuatan, cerdas Otaknya, Mulia Akhlaqnya.

Setelah pengaktifan dan hasil dari pelatihan akan membawa peserta dalam ketenangan, kebahagiaan dan kedamaian di dalam Qolbunya.

1. KECERDASAN DAN KECANGGIHAN OTAK MANUSIA
Otak adalah pusat kontrol dari tubuh manusia, rangsangan dari luar tubuh yang diterima oleh indra manusia diteruskan ke otak. Otak bereaksi dengan melepaskan hormone yang berfungsi sebagai pesan kimiawi ke berbagai bagian tubuh manusia dengan mengirimkan signal-signal elektrik yang mengontrol otot atau organ tubuh.
Setiap saat tidak terhitung informasi dan data-data masuk yang harus disimpan dalam memori otak kita. Sedemikian banyaknya yang dapat kita pelajari sehingga umur kita tidak cukup untuk itu. Berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhubungan dengan kehidupan menyebabkan manusia sejak lahir hingga menjadi tua, tidak pernah henti belajar. Belajar mungkin menjadi beban berat bagi sebagian orang, akibatnya terjadi penolakan dari dalam pikirannya dan apa yang sudah dipelajari dengan susah payah dilupakannya, padahal otak kita adalah computer super canggih, bila perkembangan fungsi otak kita seimbang dan oktimal, maka setiap sel otak akan mampu berkembang dan menampung ribuan data. Kuncinya adalah seberapa jauh kita mamahami pentingnya proses pembelajaran bagi diri kita, oleh karena bila kita dengan senang hati mempelajari sesuatu maka semua akan menjadi mudah. Belajar tidak ada batas usia, selama hayat di kandung badan, kita masih bisa belajar untuk mencari kemajuan baik untuk duniawi maupun spiritual (akhirat). Sekarang sudah tahu kuncinya di tangan anda mau tidak mempergunakan otaknya secara optimal, kesempatan tidak selamanya trus berulang kali, terkadang dalam hal-hal tertentu kesempatan hanya trus sekali seumur hidup.
Menurut peneliti Rusia bernama Prof. Anokhin bahwa kapasitas otak kita itu dari angka 1 diikuti 0 (nol) sepanjang 10,5 km, Sesuatu yang menakjubkan, mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita. Otak manusia terdiri dari otak kanan dan otak kiri, dalam perjalanan hidup kita tanpa disadari terjadi ketidak seimbangan fungsi otak yang menyebabkan terbentuk secara alami cirri-ciri orang yang katagorikan sebagai orang yang berotak kiri atau orang yang berotak kanan. Di sebut sebagai orang yang berotak kiri karena hanya otak kiri saja yang di kembangkan dengan ingatan jangka pendek, sedangkan yang di katagorikan sebagai orang yang berotak kanan, orang yang ingatan jangka panjang yang banyak di mamfaatkan.
Anatomi otak manusia

B. SUSUNAN OTAK MANUSIA
1. Bagian Otak
Otak manusia terdiri dari tiga bagian yaitu; pangkal otak (medulla oblongata ), otak kecil ( cerebellum ) dan otak besar ( cerebrum ) sementara otak besar terdiri dari otak kiri dan otak kanan.

2. Pangkal otak
Terbetuk atas sel-sel simpul syaraf ( ganglion cell ) yang cukup besar, yang ujung dari berbagai indra yang dimiliki manusia, seperti mata, telinga, hidung, dan lidah. Fungsi pangkal otak adalah untuk menerima pengamatan pertama, ujung-ujung syaraf mempunyai koneksi dengan sel-sel otak yang berbentuk piramida. Sel-sel piramida ini terdapat pada bagian kanan dan kiri, serta terhubung dengan serat-serat yang menuju sumsum. Bagian atas terkait dengan sel-sel berbentuk piramida yang sangat kecil yang terdapat di permukaan otak, namun bagian ini tidak mempunyai serat-serat yang menghubungkannya dengan bagian lain dari otak. Bagian ini merupakan ujung dari arus syaraf atau terminal akhir, sementara sel-sel lain bias dikatakan semacam terminal transisi.

b. Otak Kecil
Otak kecil memiliki volume kira-kira sebesar apel, letaknya tergantung pada bagian bawah otak besar. Otak kecil mempunyai serat-serat yang berhubungan dengan otak besar, otak kecil juga di susun oleh sumsum tulang belakang yang rumit dan sulit.

c. Otak Besar
Otak besar terdapat pada bagian depan dari batang otak, pertumbuhan otak besar di dalam rongga otak tidak bisa berlangsung semaunya sendiri, tetapi telah terdapat sebuah kecederungan dimana otak besar akan tumbuh ke depan kemudian melingkar , bagian depan dinamakan belah dahi, bagian tengah dinamakan belah pinggir dan bagian belakang dinamakan belah kepala belakang, serta bagian bawah dinamakan belah pelipis. Morfologi otak besar tersusun atas dua lapisan yaitu lapisan luar ( kulit atau korteks ) dan lapisan dalam ( sumsum otak ), kulit otak berwarna gelap dan berisi sel-sel otak yang mengisi seluruh permukaan kulit otak. Kulit otak tersusun atas beberapa lapis sel-sel otak, sedangkan sumsum otak berwarna putih, berisi serat-serat dari sel-sel otak yang tersambung ke pangkal otak dan sumsum di tulang belakang.

3. Potensi Otak
Dari 100% potensi otak manusia, ternyata hanya sekitar 4% – 5 % yang di pergunakan, menurut penelitian, terungkap bahwa terdapat sekitar satu juta orang di seluruh dunia yang dapat mempergunakan 4 % dari kapasitas otaknya, mereka menjadi orang-orang hebat dalam kehidupannya dengan berbagai prestasi gemilang serta menduduki tempat terhormat di masyarakat.
C. Dari sudut penggunaan otak manusia dalam kehidupannya dapat di bagi atas 3 kelompok:

1.Manusia yang termasuk katagori otak kiri
2.Manusia yang termasuk katagori otak kanan
3.Manusia yang termasuk General otak (double otak)

Ciri-cirinya antara lain:
1.Katagori otak kiri: mengandalkan logika semata, keras dan disiplin, to the point, rasional, mematuhi aturan, kurang kepedulian terhadap lingkungan, statistic, pekerja keras dan kaku.
Orang dengan katagori otak kiri

2.Kategori otak kanan: Tidak ingin terbelenggu logika, kreatif, diplomatis, menyampaikan maksudnya dengan perumpamaan, suka melanggar aturan, lebih peduli terhadap lingkungan, lebih luwes dan lebih santai.
Orang dengan katagori otak kanan

3.Katagori General otak: Mampu mengatur kapan menggunakan logika, kapan menggunakan perasaan, disiplin diri tetapi tetap luwes, patuh pada aturan namun bijaksana, diplomatis, lembut namun bila perlu dapat bersikap tegas.

General otak
Memang tidak ada orang yang seratus persen otak kiri ataupun seratus persen otak kanan, namun jika hidupnya didominasi oleh otak kiri atau otak kanan saja maka akan mengalami berbagai hambatan yang kelak akan menyudutkan dirinya. Kondisi ini sepintas tidak terlihat namun amat dirasakan oleh yang bersangkutan, sehingga kelompok ini dapat dikatakan tidak dapat hidup dalam alam semesta yang utuh, cenderung tersudut di salah satu pojok.

D.Berikut cirri-ciri kehidupan nyata yang mungkin dijalani dari masing-masing kelompok katagori:

1.Katagori otak kiri:
Sukses menjadi Ilmuwan/Peneliti, hidupnya di isi dengan logika, rasional dan statistic, baginya hidup adalah untuk Ilmu, gila kerja dan kurang memperhatikan kehidupan keluarga.

2.Katagori otak kanan:
Sukses di bidang usaha atau bisnis, materi atau uang melimpah, akan tetapi tidak mampu menjaga apa yang telah dicapainya.
3.Katagori General otak:
Sukses dalam usaha/pekerjaan, baik dalam materi dan sangat menikmati hidup bersama keluarga. Semakin sering kita memanfaatkan kedua sisi otak, akan semakin besar kemungkinan memperoleh keuntungan. Sinergi yang sangat bermamfaat dari pendayagunaan otak kiri dan otak kanan yang berkesinambungan akan tampak lebih nyata lagi pada waktu kita memperhatikan kehidupan Ilmuwan kaliber dunia seperti Albert Einstein ataupun seniman legendaries seperti Leonardo Da Vinci. Kini pertanyaannya, mampukan kita menciptakan dwi fungsi otak dalam kehidupan kita …?
Bila kita sudah memahami kemampuan otak kiri dan otak kanan, sudah merupakan langkah awal bagi Bp/Ibu untuk memastikan secara sadar menggunakan kedua sisi dari otak kita. Dengan demikian bisa kita gunakan sebagai langkah awal dalam meningkatkan kemampuan otak hingga ke titik optimal. Hal ini harus dilakukan dengan proaktif berupaya menggapai lebih dalam kea rah kedua sisi otak ini, hingga kita dapat menikmati sinergi yang amat mencengangkan yang akan dihasilkan dengan menggabungkan kedua potensinya.

E.SUDUT LAIN DARI OTAK MANUSIA
Selain otak kiri dan otak yang dijelaskan di atas, ada lagi benda vital di tengkorak kepala kita yaitu Otak atas dan otak bawah.

1.Otak atas:
Otak atas sering diilustrasikan sebagai otak “ Kecerdasan” ( Conscious) atau Otak sadar, memiliki volume 12 % dari keseluruhan otak yang berhubungan dengan berbagai aktivitas intelektual seperti kemampuan kita berinteraksi dalam kehidupan.Inilah yang sering dikatakan sebagai alam sadar, yang berfungsi mengendalikan kegiatan seseorang yang dilakukan secara sadar dan telah direncanakan sebelumnya, termasuk mengatur semua fungsi tubuh yang secara sadar direncanakan sebelumnya, otak atas tidak mengendalikan fungsi tubuh yang tidak disadari.

Syaraf Otak yang terhubung ke seluruh tubuh Contoh: Ketika kita akan berjalan atau berdiri, maka otak atas mengirimkan signal kepada otot kita yang melanjutkan perintah ini sehingga tubuh kita bergerak sesuai perintah otak.

4. Otak Bawah:
Otak bawah ( subconscious ) memiliki volume 88 % dari keseluruhan otak, bertugas mengendalikan emosi, perilaku dan naluri seseorang. Organ ini dapat dikatakan mengatur fungsi-fungsi tubuh yang tidak disadari dan bergerak secara reflex, misalnya otot yang bergerak memacu jantung, pernafasan, proses pencernaan makanan dan lainya. Semuanya ini berada pada pengendalian otak bawah, yang menghubungkannya dengan kesadaran kita.
Disinilah suasana hati, perasaan dan persepsi kita diproses, sehingga dapat dikatakan bahwa otak bawah bekerja secara terpisah dari otak atas dan masing-masing menjalankan fungsinya dan tidak saling mengontrol.

5. Kekuatan Otak
Pengetahuan dan Peradaban manusia yang begtu tinggi ternyata masih sedikit sekali kemampuannya untuk bisa memahami tenaga-tenaga yang tidak kelihatan di balik jalan pikiran seseorang. Manusia hanya mengetahui sedikit saja tentang seluk beluk susunan Otak secara fisik beserta jaringan kerjanya di dalam tubuh yang menyalurkan tenaga pikiran menjadi materi yang berwujud. Dalam hal ini para ahli telah banyak melakukan berbagai penelitian tentang kekuatan tenaga Otak. Tenaga otak demikian besar , bahkan hasil penelitian pada Anak-anak yang masih duduk di bangku TK telah ditemukan satu titik tenaga dengan jumlah sel-sel otak mencapai sekitar 15 jt, sebuah angka yang fantastis.

6. Otak dan Sirkulasi Darah
Secara tidak kita sadari, otak sesungguhnya setiap saat melakukan banyak kegiatan yang luar biasa. Salah satu contohnya adalah kemampuan otak dalam memerintah mekanisme tubuh agar tetap hidup, otak mampu memerintah organ jantung bekerja dengan frekuensi 100.000 kali untuk memompa 25.000 liter darah setiap hari yang didistribusikan ke seluruh jaringan pembuluh darah. Padahal panjang pembuluh darah jika di sambung-sambung sekitar 100.000 kilometer.

7. Struktur sel Otak
Dalam pelajaran biologi molekuler,kita bisa menyaksikan sel, inti sel, kromosom, hingga rantai DNA. Kromosom bentuknya seperti benang wol, di mana jika di bentangkan mirip benang wol dengan biji-biji tasbih. Sedangkan DNA merupakan protein spesifik yang menyimpan informasi tentang asal mula kehidupan mahluk hidup.
Otak bawah warna coklat tua.
Menurut Pengamat entrepreneur Valentino Dinsi mengatakan respon rata-rata Trainers Indonesia didominasi Otak kiri, karena masa belajarnya sejak dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi hanya mengalami pelatihan Otak Kiri. Sedangkan Otak Kanan erat kaitannya dengan munculnya gagasan-gagasan baru, semangat (gairah) dan Emosi, sementara Otak kiri sangatlah berkaitan dengan hal-hal yang logis, linier dan rasional. Ketidak seimbangan Otak kiri dan Otak kanan dapat mengakibatkan kesehatan mental dan fisik buruk dapat mengakibatkan kesehatan mental dan fisik buruk seperti seperti ; mudah tress, mudah putus asa atau patah semangat. Menerdaskan Otak kanan secara otomatis otak kiri juga kian cerdas, tetapi tidak demikian mencerdaskan otak kiri tidak serta merta otak kanan ikut cerdas.

H.TAHAPAN PELATIHAN
1. TRAINING KECERDASAN DAN MENTAL ATTITUDE
Dalam pelatihan Institut Kecerdasan Belajar “ PARADIGMA “ agar mendapat hasil yang maksimal, maka dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan antara lain 3 tahap/paket :
6. Pengaktifan otak kanan, Pengaktifan otak bawah Penyeimbangan otak kiri dan otak kanan, dan Buka Qolbu.
7. Evaluasi dan Pemantapan seluruh peserta
8. Evaluasi akhir, berlatih mandiri dan diharapkan pengawasan dari orang tua serta dimohon bantuan pengawasan dari sekolah.

Mata Hati ini membuat kita penuh Cinta Kasih

Seseorang sejak mengikuti training/pengaktifan Qolbu dan dan tekun berlatih secara bertahap energy dalam tubuhnya akan meningkat terus, hal ini berpengaruh pada energy tubuh fisik seperti terpancar lewat gerakan tangan, tulisan dan suara praktisi memancarkan energy baik yang positif maupun yang negative bergantung diri praktisi.

Sesuai dengan konsep utama kita, semua training yang diadakan oleh team ESQolbu bertujuan untuk tujuan hidup yang sebenarnya. Semuanya untuk lebih membuka Hati dan pasrah kepada Allah Subhnahuwata’ala , karena Allahlah tujuan hidup satu-satunya dan hanya Berkah Allahlah yang terbaik. Mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta memberi arti dan keindahan dalam do’a dan perbuatan baik kepada sesama dan seluruh Alam Semesta akan menjadikan kita dalam hidup tenang, damai, sehat dan Bahagia.
Training Design Qolbu adalah Kunci hubungan kepada Allah Subhanahuwata’ala dan merupakan cerminan dari diri kita, hidup kita secara keseluruhan, semua pahala dan dosa akan tercermin pada hati kita.
Berdo’a kepada Allah Subhnahuwata’ala seharusnya dari hati dengan penuh kasih, sebab perbuatan baik dan mulia tidak terlalu berarti apabila dilakukan tanpa kasih dari Hati. Hal-hal di atas menunjukkan betapa pentingnya peranan hati, melakukan hal-hal terbaik ataupun tersulit, belumlah cukup baik apabila kita melakukannya tanpa hati yang terbuka. Dari kecil apa yang kita pelajari kebanyakan untuk otak, demikian juga apa yang kita lakukan kebanyakan mengandalkan otak.
Kita seharusnya membuka hati seutuhnya kepada Allah Subhnahuwata’ala , tujuan hidup kita sebenarnya adalah untuk semakin membuka hati dan pasrah dari hati kepadaNya, apakah kita telah melakukannya dengan baik ?
Cobalah kita bertanya kepada diri sendiri, seberapa seringkah kita telah memperhatikan dan mengandalkan hati ? kita mandi, makan dan minum beberapa kali setiap harinya untuk kebutuhan tubuh fisik, lalu untuk hati yang sangat penting tidak saja selama kita masih hidup, tetapi juga setelah meninggal, apa saja yang telah kita lakukan. Ingatlah bahwa mau memakai hati belum berarti bahwa telah memakai hati, lalu bagaimanakah caranya kita memakai hati secara maksimal ? Apakah berharap saja sudah cukup ? Apakah memperbanyak do’a saja sudah cukup ?
Apabila anda ingin memperbaiki keadaan ini, yaitu dapat membuka hati dan pasrah dari hati lebih baik kepada Allah Subhnahuwata’ala serta memakai hati lebih baik dalam hidup sehari-hari, ikuti training design qolbu/menata Hati ini membuka kesempatan bagi anda.
Trainng Design Qolbu membagikan pengetahuan dan teknik untuk : mengenali hati anda, mengenali kapan saatnya menggunakan hati dan kapan saatnya memakai otak, memakai hati lebih baik lagi saat kita berdo’a dan memakai hati dalam berbagai hal dalam hidup serta melatih hati agar lebih kuat dari otak.
Hati adalah pusat perasaan halus, cinta kasih dan hal-hal baik lainnya, perasaan tidak sama dengan emosi. Jadi jangan kuatir bahwa anda akan menjadi lebih emosional setelah membuka hati, maka hati dan diri anda akan terhubung lebih baik kepada Allah Subhnahuwata’ala , sehingga dapat menerima berkahNya yang berkelimpahan dengan lebih baik lagi. Hati dan diri anda akan dipenuhi oleh ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan yang kesemuanya merupakan karunia Allah Subhnahuwata’ala . Selain lebih tenang, damai dan bahagia sehari-harinya, anda juga akan lebih sehat, lebih mudah berkonsentrasi, berdo’a lebih khusuk dan indah serta menjadi lebih dekat kepada Allah Subhnahuwataa’ala .

HUBUNGAN DZIKIR QOLBU DENGAN KEBERLIMPAHAN
Kehidupan bukanlah terdiri dari tahun-tahun usia Anda, melainkan kebergunaannya, Fokus Anda hendaklah melampaui diri sendiri. Kalau Anda memberi, mengasihi, melayani, menolong, mendorong, memberi nilai tambah bagi sesama, Anda menjalani kehidupan yang berguna, Itulah KEBERMAKNAAN.
Alangkah bahagianya bila kita memaksimalkan potensi diri dan berkarya bagi sesama yang memungkinkan kita untuk memiliki banyak uang. Di mana uang itu kita gunakan sepenuhnya bagi orang banyak, terutama fakir miskin, yatim piatu, orang jompo, dan janda tua. Setiap orang memiliki otak, hati dan waktu. Alam semestapun terhampar diciptakan untuk manusia agar dikelola dengan baik. Memaksimalkan potensi diri dan berusaha keras untuk berkarya bagi sesama yang memudahkan kita mempertangung-jawabkan tugas yang di amanahkan Allah Subhanahuwata’ala yaitu : dua tugas kita sebagi khalifah fil ardl (melestarikan dan mengelola alam semesta) dan sebagai abd (hamba yang harus menyembah-Nya dengan kesungguhan). Potensi sama-sama kita milki. Otak, hati, semesta energy dan waktu. Masalahnya adalah… kita bergerak sesuai hati nurani atau tidak. Saya yakin anda tidak ingin termasuk orang-orang yang lahir kedunia hanya untuk hidup, makan dan mati.
A. KEBERLIMPAHAN SPIRITUAL
Dengan melakukan dzikir qolbu yang baik, kemampuan spiritual dari pusat energy ( cakra ) utama di tubuh non fisik akan berkembang. Pusat energy akan menunjukkan kemampuan yang sesungguhnya, kesadaran akan meningkat, batasan-batasan yang ada sebagai manusia biasa akan lepas, anda akan mengalami sesuatu “ PERUBAHAN “ dalam diri anda.Secara non fisik dapat di lihat jalur hubungan anda dengan Allah Sang Maha Pencipta akan melebar. Pada awalnya seperti kebanyakan orang jalurnya hanya selebar rambut, setelah menerima Attunrment ( penyelarasan ) akan mencapai 3 – 5 cm, secara bertahap jalur ini akan terus berkembang sampai selebar tubuh anda. Bayangkan sebelumnya anda seperti berjalan kaki di gang yang sempit, sekarang di buatkan jalan tol yang bebas hambatan lengkap dengan mobil sportnya. Do’a dan keinginan anda akan sampai kepada Allah Subhanahuwata’ala melalui jalur tersebut. Jadi wajar saja ada orang yang mengatakan bahwa do’anya tidak pernah di dengar ( dikabulkan/diijabah ) oleh Allah Sang Maha Pencipta, bukan salah Allah Subhnahuwata’ala dalam hal ini, tetapi mungkin usaha orang tersebut untuk memperbaiki hubungan tadi tidak cukup baik dan jalurnya belum terbuka lebar.
Bila buhungan anda sudah demikian bagusnya dengan Allah Subhnahuwata’ala , tidak ada lagi yang perlu anda takuti, kedamaian, kesadaran, keberlimpahan dan kebijaksanaan akan selalu bersama anda, tentunya semua itu akan diterima secara bertahap sesui kesiapan anda. Semua kesempatan tersebut dapat anda peroleh dengan lebih mudah dengan melakukan dzikir meditasi di bawah bimbingan-Nya. Setelah satu kunci penting dalam menerima keberlimpahan baik spiritual maupun duniawi adalah “ Perasaan Berbahagia “. Dalam keadaan ini energy cinta kasih tanpa pamrih yang murni dapat mengalir dengan lancar ke dalam diri anda. Buang jauh-jauh rasa khawatir dan takut anda, dengan semakin berkembangnya anda secara spiritual, kebijaksanaan anda akan tumbuh. Kebijaksanaan adalah suatu keadaan di mana anda telah mengerti dan dapat mengambil keputusan dengan tepat sesuai suara hati yang murni dalam tuntunan Allah subhnahuwata’ala . Kebijaksanaan terletak diatas kebenaran dan keadilan. Benar belum tentu adil dan adil belum tentu bijaksana.

B. KEBERLIMPAHAN DUNIAWI
Dzikir Qolbu adalah menyadari sepenuhnya keberadaan Allah Sang Maha Pencipta dalam diri kita masing-masing. Dzikir Muroqobah juga secara otomatis membantu untuk mendapatkan keberlimpahan baik spiritual maupun keberlimpahan duniawi. Hal ini mungkin karena dengan menyadari kita semua adalah bagian dari ciptaan-Nya, kita sudah terhubung dengan-Nya dan semua di alam semesta ini, oleh karena itu kita juga dapat dengan lebih baik mewujudkan apa yang kita inginkan. Setelah kita melakukan dzikir qolbu dengan rutin dan benar, semua pusat energy ( cakra ) utama akan aktif, jalur energy ( meridian ) dan hubungan dengan Allah Subhnahuwata’ala semakin lebar, inilah yang menyebabkan kita selalu beruntung.

Ada 3 ( tiga ) syarat agar kita” selalu beruntung” :

1.PUTUSKAN UNTUK BERHAK MENERIMA KEBERUNTUNGAN
Syarat pertama untuk menerima keberlimpahan /keberuntungan adalah “putuskan anda berhak menerima keberuntungan bukan malah menolaknya, yang dimaksud menolak adalah mengatakan bahwa dirinya selalu saja sial, secara sadar atau bawah sadar dirinya telah menolak keberuntungan yang datang padanya dan mengundang kesialan. Allah Subhnahuwata’ala bersifat Maha Pengasih, Maha Pemurah dan Maha Pemaaf, kalaupun ada diantara kita yang merasa tidak layak untuk beruntung, sukses, sehat dan bahagia, ini semua adalah suatu “ Limiting belief “ yang kita ciptakan sendiri. Allah sang Maha Pencipta tidak pernah membatasi, setiap individu berhak untuk beruntung, sukses, sehat, dan bahagia seperti yang mereka inginkan, kita semua layak di hadapan-Nya.
Untuk mencapai sukses jebih jauh, batasan diri seperti ini harus disadari dan dihilangkan, caranya ? “Dengan percaya kepada ALLAH Subhanahuwata’ala mencintai kita semua tanpa syarat dan tidak pilih kasih” Dengan menyadari hal ini sepenuhnya, kita akan lebih mudah mencitai diri kita sendiri apa adanya, mulai menyadari dan melihat kelebihan-kelebihan diri sendiri.
Hal buruk sebenarnya tidak perlu terjadi kalau kita telah mengerti menerapkan prinsip ini “Pikiran kita adalah energy, segala sesuatu di sekitar kita bergerak mengikuti pikiran. Jadi bila anda mau beruntung, ubahlah pola pikir anda, terimalah keberuntungan yang datang.

2. BERBAHAGIA
Syarat kedua untuk menerima keberlimpahan adalah “ selalu berada dalam perasaan bahagia “. Hal ini sangat penting, energy cinta kasih tanpa pamrih yang murni hanya akan mengalir dengan lancar bila anda dalam keadaan bahagia. Anda terhubung lebih baik dengan Allah Sang Maha Pencipta saat anda merasa berbahagia berada dekat dengan-Nya. Bila timbul perasaan sedih, risau, iri, dengki segera buang jauh-jauh dan pikirkan saja hal-hal yang menyenangkan. Ingat bahwa andalah satu-satunya yang dapat menentukan apakah anda ingin berbahagia atau sebaliknya. Bila sampai pada suatu tahap kebijaksanaan, terimalah dengan bersyukur dan bahagia apapun yang terjadi pada diri anda, sadari apa yang terjadi merupakan yang terbaik bagi anda pada saat itu. Dalam setiap kejadian pasti ada pelajaran dalam hidup anda untuk membuat anda lebih dewasa, lebih bijaksana. Keadaan seburuk apapun, bila anda hadapi dengan cara yang benar seperti yang telah kami jelaskan, pasti keadaan akan berubah. Anda tidak perlu lagi merasa menderita akibat keadaan tersebut, pelajaran hidup anda mengenai hal itu telah selesai saat anda menerimanya dengan bijaksana.

3. BERIKAN YANG TERBAIK KEPADA SEMUA
Syarat yang ketiga yang juga tidak kalah pentingnya adalah Sikap hidup anda terhadap orang lain, makhluk lain dan linkungan. Dengan memberikan yang terbaik bagi lingkungan anda, alam semesta juga akan memberikan yang terbaik bagi anda. Anda tidak perlu mengorbankan segala-galanya untuk orang lain, karena itu tidak bijaksana. Anda hanya perlu bersikap kepada orang lain dan lingkungan sebagaimana anda ingin diperlakukan. Lakukanlah dengan ikhlas. Ingatlah bahwa kita semua sebenarnya adalah satu dengan Allah Sang Maha Pencipta. Bila kita berbuat baik terhadap orang lain berarti kita juga berbuat baik bagi Allah Subhnahuwata’ala dan diri kita sendiri.

MENGAPA TIDAK SEMUA ORANG BERHASIL MENERAPKAN PELATIHAN MOTIVASI
A.HUBUNGAN DENGAN ALAM SEMESTA, ENERGI DAN CAKRA.
Teori yang dikemukakan dalam pelatihan-pelatihan apapun sangat baik dan dapat bekerja dengan hasil yang luar biasa. Sayangnya teori tersebut pada kenyataannya tidak selalu berhasil pada setiap orang, mengapa demikian ?. Pada orang” biasa “ hubungan dengan alam semesta dan Allah Sang Maha Pencipta umumnya hanya selebar rambut. Energi yang dapat di akses kualitas dan kuantitasnya terbatas.Bagaimana mungkin keinginan atau harapan dapat dengan mudah terwujud seperti yang digambarkan dalam seminar-seminar, dan pelatihan-pelatihan bila sarana untuk menyampaikan dan mewujudkan permohonan tersebut sangat minim ? walaupun tetap ada kemungkinan berhasil, tetapi presentasinya sangat kecil.
Hal ini sangat berbeda bila anda telah mengembangkan cakra-cakra dan hubungan ke Sang Maha Pencipta melalui Dzikir Muroqobah, keinginan anda akan segera sampai saat anada memikirkannya. Keuntungan bila anda mendapatkan kemampuan ini melalui Pengaktifan/Attunement dengan energy Ilahi, hanya keinginan yang sejalan dengan kebaikan saja yang “ Terkabulkan “. Bayangkan bila semua keinginan yang bukan-bukan terwujud. Mungkin dunia ini akan kacau, akibatnya anda mungkin hanya menerima keberlimpahan duniawi tapi tidak secara spiritual. Memang ada orang tertentu yang saat lahir langsung dikaruniai dengan cakra dan “ jalur ke atas “ yang baik. Namun jumlahnya tidak banyak, biasanya orang-orang ini harus memilih antara dua pilihan dalam hidupnya. Pertama menjadi seorang spiritual sejati, ke dua adalah menjadi “ Raja dunia “ hidupnya penuh keberlimpahan materi.
Dahulu agak sulit menemui orang yang dapat mengkombinasi antara kedua pilihan tersebut, karena saat itu mereka lahir tanpa bimbingan untuk menentukan yang terbaik bagi diri mereka. Sekarang anda mempunyai kesempatan besar untuk menggabungkan keberlimpahan duniawi dan spiritual sekaligus, karena anda dapat memilih. Dengan melakukan Dzikir Muroqobah dan mengembangkan “ peralatan “ milik anda seperti yang telah diuraikan, keberlimpahan duniawi dan spiritual sekaligus bukanlah hal yang sulit untuk di capai.

B.PERASAAN BAHAGIA
Suasana hati yang bahagia, penuh kedamaian merupakan keadaan yang sangat mendukung untuk dapat mengakses dan mengalirkan energy cinta kasih tanpa pamrih dengan lancar. Getatan pikiran dan perasaan yang sesuai akan membuat energy yang mengalir semakin besar. Sebaliknya, kekhawatiran, takut, amarah dan bentuk-bentuk emosi negative lainnya akan mengubah getaran pikiran dan perasaan anda menjadi lebih rendah. Secara tidak langsung akan menghambat masuknya cinta kasih tanpa pamrih yang murni dan “ mengganggu “ hubungan dengan alam semesta dan Allah Sang Pencipta. Bila hubungan terganggu tentunya keinginan, harapan atau do’a lebih sulit untuk di sampaikan. Bila keadaan ini berlarut-larut tentunga mempunyai efek yang kurang baik, anda harus bias mengembalikan hubungan yang sempat terputus dengan mengubah perasaan anda, santai, pasrah dan ikhlas. Maafkan kejadian apapun yang membuat anda kesal, maafkan orang-orang yang membuat anda marah dan yang juga tidak kalah pentingnya maafkan diri anda sendiri.
Kegagalan mengaplikasikan keinginan dengan konsep pelatihan motivasi sering terjadi karena tidak memahami hal ini. Banyak orang yang merasa hanya dengan berpikir positif saja sudah cukup untuk menarik hal positif kepadanya. Seyogyanya perasa juga harus positif agar hubungan dean alam semesta dan Allah SWT dapat terjaga dengan baik.

C.CINTA KASIH TANPA PAMRIH
Dzikir meditasi yang kami anjurkan ini merupakan suatu teknik meditasi yang luar biasa, menurut pengalaman kami belum ada satupun teknik meditasi lain yang dapat melakukan hal ini dengan sangat mudah, hanya dengan niat untuk masuk dalam cinta kasih tanpa pamrih yang murni anda dapat segera mengubah perasaan anda menjadi penuh dengan cinta kasih secara otomatis. Ini dapat anda lakukan setelah mendapatkan Attunement dan bimbingan pelatihan energy Sinar Qolbu. Efeknya tentu sangat luar anda, hubungan anda dengan Sang Maha Pencipta akan selalu dalam keadaan baik. Sayangnya orang yang belum pernah menerima Attunement tidak dapat melakukannya dengan mudah, sehingga banyak sekali kegagalan dalam mengaplikasikan keinginan atau harapan karena hubungan dengan Allah Subhnahuwata’ala sering on dan off.
Dengan selalu berada dalam cinta kasih Allah Subhnahuwata’ala, anda pun akan memengaruhi orang-orang dan lingkungan di sekitar anda secara positif. Dengan melakukan ini sebenarnya anda telah telah melakukan kebaikan tanpa sengaja, itulah yang terbaik, anda tidak perlu mengharapkan balasan apapun, tetapi bumi dan alam semesta mempunyai mekanisme sendiri, bila di beri kebaikan maka ia akan membalas dengan kebaiakan yang berlipat ganda.
D.PASRAH
Pasrah merupakan bentuk rasa percaya kita kepada Allah Subhnahuwta’ala. Mohon jangan di salah artikan pasrah dengan menerima nasib tanpa usaha. Usaha tetap harus anda lakukan untuk mewujudkan keinginan, tetapi tidak boleh memaksakan diri, banyak alumni pelatihan motivasi di luaran sana tidak pasrah, mereka terus menerus memikirkan dan mengkhawatirkan keinginannya agar segera terwujud dan juga tidak memperhatikan jalur hubungan dengan alam semesta dan Allah Subhnahuwata’ala apa sudah baik…?.
Anda harus percaya bahwa Allah Subhanahuwata’ala akan mendengar do’a dan harapan anda, Allah Maha Tahu, bila memang sudah saatnya, maka anda akan menerima keberlimpahan yang anda harapkan, saat anda memikirkan, mengucapkan atau menuliskan keinginan anda, jangan meragukan kuasa-Nya, cukup sampaikan satu kali saja saat anda terhubung dengan baik, biasanya segera setelah selesai dzikir muroqobah. Pasrahkan segalanya, maka anda akan menerima yang terbaik bagi anda.
E.KESADARAN DAN KEBIJAKSANAAN
Kesadaran dan kebijaksanaan anda ikut menentukan apa yang cocok bagi anda, hal ini jelas berhubungan secara spiritual. Allah Sang Maha Pencipta akan memberikan apa yang terbaik bagi anda. Anda akan mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan kapasitas penerimaan anda, kelebihan dzikir muroqobah ini dalam hal keberlimpahan adalah seimbangnya keberlimpahan duniawi dan spiritual yang diterima. Seiring dengan semakin baiknya dzikir muroqobah yang anda lakukan, kesadaran dan kebijaksanaan anda akan meningkat, tentunya keberlimpahan duniawi yang anda terimapun akan meningkat.
Kesadaran dan kebijaksanaan yang dimaksud adalah kemampuan untuk menguasai semua emosi dasar manusia dan mengambil keputusan sesuai dengan suara hati yang murni. Bila seseorang belum berkembang secara spiritual, ia tidak akan diberikan sesuatu yang tidak dapat dikuasainya dengan baik, karena mungkin bila ia memperoleh sesuatu diluar kemampuannya akan membuatnya jatuh ke dalam kesulitan yang lebih berat dan tidak dapat menyelesaikan pelajaran hidupnya saat ini.
5 LANGKAH CEPAT SUKSES
Banyak buku terbit mengenai cara meraih sukses, semua teori dalam buku-buku tersebut baik dan dapat membantu orang-orang untuk memenuhi harapan hidupnya, namun sering kali para pembaca bingung mengenai bagaimana tahapan yang harus di lakukan untuk mencapai kesuksesan tersebut. Selain hal itu, seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, bahwa jalur energy dan hubungan dengan Tuhan Sang Maha Pencipta sangat menentukan keberasilan teknik-teknik tersebut.
Yang perlu di ingat kembali, dasar “ KEKUATAN “ yang anda miliki berasal dari Dzikir meditasi dengan energy cinta kasih tanpa pamrih yang murni, Permohonan, Keinginan, Harapan dan Cita-cita anda hanya akan terlaksana bila sejalan dengan Cinta kasih tanpa pamrih dan kebijaksanaan.
5 Langkah sederhana ( tapi sangat dhsyat ) yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan impian, cita-cita/ keinginan kita antara lain:

1.FOKUS PADA IMPIAN
Dalam menentukan tujuan hidup, harapan, cita-cita Atau keinginan anda harus focus. Yang di maksud dengan focus adalah dapat memperjelas apa yang di inginkan secara spesifik. Contoh bila ingin mobil, tentukan warna, jenis, merek, tahun produksi dan kapan anda ingin menerimanya, lakukanlah sejauh apa yang bias anda fokuskan. Tujuan langkah pertama ini adalah memusatkan energy dan usaha anda untuk langkah selanjutnya. Dengan lebih terfokusnya perhatian dan energy ini, kemungkinan berasilpun akan meningkat. Usaha yang anda lakukan pun akan menjadi lebih mudah. Keinginan yang akan anda ajukan hendaknya benar-benar dipikirkan dengan bijaksana. Memang pada dasarnya dalam mengajukan keinginan tidak ada batasan, apapun dapat anda minta namun gunakanlah intuisi dan suara hati anda, apakan keinginan tersebut merupakan yang terbaik buat anda.

2.TERHUBUNG
Apakah hubungan anda dengan Alam semesta dan Tuhan Sang Maha Pencipta sudah baik …? Ini sangatlah penting. Di umpamakan berkendaraan di jalan tol bebas hambatan tentu jauh lebih cepat di bandingkan dengan berjalan di gang sempit, hal ini juga berlaku dalam terhubung.
Permohonan atau pesan yang anda sampaikan bagai di antar dengan surat kilat khusus tercatat. Dengan kata lain pesan tersebut pasti sampai ke tempat yang di tuju. Bentuk penyampaian, permohonan dapat dilakukan dalam bentuk menyatakannya dalam hati, menyatakannya secara lisan, dalam do’a, menulis di buku khusus atau papan tulis dan masih banyak cara lainnya, dalam hal ini tidak ada batasan. Namun dari semua bentuk penyampaian, yang kami anjurkan pada tahap awal adalah kombinasi antara do’a dan tulisan. Setelah anda menyampaikan permohonan melalui do’a, tulislah permohonan tersebut di suatu tempat yang dapat di lihat lagi suatu saat. Fungsinya adalah sebagai alat pengingat bahwa anda pernah mengajukan permohonan tersebut. Sesuai dengan target waktu yang anda tentukan, tulisan tadi dapat di lihat kembali untuk mengonfirmasi apakah permohonan yang anda ajukan telah terlaksana.

3.AKSI
Setiap ada keinginan harus disertai dengan usaha. Usaha yang dilakukan
Hendaknya dengan kemampuan terbaik yang bisa anda perbuat.Tidak usah memaksakan diri, berusahalah sebagaimana anda yakin bahwa hal anda inginkan pasti tercapai.
Usaha merupakan bentuk pernyataan bahwa anda memang benar-benar menginginkannya. Dengan demikian lingkungan dan alam semesta tidak segan untuk bergerak bersama anda untuk mewujudkannya, kata Pak Yohanes Surya, PhD Mestakung ( Semesta mendukung ). Biasanya usaha yang anda lakukan dalam 5 langkah sederhana ini tidak akan menemui hambatan yang berarti. Semuanya berlangsung dengan lancar seperti yang anda harapkan. Percayalah memang anda berhak menerima hasil dari usaha anda ini Insya Allah.

4.CINTA KASIH DAN KEBIJAKSANAAN
Setelah berusaha, tunggu hasil dari “ PENGAJUAN PROPOSAL “ anda. Sangat penting bagi anda untuk selalu berada dalam keadaan cinta kasih tanpa pamrih dan kebijaksanaan dalam setiap kesempatan.
Jalani hari-hari anda dengan penuh cinta kasih, mulai dengan sesuatu yang sederhana, TERSENYUMLAH KEPADA SETIAP ORANG YANG ANDA TEMUI. Senyuman akan memancing cinta kasih dalam setiap orang, sapa semua orang dengan hangat, termasuk orang-orang “ kecil ” di sekitar anda. Dengan memberikan senyuman atau sapaan bagi tukang parkir, cleaning service dll, di tempat anda bekerja akan membuat mereka merasa diperhatikan. Sebagai balasannya mereka akan selalu mengingat anda. Cinta kasih tanpa pamrih dapat anda sebarkan dalam bentuk yang terlihat, seperti tegur sapa, memberikan sumbangan, mendengarkan keluh kesah orang lain, berbagi kue yang anda makan, membantu orang yang mengalami kesulitan atau bahkan memberi makan kucing di depan rumah anda. Selain itu cinta kasih tanpa pamrih juga dapat disebarkan dalam bentuk yang tidak terlihat seperti mendo’akan untuk kebaikan orang lain, yang merupakan bentuk cinta kasih tanpa pamrih yang nilainya sangat luar biasa. Ada cara khusus yang sangat kami anjurkan untuk menyebarkan cinta kasih tanpa pamrih. Sediakan waktu untuk melakukan Dzikir muroqobah 15 – 20 menit setiap harinya. Setiap selesai dzikir muroqobah alirkan energy yang berlebih pada diri anda untuk bumi beserta isinya. Lakukan ini dengan rutin sebagai bentuk rasa terima kasih dan cinta kasih tanpa pamrih anda kepada bumi tempat tinggal kita ini.
Semua bentuk pemberian anda akan mendapatkan balasan, bila anda memberikan energy yang bersifat positif maka sebagai balasannya anda pun akan mendapatkan energy positif pula. Ingatlah konsep bahwa kita semua sebenarnya satu dengan alam semesta. Segala bentuk cinta kasih yang anda berikan kepada sesama manusia, binatang, tumbuhan maupun bumi ini akan sampai ke alam semesta. Alam semesta akan memberikan balasan dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah mewujudkan keinginan anda. Selain cinta kasih tanpa pamrih, kebijaksanaan juga memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan 5 langkah ini. Tanda seseorang sudah siap untuk menerima apa yang ia inginkan adalah dimilikinya kebijaksanaan yang sesuai untuk keinginan tersebut.
Bagaimana cara untuk memperoleh kebijaksanaan ? tidak ada jalan lain, anda harus membiasakan hidup di dalamnya. Belajar untuk selalu berpikir dan bertindak benar serta adil dengan standar tertinggi suara hati anda. Dengarkanlah Tuhan berbicara dari “ Hati “ anda. Usahakan untuk sekalipun mengabaikan petunjukNya. Memang godaan di dunia ini untuk berbohong dan berbuat curang sangatlah besar. Saat ini tidak terlalu mudah menemukan orang baik dan jujur, tetapi kami yakin pada dasarnya semua manusia mempunyai suara hati yang murni, karena lama diabaikan, suara hati ini tidak mudah untuk di dengar. Anda dapat memulainya dari diri anda sendiri dengan selalu mengikuti suara hati yang murni, kebijaksanaan akan tumbuh dan menjadi bagian dari diri anda, bila kebijaksanaan sudah anda dapatkan, tidak ada lagi hambatan untuk menerima apapun yang anda inginkan.

5.MENERIMA
Langkah terakhir dalam 5 langkah sukses ini adalah menerima. Yang dimaksud adalah menerima dengan pasrah apapun hasil dari semua langkah yang telah dilakukan. Pasrah adalah bentuk keyakinan anda kepada Allah Subhnahuwata’ala dan sebagai bentuk kebijaksanaan yang menandakan bahwa anda telah siap menerima apa yang telah anda cita-citakan.
Dalam menerima, ada hal yang perlu anda perhatikan yaitu “ detachment “ atau Ketidakterikatan dengan hasil yang akan anda terima. Yang perlu anda lakukan adalah berdo’a dan berusaha, tidak perlu merisaukan hasilnya, karena Sang Maha Pencipta pasti akan memberikan yang terbaik untuk anda. Semakin anda merisaukan hasilnya, semakin sulit anda menerima hasil yang baik, karena kerisauan akan memberikan energy yang tidak harmonis kepada permohonan anda.
Langkah-langkah yang di ajarkan ini adalah pedoman sederhana untuk anda yang baru memulai mengakses energy cinta kasih tanpa pamrih yang murni melalui Dzikir qolbu. Saat anda sudah terbiasa hidup dalam kebijaksanaan dan cinta kasih tanpa pamrih serta Dzikir qolbu sudah merupakan bagian dari hidup anda sehari-hari, semua langkah di atas sudah otomatis terjadi dengan sendirinya. Lakukan 5 langkah ini untuk mewujudkan keinginan, harapan dan cita-cita anda, kami Cuma berpesan gunakanlah “ KEKUATAN DAHSYAT “ anda dengan bijaksana.

Continue reading...

Meditasi energi dari REIKI QRAK

Sun, Nov 9, 2014

Comments Off

Meditasi energi dari REIKI QRAK

Bismillahirrohmanirrohim..
Siswa Majelis NAQS dan sudara/ri sekalian yang saya hormati. Dalam kesempatan ini kami mempersembahkan sebuah konsep energi dari REIKI QRAK. Semoga dapat menambah wawasan dan memperkaya ilmu pengetahuan yang telah di peroleh selama ini. Dan khusus untuk siswa majelis NAQS, saya berpesan. Bahwa apa yang telah kalian peroleh itu adalah inti keilmuan dan induk dari ilmu metafisika apapun di dunia. Sehingga secara otomatis anda juga dapat melakukan dan mengaplikasikan konsep energi dari aliran manapun yang ada di dunia ini, sejauh keilmuan tersebut selaras dengan spirit ke ilmuan yang ada di Majelis NAQS.
Metode di Majelis NAQS adalah pendekatan revolusioner dalam spiritualitas. Setiap siswa Majelis NAQS diberi kesempatan untuk melakukan ekplorasi dan dituntut untuk mandiri dan mampu menghadapi masalah yang dihadapi. Peran pengasuh pasca aktivasi dan attunement adalah untuk memberikan arahan (jika perlu) serta layanan konsultasi agar siswa mampu memecahkan masalah yang mereka hadapi. Pengasuh bukanlah pihak yang bertanggung jawab atas permasalahan yang dihadapi siswa, melainkan siswa sendirilah yang bertanggung jawab atas permasalahan kehidupan yang mereka hadapi. Kemandirian hanya bisa dicapai jika para siswa mendapat bantuan yang seminim mungkin dalam menyelesaikan masalah mereka sendiri.
Sekedar sebagai panduan, ilmu-ilmu yang selaras dengan ilmu NAQS di antaranya adalah :
1. Konsep Aplikasi Energi Reiki, namun sebatas aplikasinya saja. Sedangkan untuk meditasinya gunakanlah meditasi kita sendiri (MEDITASI TAFAKKUR, MEDITASI TAWAJJUH, & UZLAH BATINIAH)
2. Tenaga Dalam Dasar, sebatas pemanfaatan tenaga prana, ilmu pernafasan, pemanfaatan energi pribadi CIPTA RASA KARSA.
3. Ilmu Psikologi Modern, Hipnotherapy dan NLP.
4. Ilmu metafisika modern, dll. Sebaiknya konsultasi dulu dengan pengasuh.
Intinya adalah, untuk mempunyai daya linuwih itu tidak perlu mengorbankan kehidupan kita di akhirat. tekhnik NLP juga tekhnik tenaga dalam dasar itu adalah tekhnik ilmu psikologi biasa. yang bisa dimanfaatkan untuk kebaikan diri sendiri dan umat manusia. sedangkan tekhnik-tekhnik ilmu hikmah dan kesaktian itu sdh mengandung unsur bahaya. karena kalau salah langkah, maka jiwa kita akan tergadaikan ke alam jin. Efeknya sama dg orang yg punya ilmu pesugihan. Yaitu RUH kita akan menjadi budak mereka di alam JIN.
Energi Natural dan Energi Kultivasi Reiki QRAK
Energi Natural adalah energi alam semesta biasa yang terdapat di manapun di alam semesta ini.
Contoh energi natural adalah:
– energi batu kristal
– energi prana
– energi reiki
– seluruh energi alam
– energi tumbuhan
– energi orgonite
– dll
Karena energi natural adalah energi biasa yang terdapat dialam semesta, maka energi natural bisa diakses oleh siapapun orang yang mengetahui cara mengaksesnya.
Energi Kultivasi adalah energi natural yang berevolusi menjadi energi pemurnian. Energi kultivasi hanya dapat dihasilkan melalui hukum-hukum kultivasi energi. Tidak sembarang orang dapat mengakses energi kultivasi kecuali orang tersebut berhasil menguasai hukum-hukum kultivasi energi sehingga dia mampu mengevolusikan energi natural menjadi energi kultivasi.
Hukum-hukum kultivasi energi itu sangat rumit dan kompleks, mencakup hukum penciptaan alam semesta.
Didunia ini sangat jarang ada orang yang mampu menemukan system kultivasi sendiri, kebanyakan manusia menjalankan system kultivasi yang telah ditemukan oleh Kultivator Sejati yang pernah turun ke muka bumi ini. Energi kultivasi memiliki fungsi untuk memurnikan tubuh, apakah itu tubuh fisik, jiwa, roh, dan lain sebagainya tergantung dari jenis energi kultivasi yang dibangkitkan.
Avatar, Dewa, Budha, Tao, Ascended Master, Chohan, Insal Kamil, Manusia Sempurna adalah contoh dari tubuh kultivasi yang telah mencapai kesempurnaan.
Untuk sistem energi natural sangat mudah dipelajari, semua mahkluk termasuk jin mudah mengaksesnya sehingga sistem energi natural rawan terinfeksi jin hingga tingkat kerawanan mencapai 99,99 %. Dan sebaliknya sistem energi kultivasi sangat sulit dilakukan karena mencakup sistem pemurnian diri, termasuk sistem pemurnian diri dari infeksi jin, tidak sembarang orang dapat melakukannya dan jin pun tidak dapat mengaksesnya karena akan termusnahkan oleh sistem kultivasi itu sendiri. Sehingga tingkat keamanan sistem kultivasi dari infeksi jin mencapai 99,99 %.
Berkenaan dg hal tersebut bagaimana halnya jika sistem energi natural diajarkan dan diberikan oleh sembarang master/pengajar, bukankah sangat berbahaya. Untuk itu silahkan cek sang master pengajar energi natural apakah terbebas dari tempelan jin?
Menciptakan sistem kultivasi tanpa tahu hukum kultivasi adalah mustahil.
Seringkali orang tergiur menciptakan sistem kuktivasi tetapi tidak tahu caranya. Akhirnya mereka mengambil jalan pintas, mengundang mahkluk suci untuk mengajarkan mereka sistem kultivasi. Dalam kondisi kotor bagaimana mungkin memastikan bahwa yang datang mahkluk suci. Seringkali yang datang adalah jin/iblis. Dalam kondisi penuh hawa nafsu & keterikatan hati seringkali jin datang menggoda menyamar menjadi mahkluk suci memberikan inisiasi, bahkan seringkali inisiasi illegal lewat mimpi dan lewat meditasi. Sungguh sulit lari dari kejaran tipu muslihat iblis sampai keujung lubang jari sekalipun.
Menciptakan sistem kultivasi hanya bisa dilakukan oleh sedikit orang bahkan seringkali dalam beberapa masa kehidupan hanya ada 1 orang saja.
Untuk itu belajar sistem energi tidak mudah, penuh jebakan bahkan banyak pengajar yg tidak bertanggung jawab menggunakan kesempatan thdp murid dan calon murid. Untuk itu gunakan selalu hatinurani dan mata ketiga untuk mendeteksi kebenarannya.
Sistem energi natural jika telah terinfeksi jin maka pasti bertentangan dengan sistem QRAK.
Sistem energi kultivasi jika diberikan oleh jin yg menyamar menjadi mahkluk suci maka sistem tersebut merupakan sistem kultivasi iblis dan sudah pasti bertentangan dengan QRAK.
(sumber : http://qrak.multiply.com/reviews/item/20 )
Demikianlah sedikit tambahan wawasan tentang konsep energi dari Reiki QRAK, semoga bermanfaat adanya.
Wabillahi Taufik Wal Hidayah
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokatuh.
MAJELIS CAHAYA QALBU SIRRULLAH

REIKI dan TASAWUF
Assalamualaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh.
Bismillahirrohmanirrohim.
Energi dari Nur Sirrullah adalah energi yang bersumber dari khasanah ilmu tasawuf, oleh karena itu untuk memperoleh manfaat dan hasil yang maksimal dari ilmu NAQS maka harus memahami betul spirit dan cara kerja pengolaham energi di dalam tradisi ilmu Tasawuf. Dan kali ini saya tampilkan ulasan tentang REIKI yag mempunya spirit dan cara kerja yang hampir sama dengan ilmu NAQS. Sekedar sebagai gambaran tentang Ilmu NAQS.
TASAWUF DAN REIKI
Tasawuf dan Reiki merupakan olah spritual yang keduanya mempunyai implikasi positif bagi kualitas hidup manusia, baik secara fisik, psikis, maupun spiritual. Energi Reiki disediakan Allah di alam semesta. Ia bisa diakses oleh siapa saja untuk membersihkan dan menyelaraskan tujuh lapis tubuh manusia ; tubuh fisik, psikis, atau emosi, mental, intuisi, atma, cahaya (monade) maupun tubuh spiritual. Hal yang sama juga menjadi perhatian dalam Tasawuf dengan upaya Tazkiyyah Al Nafs (penyucian jiwa) melalui jalan takhalli (pembersihan diri dari energi negatif) dan tahalli (pemurnian diri dengan energi positif).

Reiki dan Tasawuf merupakan dua tradisi, yang di samping memiliki perbedaan-perbedaan historis dan keterikatannya dengan tradisi agama tertentu juga memiliki persamaan-persamaan . Perbedaan itu terletak pada pengembangan Reiki yang tidak dikaitkan dengan praktik agama tertentu, sedangkan Tasawuf terlahir dari rahim Islam dan menjadi bagian integral dari manifestasi Islam. Tasawuf adalah spiritualisme Islam yang juga sering disebut sufisme (paham orang-orang sufi). Praktisi Tasawuf disebut SUFI.
Adapun persamaan kerangka epistemologis antara praktik spiritual Tasawuf dan Reiki dapat dijelaskan sebagai berikut :
Pertama, baik di dalam Tasawuf maupun Reiki, keduanya mengenal ritual awal yang disebut inisiasi (attunement, ijazah). Seorang calon murid baru akan menjadi murid dan praktis dapat menjalankan pola olah psiko-spiritual setelah mendapat attunement (penyelarasan) oleh master Reiki. Begitu juga di dalam Tasawuf, identitas sebagai murid Thariqah baru dimiliki setelah melakukan bai’at (sumpah setia) yang kemudian oleh master sufi (syaikh, mursyid atau khalifah) seorang murid diberi wewenang dalam bentuk ijazah untuk mengikuti laku-laku spiritual. Inisiasi (attunement, ijazah) ini merupakan ritual universal dalam seluruh lembaga tarekat dan reiki. Inisiasi dimaksudkan untuk menyelaraskan organ-organ ruhani calon murid agar dapat melakukan aktifitas dalam tradisi spiritual yang akan dijalani.
Dengan demikian, jelas bahwa secara epistemologis, ilmu dasar spiritual dalam Tasawuf dan Reiki diperoleh melalui Transfer Energi “Langit” yang hanya dapat dilakukan oleh seorang master Reiki (dalam tradisi reiki) dan master sufi atau mursyid (dalam tradisi tasawuf) atas izin Allah Subhahuwata’ala . Selanjutnya, pengembangan teori spiritual di dapat melalui pelajaran dan pengalaman individual.
Kedua, persamaan yang dimiliki Tasawuf dan Reiki adalah sikap no mind atau tawakkal sebagai sikap baku. Hanya dengan sikap no mind (pasrah kepada prakarsa ilahi, tanpa menggunakan kekuatan pikiran) praktik Reiki dan Tasawuf dapat dilakukan. Energi Reiki akan bekerja dengan kecerdasannya secara otomatis sesuai niat praktisi tanpa perlu diatur oleh praktisi.
Ketiga, konsep-konsep spiritualitas yang tinggi yang ditekankan dalam Tasawuf dan Reiki adalah menuju kesadaran ruhaniyyah, yaitu kesadaran bahwa manusia tidak sekedar makhluk fisik-jasmaniah. Kesadaran ini begitu penting untuk peningkatan kualitas spiritual manusia. Karena itulah maka keduanya memiliki pola-pola ritual khusus seperti dzikir dan meditasi (muraqobah) untuk meningkatkan kesehatan, keselarasan dan keseimbangan dalam arti luas. Keduanya memiliki paradigma dasar bahwa penting bagi manusia untuk menarik energi ilahi untuk membersihkan diri (self healing) dengan cara pembersihan tubuh dari segala bentuk energi negatif (takhalli) dan menghias diri dengan energi positif (tahalli). Tasawuf dan Reiki memiliki basis psikologis yang sama, yaitu upaya untuk mengakses energi Allah Subhnahuwata’ala , yang disebut energi ilahi (reiki) atau di dalam Tasawuf disebut Nur Muhammad dan menyalurkannya untuk penempaan bathin. Hal ini dimaksudkan untuk perluasan kesadaran menuju kesadaran yang lebih tinggi dari sekedar kesadaran sebagai makhluk fisik.
Keduanya memiliki tujuan eksistensial yang sama, yaitu meneguhkan manusia sebagai makhluk dwi tunggal. Tasawuf merupakan olah spiritual untuk pembersihan diri menuju kesucian sebagai prasyarat pendekatan kepada Allah SWT. Hal yang sama juga merupakan tradisi baku Reiki yang ditujukan untuk pembersihan diri dari berbagai bentuk energi negatif (penyakit fisik, psikis, dan energi negatif yang menghambat spiritualitas) . Pembersihan diri dari energi negatif dalam bentuk apa pun dan peningkatan spiritualis adalah tujuan dari Tasawuf dan Reiki. Munculnya kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh sebagian praktisi Tasawuf maupun Reiki juga menjadi persoalan inheren dalam tradisi keduanya.
Pencerahan Ruhaniyyah hanya didapatkan dengan evolusi spiritual, yaitu peningkatan spiritualitas dari maqom kehidupan yang berorientasi jasmaniah menuju kehidupan yang berorientasi Ruhaniyah Ilahiah.
(Disarikan oleh Jokotry dari Buku Mukjizat Tasawuf Reiki, karya Syamsul Bakri)
sumber: http://www.everythingispossible.co.cc/2010/08/tasawuf-dan-reiki.html
Tinjauan Khusus dari Pengasuh Majelis NAQS
Ulasan di atas memang ada benarnya, namun tidak 100% benar. Mungkin pendapat saya ini dikatakan fanatik, itu tidak apa-apa. Kita semua bebas berpendapat sesuai dengan keyakinan masing-masing. Dan apa yang saya sampaikan ini sekedar wacana saja. tanpa bermaksud merendahkam suatu aliran Kepercayaan dan agama tertentu.
Coba mari kita kaji satu persatu :
1. SUMBER ILMU
Ilmu reiki bersumber dari praktik spiritualisme Hindu Tibet, yang kemudian dikembangkan oleh Dr. Mikao Usui di jepang. Ilmu Tasawuf bersumber dari spiritualisme agama Islam, yang di kembangkan oleh para Syaikh Mursyid Tharekat. Jadi keduanya bersumber dari suatu pelajaran agama. Sehingga walaupun reiki tidak lagi membawa atribut agama, tetapi metode meditasi yang digunakan adalah tetap bersumber dari agama tempat Reiki berasal. Dan metode itu juga sampai sekarang masih menjadi metode utama dalam olah spiritualisme di tempat asal Reiki.
2. Silsilah Keilmuan.
Baik Reiki maupun Tasawuf mempunyai tradisi untuk menjaga silsilah keilmuan. Yang merupakan garis riwayat penurunan ilmu. Tradisi ini sangat penting dikarenakan untuk menjaga kemurnian energi keruhanian yang dibawa oleh seorang MASTER REIKI, jadi bukan sekedar riwayat sekolah saja.
Contoh :
1. Silsilah Reiki Master YAYASAN PRANA INDONESIA :
• Dr. Mikao Usui (Penemu Reiki Modern).
• Dr. Chujiro Hayashi (1941).
• Hawayo Takata (1900 – 1980).
• Phyllis lei Furomoto.
• John Lacks.
• Annie Singing Star.
• Cynthia Rose Young Schlosser.
• Adrianne N. Cobb.
• Lori George
• Ismail I. Ishaq, Ph.D.
(sumber : Buku Mengenal Usui Reiki I & II by Ismail Iskandar Ishaq, Ph.D.)
2. Sanad kemursyidan KH.Abdul Wahhab Mahfudhi mursyid Thariqah Qodiriyah wan Naqsyabandiyah yang juga pengasuh pondok pesantren “ Asy-Syarifah” , Brumbung, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
KH.Abdul Wahhab Mahfudhi dari Syaikh Ihsan dari Syaikh Muhammad Ibrahim dari Syaikh Abdul Karim Banten dari Syaikh Ahmad Khotib Sambas dari Syaikh Syamsudin dari Syaikh Muhammad Murodi dari Syaikh Abdul Fath dari Syaikh Utsman dari Syaikh Abdurrahim dari Syaikh Abu Bakar dari SyaikhYahya dari Syaikh Hisamudin dari Syaikh Waliuddin dari Syaikh Nurrudin dari Syaikh Sarofudin dari Syaikh Samsudin dari Syaikh Muhammad Al-Hatak dari Syaikh Abdul Aziz dari Sulthonul Auliya’ Sayyidisy Syaikh Abdul Qodir Al-Jilaniy dari Syaikh Abi Sa’id Al-Mubarak bin Mahzumi dari Syaikh Abul Hasan Ali Al-Makari dari Syaikh Abu Farh At-Thurtusiy dari Syaikh Abdul Wahid At-Taimi dari Syaikh Siir As-Saqthi dari SyaikhAbu Bakar As-Syibli dari Syaikh Sayyidi Thoifah Ash- Shufiyah Abul Qasim Al-Junaid Al-Baghdadi dari Syaikh Ma’ruf Al-Kurkhi dari Syaikh Abu Hasan Ali Ar-Ridlo bin Musa Ar-Rofi dari Syaikh Musa Al-Kadhim dari Syaikh Sayyidina Al-Imam Ja’far Ash-Shadiq dari sayyidina Muhammad Al-Baqir dari sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin dari sayyidina Asy-Syahid Husein bin Sayyidatina Fatimah Az-Zahro’ dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib dari Sayyidil Mursalin wa Habibi Rabbil-‘Alamin wa Rasulillah ila Kaffatil- Khola-iq Ajma’in Muhammad Saw dari sayyidina Jibril AS dari Rabbul-Arbab wa Mu’tiqur Riqab Allah Swt.
sumber : Thoriqoh Indonesia
POKOK PERMASALAHAN
Yang menjadi pokok permasalahan sebenarnya adalah hakikat energy keruhanian yang dibawa oleh Reiki, benarkah ini Energi Ketuhanan ataukah sekedar Energi Metafisika dari Alam Semesta…?? Benarkah Energi Ilahiah dari reiki itu sama dengan energi Nur Muhammad…??? Benarkah Energi Alam Semesta itu identik dengan Energi Nur Muhammad…?? Dan bisakah Energi Nur Muhammad itu di akses oleh sembarang orang tanpa memperhatikan kualitas spiritualnya…?? Bisakah Energi Nur Muhammad ini di akses oleh MASTER selain Islam..?
Sebagaimana kita umat Islam meyakini bahwa Islam adalah agama terakhir, Islam bukan sebagai agama baru. Namun sebagai penyempurna dari semua agama di era sebelum Nabi Muhammad SAW. Perjalanan spiritual dari Nabi Muhammad SAW adalah Puncak pencapaian spiritual dari umat manusia sejak Nabi Adam diciptakan. Dan dengan datangnya Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad, maka seharusnyalah berakhir pula era kenabian yang lain berikut dengan segala ajarannya.
Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah aku ridhai Islam sebagai agama bagi kamu.
(QS Al Ma’idah [5]:3)
sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu:
((وَ الَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ ! لاَ يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُوْدِيٌّ وَ لاَ نَصْرَانِيٌّ , ثُمَّ يَمُوْتُ وَ لَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ, إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ))
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah mendengar tentangku salah satu dari umat ini, baik ia Yahudi dan Nashrani, kemudian ia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang diturunkan kepadaku, melainkan ia menjadi penghuni neraka”.
Nabi Muhammad SAW tidak hanya diturunkan untuk sekedar membawa sebuah kitab saja, namun hakikat dari itu semua adalah beliau turun membawa Cahaya Petunjuk, Nur Islam, Nur Iman, Nur Ilmu, Nur Allah, Nur Muhammad.
“Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan”. (Al-Maaidah, ayat 15)
“Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An Nuur, ayat 35)
Pertanyaannya adalah, seandainya agama-agama yang dahulu itu masih ada NUR-nya, lalu untuk apakah Nur Islam diturunkan oleh Allah…?
Ataukah memang agama-agama sebelum Islam hakikatnya tinggal kitabnya saja, sedangkan hakikat Nur Ilahiahnya sudah tiada lagi..??
Ataukah hanya sekedar dikarenakan isi kitab yang sudah tidak otentik lagi…??
Masih sambungkah secara TAHQIQ (Tegak lurus tanpa terputus) sanad keilmuan Reiki, hingga sampai kepada Tokoh spiritual yang mencetuskan Sumber keruhanian dari spiritualisme (Agama) yang dijadikan sumber ilmu Reiki…?
Wallahu a’lam…
Ingatlah akan hadis Sabda Nabi tentang bagaimana cara Allah mencabut sebuah Ilmu dari muka bumi.
“Sesungguh Allah tdk mencabut ilmu dgn sekali pencabutan begitu saja dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dgn mematikan para ulama, sehingga tatkala tdk ada lagi orang alim, manusia akan mengangkat orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya (tentang ilmu) kemudian mereka pun memberi fatwa tanpa berdasarkan ilmu, sehingga (akibatnya) mereka sesat dan menyesatkan.”
[Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya, kitab Al-Iman 100]
Jadi semuanya ini kembali pada konsep keTuhanan yang dibawa oleh masing-masing Agama. Karena definisi Hakikat Tuhan tidak sama diantara semua agama dan aliran kepercayaan. Dan bila konsep KeTuhanan sebagai pokok awal dari Tujuan beragama sudah beda, maka inti konsep peribadatannyapun tidak akan sama pula.
Benar…. bahwa Tuhan itu hanya satu, benar pula. pendapat yang mengatakan bahwa hakikat semua agama adalah menuju Tuhan yang sama. Tetapi samakah Konsep Ketuhanan yang ada di kepala setiap orang….???
Demikianlah sekedar wacana kita tentang Energy Ketuhanan yang dibawa Reiki, semuanya kami kembalikan kepada kebijaksanaan masing-masing. Semoga bermanfaat adanya..
Wabillahi Taufik wal hidayah.
Wassalamu ‘alaikum warohmatullahi Wa Barokatuh
LAMPIRAN :
1. Firman Allah dan hadits Nabi :
“Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan”. (QS. Al-Maaidah, ayat 15)
“Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An Nuur, ayat 35)
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
“Dan sungguh Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah saja dan jauhilah thaghut itu”(An Nahl 36)
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّ قُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Katakan (hai orang-orang mukmin): Kami beriman kepada Allah dengan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada Nabi-Nabi dari Tuhannya. Kami tidak membedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk (muslimin) patuh kepada-Nya” (Al Baqarah 136)
sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu:
((وَ الَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ ! لاَ يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُوْدِيٌّ وَ لاَ نَصْرَانِيٌّ , ثُمَّ يَمُوْتُ وَ لَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ, إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ))
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah mendengar tentangku salah satu dari umat ini, baik ia Yahudi dan Nashrani, kemudian ia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang diturunkan kepadaku, melainkan ia menjadi penghuni neraka”.
Firman Allah Ta’ala:
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya dan ia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi” (Ali Imran 85)
وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Dan Ibrahim telah mewasiatkan kepada anak-anaknya,demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): Wahai anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu. Maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan sebagai muslim” (Al Baqarah 132)
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya. (QS Al ‘Alaq [96]:1-5)
Katakanlah “Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta. Dia tidak beranak dan tidak (pula) diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya”. (QS Al Ikhlash [112]:1-4)
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
(QS Ali Imran [3]: 190)
Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah aku ridhai Islam sebagai agama bagi kamu.
(QS Al Ma’idah [5]:3)
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan terhadap apa yang kami turunkan (Al Qur’an) kepada hamba Kami (Muhammad), maka datangkanlah suatu surat (saja) yang semisalnya; dan ajaklah pembantu-pembantu kamu selain dari allah, jika kamu memang orang-orang yang benar. (QS Al Baqarah [2]:23)
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. (QS Ar Ra’d [13]: 11)
Tidak ada paksaan dalam agama (Islam) (karena) sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. (QS Al Baqarah [2]: 256)
2. SEKILAS TENTANG REIKI
A. PENGANTAR
Reiki berasal dari bahasa jepang, Rei berarti alam semesta, dan Ki berarti energi vital. Jadi Reiki berarti energi vital dari alam semesta. Kundalini berasal dari bahasa sansekerta, yaitu : gulungan (bentuk kundalini berupa gulungan ular yang tidur melingkar). Kundalini sesungguhnya adalah energi spiritualitas berupa gulungan energi yang “tertidur” yang terletak di tulang sacrum, dasar tulang belakang manusia. Sedang cakra Ilahi adalah energi dari cakra-cakra diatas kepala manusia. Getarannya lebih tinggi daripada reiki. Jadi Reiki/cakra ilahi dan kundalini adalah sebuah tehnik yang mempelajari penggunaan dua energi. Pertama energi alam semesta adalah energi yang sangat bagus untuk kesehatan dan penyembuhan. Energi ini bagus untuk pembersihan tubuh. Pembersihannya dimulai dari atas ke bawah, sedangkan pembersihan kundalini dari bawah ke atas. Untuk dapat menyalurkan energi, seseorang harus diattunement oleh master. Attunement adalah proses penyelarasan pola dan getaran energi seseorang dengan pola dan getaran energi alam semesta. Setelah diattunement, seseorang dapat menyalurkan energi untuk diri sendiri dan orang lain selama seumur hidup. Reiki tidak bertentangan dengan agama manapun. Pengobatan dengan Reiki/chakra Ilahi dilakukan dengan cara meletakkan tangan pada tubuh atau di atas tubuh. Selama pengobatan kita hanya bersikap pasrah, santai dan relaks. Dengan pasrah dan santai, energi semakin lancar mengalir masuk ke tubuh. Selebihnya serahkan kepada Tuhan karena Dia yang mengerjakannya.
B. SEJARAH REIKI
Reiki ditemukan kembali oleh Mikao Usui pada tahun 1922. Ia suka melakukan meditasi secara rutin. Untuk memperdalam meditasi dia tinggal di biara San Mon di gunung Kurawa, Kyoto, Jepang. Lalu ia melakukan puasa dan meditasi selama 21 hari. Pada hari terakhir meditasi, ia merasakan suatu energi yang sangat dahsyat menembus memasuki tubuh dari atas kepalanya.Itulah attunement yang pertama dan penemuan kembali teknik penyembuhan kuno yang dahsyat.
C. MANFAAT DEO REIKI
1. Mendekatkan diri dengan Tuhan
2. Menjaga kesehatan
3. Menyembuhkan fisik, emosi dan mental
4. Melindungi dari unsur negatif
5. Mencegah stress
6. Membantu meditasi
7. Menghaluskan kulit
8. Meningkatkan kecerdasan
D. KELEBIHAN DEO REIKI
1. Mudah dilatih dan dipelajari
2. Tidak ada pantangan
3. Energi mengalir secara cerdas dan otomatis
4. Tidak menular
5. Tidah menguras energi
E. TINGKATAN DEO REIKI
1. Reiki level 1:
– pengobatan diri sendiri dan orang lain
2. Reiki level 2:
– pengobatan jarak jauh
– pembangkitan/shaktivat kundalini
– penggunaan simbol
3. Reiki level 3:
– pengobatan massal
– pembuatan program
4. Cakra ilahi level 1 – 15:
– getaran energi cakra Ilahi lebih tinggi dari pada Reiki karena butiran energinya lebih halus
– pintu masuknya cakra Ilahi adalah cakra tinggi, yaitu: cakra di atas cakra mahkota
F. CARA TERIMA ATTUNEMENT JARAK JAUH
1. Anda sebaiknya mempunyai buku Reiki, Kundalini, dan Cakra Ilahi
2. Print / cetak foto saya (bisa di buku). Letakkan foto saya di depan anda dan pandang sesaat
3. Duduk dikursi / posisi bersila, punggung lurus
4. Tangan nempel dipaha dengan telapak tangan menghadap ke atas atau terbuka
5. Pasrah, santai, relax. Berdoa mohon bimbingan Tuhan
6. Ucapkan affirmasi dengan mulut secara perlahan-lahan:
a) Reiki level 1, 2, 3
Affirmasi: ” Saya niat menerima attunement (baca:ecunmen) Reiki level …..(level: 1,2, atau 3) dari Master Eko Heru. Terima kasih ” (3x)
b) Cakra Ilahi level 1 – 15 (harus reiki 3 dan kundalini sudah bangkit)
Affirmasi: ” Saya niat menerima attunement (baca:ecunmen) cakra ilahi level….(level: 1,2,3,…atau 15) dari Master Eko Heru. Terima kasih ” (3X)
7. Pejamkan mata dan diam selama min 15 menit
8. Bersyukur
G. CARA TERIMA PENGOBATAN JARAK JAUH GRATIS
1. Print / cetak foto saya (bisa di buku). Letakkan foto saya di depan Anda dan pandang sesaat
2. Duduk di kursi atau posisi bersila, punggung lurus
3. Tangan nempel di paha dengan telapak tangan menghadap ke atas atau terbuka
4. Berdoa, pasrah, santai
5. Ucapkan affirmasi:
” Dengan ijin Tuhan, saya niat menerima energi penyembuhan ilahi melalui Master Eko Heru. Terima kasih”
6. Pejamkan mata dan diam secukupnya
7. Bersyukur
(Bisa dilakukan dan diulang selama 24 jam)
H. JARAK ANTAR LEVEL
1. Jarak dari Reiki level 1 ke Reiki level 2 adalah minimal 1 minggu setelah melakukan latihan.
2. Jarak dari Reiki level 2 ke Reiki level 3 adalah minimal 21 hari setelah melakukan latihan R1.
3. Jarak antar level dari Cakra Ilahi bisa diterima sesuai jadwal.
I. KETERANGAN
1. Energi Cakra Ilahi level 1 = Cakra ke 8, Energi Cakra Ilahi level 2 = cakra ke 9, …….s/d……..,Energi Cakra Ilahi level 15 = cakra ke 22.
2. Rumus : Energi Cakra Ilahi + 7 Cakra Utama = Cakra ke…
3. Attunement Reiki level 2 sekaligus pembangkitan/shaktivat kundalini. Energi kundalini langsung ke cakra mahkota.
MATERI LATIHAN
(Singkat)
1. REIKI LEVEL 1
a. Self Healing
Affirmasi: “Saya niat menyalurkan reiki ke cakra….secara terus menerus.”(min 5 menit) Cakra: mahkota, ajna, tenggorokan, jantung, pusar, sex, dasar.
b. Grounding Affirmasi: “Saya niat menyalurkan reiki ke cakra dasar dengan energi reiki yang telah diperkuat hingga tidak terhingga kali lipat.”
2. REIKI LEVEL 2
a. Menaikkan Kundalini
Affirmasi : “Saya niat menyalurkan reiki ke pusat kundalini dengan energi reiki yang telah diperkuat hingga tidak terhingga kali lipat.”
b. Pemograman diri dengan reiki
Affirmasi : “Saya niat menyalurkan reiki ke cakra ajna agar …..(silahkan isi sendiri; contoh: sukses,rejeki lancar)
c. Penggunaan Simbol Reiki
Simbol-simbol yang di gunakan :
Cho-Ku-Rei, Sei-Hei-Ki, Hon-Sha-Se-Sho-Nen (penggunaan sama dengan buku reiki)
3. Reiki Level 3
a. Pengembangan cakra
Affirmasi : “Saya niat menyalurkan reiki ke simpul cakra ….. dengan energi reiki yang telah diperkuat hingga tidak terhingga kali lipat.”
b. Teknik Kundalini Lanjutan
# Teknik membuka gulungan kundalini lanjutan
Affirmasi : ” Saya niat membuka lebih banyak gulungan kundalini. Gulungan kundalini akan membuka secara otomatis per satu detik satu gulungan secara terus menerus dan untuk selamanya.”
# Teknik menaikkan energi kundalini
Affirmasi : “Saya niat menaikkan energi kundalini dari pusat kundalini di perinium, energi kundalini naik melalui jalur sushumna melewati 7 cakra utama dan energi kundalini menyembur dengan derasnya melalui cakra mahkota secara terus menerus dan untuk selamanya.”
# Teknik menyemburkan energi kundalini
Affirmasi : “Saya niat memutar cakra mahkota berlawanan arah dengan arah putaran jarum jam secara terus menerus dengan kecepatan putaran yang telah dipercapat hingga tidak terhingga kali lipat.”
# Teknik menyalurkan energi kundalini
Affirmasi : “Saya niat menyalurkan energi kundalini ke cakra dasar, sex, pusar, jantung, tenggorokan, ajna, mahkota dengan energi kundalini yang telah diperkuat hingga tidak terhingga kali lipat.”
c. Proteksi diri dengan sinar
Affirmasi : “Saya niat membuat selubung tubuh berbentuk elips dengan cahaya berwarna biru muda terang benderang secara terus menerus dengan kekuatan pancaran cahaya biru muda terang benderang yang telah diperkuat hingga tidak terhingga kali lipat.”
4. CAKRA ILAHI
a. Penyatuan cakra Ilahi dengan cakra jantung
Affirmasi : “Saya niat memanggil pribadi tinggi untuk bersemayam di cakra jantung.”
cara : Bukalah kedua tangan disamping kanan dan kiri tubuh kita dengan telapak tangan menghadap ke atas. Telapak tangan dinaikkan perlahan-lahan dan disatukan diatas kepala.
Lalu kedua telapak tangan diturunkan perlahan-lahan sampai ke cakra jantung dan berhenti beberapa saat. Lalu tangan dilepaskan.
b. Self Healing (penyembuhan diri sendiri)
Affirmasi : “Saya niat menyalurkan energi cakra Ilahi ke …. dengan energi cakra Ilahi yang telah diperkuat hingga tidak terhingga kali lipat.”
cakra : mahkota, ajna, tenggorokan, jantung, pusar, sex, dasar.
c. Penyembuhan untuk pasien
Affirmasi : “Saya niat menyalurkan energi cakra Ilahi untuk …. (nama pasien) dengan energi cakra Ilahi yang telah diperkuat hingga tidak terhingga kali lipat.”
d. Meditasi Bintang
Manfaat : untuk membuka cakra jantung selebar mungkin
Durasi : 5 menit
Cara : berdiri dengan kaki rapat, rentangkan kedua tangan ke kanan dan ke kiri, posisi telapak tangan terbuka ke atas. (Energi cakra Ilahi tidak menggunakan simbol karena vibrasinya cukup tinggi)
SELAMAT BERLATIH
sumber : LEMBAGA DEO REIKI PELATIHAN REIKI KUNDALINI DAN CAKRA ILAHI

Continue reading...

MEDITASI DAN RELAKSASI SUFI

Sun, Nov 9, 2014

Comments Off

MEDITASI DAN RELAKSASI SUFI

Sulaiman Al-Kumai M. Ag
FAKULTAS USHULUDDININSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGOSEMARANG
MEDITASI DAN RELAKSASI SUFI

PENDAHULUAN
Sasaran dan maksud dari muraqabah/meditasi adalah untuk memperagakan kehadiran terus-menerus ke dalam realitas.

Semakin seseorang memelihara pelatihan ini, semakinterungkapkan manfaatnya dalam kehidupan sehari-harinya sampai pada titik dia mencapaitataran fana dalam hadirat Allah subhnahuwata’ala .

Orang harus tahu betul bahwa Allah subhnahuwata’ala adalah jembatan Antara ilusi dan realitas dan dia berada di dunia ini hanya untuk tujuan itu. Jadi seutas tali yang khas yang diulurkan kepada setiap orang yang mencari kebebasan (dari ilusi), karena hanyaAllahlah yang dapat memberikan layanan sebagai penghubung antara seseorang yang masihterikat kepada dunia dengan Hadirat Ilahi.

Agar menjadi fana di hadapan dan keberadaannya adalah menjadi fana dalam kenyataan, dalam Hadirat Ilahi, karena memang sesungguhnya disitulah dia berada.Meditasi terdapat dalam berbagai agama dan budaya. Dalam islam diajarkan dalam tasawuf.

Ada beberapa kegiatan spiritual yang dapat dikategorikan sebagai meditasi dalam tasawuf, yaitu muroqobah, muhasabah, wirid, tafakur, zikir, doa, uzlah, dan i’tikaf.

RUMUSAN
MASALAH
Pengertian MeditasiMengapa Orang Melakukan MeditasiTerafi Melalui Meditasi SifiTeknik MeditasiMeditasi Dilihat Dari Ilmu MedisRelaksasiCara – Cara Meditasi

PEMBAHASAN
Pengertian MeditasiMeditasi berasal dari bahasa Inggris“meditation”yang kemudian diucapakan dalam bahasa Indonesia menjadi meditasi.

Karena di sesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
Sudirman Tebba, Meditasi Sufistik, Jakarta: Pustaka IrVan, 2007. Hlm. 2

Menurut etimologi meditasi berasal dari kata“meditari”
Yang artinya:merenungkan,meresapkan, atau mengunyah.
Menurut Jooseoef Souy’b,

meditasi adalah pemusatan ingatan dan pikiran kepada tujuan hingga tercapai ekstase (alfana), yaitu tercapainya rasa hening dan sunyi yang luar biasa atau sirnanya pikiran, perasaan atau kesadaran ke dalam kebesaran Dzat Allah.

Meditasi juga biasa digambarkan sebagai sebuh cara ilmiah mendekati diri kita sendiri melalui eksplorasi diri secara batin dan penyadaran diri. Sebuah proses eksprensial terhadap ketenangan pikiran (mind) dan menemukan esensi sejati, dalam keilahian, diri yang lebih tinggi, jiwa, atau kebijakan batin dan segala pengetahuan kita.

Pada level yang universal,meditasi adalah sebuah proses untuk mentranfortasikan dan memperluas kesadaran, yang pada puncaknya mencapai suatu keadaan yang mutlak kesadaran tanpa pertimbangan.(non judgement awareness).

Adapun langkah – langkah awal untuk menuju meditasi adalahkonsentrasi dan penghayatan.strategi utama dalam konsentrasi adalah terfokus pada aturan atau perintah tunggal dan secara konstan membawa mind (pikiran) berkeliling –obyek ini. sedangkan penghayatan, sebuah teknik dimana mind(pikiran) mengamati dirinya sendiri. Keduanya mencakup secara interpersonal perbuatan yang semata – mata dilakukan dalam satu waktu yang sama dan untuk mendisiplinkan mind serta melatih kembali perhatian (attention), secara sederhana menyaksikan apa yang muncul dalam kesadaran.Untuk menguasai diri dalam mencapai kebebasan yang sesuai apa yang di iginkan.Mengapa Orang Melakukan Meditasi Ketika meditasi menjadi mainstrem (arus utama) pada tahun 1900-an, ia diangapsebagai alat yang bermanfaat bagi memperbaiki kesehatan fisik, mental, emosional. Dan spiritual. Adapun manfaat yang dialami oleh seseorang yang pernah melakukan meditasi.,adalah:Penurunan stress.Merasa lebih damai dan harmonis.Lebih berenergi dan vitalitas diperbaharui.Keseimbangan emosional dan mental.
2 R.N.L.O’riordan; penerjemah: Sulaiman Ai-Kumai, Seni Penyembuh Alami: RahasiaPenyembuhan Melalui Energi Ilahi, Cet. 1, Bekasi: Gugus Press, 2002. Hlm. 198

Menghilangkan ketegangan dan memperoleh rileksasi.Berfungsi lebih efektif Terpusat dan stabil.Meningkatnya spiritual.Penyembuhan pikiran/tubuh/jiwa.Kedamaian tidak pernah basa ditemukan diluar diri sendiri. Ia hanya bisa ditemukan ketika kita belajar mengontrol tubuh-tubuh fisik, mental, dan emosional.secara sederhana perlu belajar menjadi diam, membiarkan mind mendengar dan menyerap. Agar apa yangdiperoleh dalam bermeditasi bisa terwujud apa yang menjadi tujuannya.

Terafi Melalui Meditasi Sufi Muraqabah.Muraqabah ialah konsentasi penuh waspada dengan segenap kekuatan jiwa, pikirandan imajinasi serta pemeriksaan yang denganya sang hamba mengawasi dirinya sendiri secara cermat. Selama muraqabah berlangsung sang hamba mengamati bagaimana Allah subhnahuwata’ala wujud dengan jelas dalam kosmos dan dalam dirinya sendiri.
Para penempuh jalan rohani merasakan bahwa muraqabah dalam hati menyebabkan dipeliharanya tingkah laku lahiriahnya.

Barangsiapa yang merasakan bermuraqabah secara terus menerus niscaya Allah subhnahuwata’ala akan memeliharanya
pada waktu sendirian maupun ditengah orang banyak.Muraqabah juga merupakan kontinuitas pengetahuan, kesadaran dan kenyakinan seseorang bahwa Allah subhnahuwata’ala selalu melihat dan mengawasi keadaannya baik batiniah maupun ruhaniah.

Disamping itu muraqabah juga ada kaitannya dengan mujahadah, yaitu perjuangan dan upaya spiritual melawan hawa nafsu dan berbagai kecenderungan jiwa rendah.Mujahadah adalah perang terus menerus yang disebut dengan perang besar (jihad alo-akbar).Perang ini mengunakan berbagai senjata samawi berupa mengigat Allah subhnahuwata’ala . Mereka yang sudah matang dalam menempuh jalan spiritual, yang sudah dekat atau mengenal Allah subhnahuwata’ala mengatakan bahwa mujahadah adalah permainan anak-anak. Sedangkan pekerjaan orang dewasa adalah pengetahuan ilahi.

Continue reading...

Menghancurkan Serangan Sihir

Sun, Nov 9, 2014

Comments Off


Menghancurkan Serangan Sihir

Semoga ridhoNya senantiasa menyertai Saudara semua.
Ijinkan saya membagi sedikit kaedah dalam menghalau sihir, sebagai berikut :

Ingatlah, bahwa tiada daya dan upaya kecuali yang berasal dariNya.
Artinya bahwa apabila terdapat serangan atau gangguan dari jin (satu satu sekelompok) maka ianya hanya bisa dikalahkan dengan berserah diri kepadaNya.
Mohon perlindungan dan kekuatanNya untuk mengalahkan dan menghancurkan serangan atau gangguan jin tersebut.

Dalam Sin Ilahi dan/atau Sin Hu, kita diajarkan untuk menghilangkan ‘kehendak’ diri sendiri, dan ‘meleburkan’ diri dalam Iradat (kehendak) Nya.
Itu hanya bisa dicapai/diperoleh dengan jalan melatih secara rutin ‘penyelarasan’ diri dengan qudrah dan iradatNya, salah satunya melalui jalan meditasi (muroqobah).

Ketika dihadapkan kepada gangguan/serangan jin, segera ‘fana’ (leburkan/hilangkan) ‘keakuan’ dan ‘selaraskan’ diri kepadaNya.
Allah subhnahuwata’ala akan memberikan ilhamNya, bagaimana cara mengalahkan/menghancurkan serangan/gangguan jin dan sihir tersebut.
Ikuti petunjuk itu, jangan menggunakan akal pikiran yang sangat terbatas kemampuannya.

Ada beberapa teknik yang boleh dipakai, namun sekali lagi gunakan jika memang Allah subhnahuwata’ala mengilhamkan untuk menggunakannya.
Jika tidak mendapatkan ilham tersebut, ‘bertahanlah’ dengan zikir Allah…..Allah atau Hu….Hu…….. sehingga turun ilham untuk melakukan perlawanan.
Teknis tersebut adalah :
1. Baca ayat 55 dari surat Al Ankabut, atau (bila sampai pada bacaan “Wayaquulu …….” camkan dalam kesadaran ruhani, bahwa Allah subhnahuwata’ala tengah berkata-kata)
2. baca surat al ikhlash (bila sampai kepada bacaan “Alloohush shomad” mohon agar Allah subhnahuwata’ala menghancurkan serangan jin/sihir tersebut)
3. tarik napas panjang diniatkan menarik seluruh kekuatan dari energi asma Ya Qowiyyu Ya Aziiz, lalu hentakkan ke depan telapak tangan sambil hembuskan napas keras-keras diniatkan menembakkan seluruh kekuatan guna menghancurkan jin tersebut
4. gunakan pusaka gaib yang ada pada diri masing-masing
5. gunakan ilmu pelangi yang pernah dibahas di milis sin ilahi beberapa tahun lalu
6. Ikuti ilham lainnya yang diberikan
Demikian semoga bermanfaat

.

Continue reading...

Murobathah dan Muroqobah

Sun, Nov 9, 2014

Comments Off

Murobathah dan Muroqobah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai, orang-orang yang beriman bersabarlah dan tetaplah bersabar dan bersiap-siagalah dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung” [QS. Al-Imron: 200]
Subhanallah, menarik sekali ayat ini jika direnungkan dengan dalam dan ditengah kesunyian malam. Hanya orang-orang yang berimanlah yang dipanggil Allah subhnahuwata’ala untuk bersabar, kemudian tetap bersabar, bersiap-siaga dan bertaqwa agar mendapatkan keuntungan. Sungguh suatu rangkaian yang indah, pada kebanyakan ayat dalam Al-Qur’an memang selalu diperintahkan untuk bersabar dalam segala hal. Namun ayat ini memerintahakn kita hamba-Nya untuk ‘robithu‘.
Robithu – murobathah, adalah muroqobah (pengawasan) dan muhasabah (penghitungan).
Seperti apakah muroqobah ini? Tentunya kita teringat akan sebuah kisah dimana seorang Kyai sangat hormat kepada murid termudanya. Sikap sang Kyai ini di’protes’ oleh para santri seniornya,
“Wahai Kyai kami, mengapa engkau begitu hormat kepada dia padahal dia lebih muda dari kami””. Sang Kyai tidak lantas menjawabnya, ia memberikan masing-masing santrinya seekor ayam dan sebilah pisau tajam. Para santripun penuh tanda tanya. Sang Kyai memerintahkan, “Potonglah ayam itu tapi jangan sampai terlihat oleh siapapun”. Maka santri-santripun melaksanakan perintah Kyai, ada yang bersembunyi di kebun, bersembunyi dibalik dinding, dana dimana-mana tempat yang tidak terlihat orang. Kemudian masing-masing santri ini menghadap satu per satu ke Kyai sambil membawa ayam yang telah terpotong urat lehernya denngan perasaan senang telah menunaikan perintah Kyai yang dihormatinya. Kecuali santri yang muda, sang Kyai bertanya, “Wahai santriku, mengapa belum juga engkau tunaikan perintahku, tidakkah engkau mendengarkannya?”. Santri muda inipun menjawab, “Wahai Kyaiku yang aku hormati, sungguh aku dengar dan paham perintahmu, tapi bagaimana aku bisa memotong ayam ini tanpa bisa dilihat oleh siapapun karena Allah selalu melihatku”.
Demikianlah mengapa sang Kyai begitu menghormati santri muda itu. Sikap muroqobatillah ini telah melekat betul dihatinya dan diamalkannya. Subhanallah.
Dalam suatu hadits oleh Imam Muslim, Rasulullah shalllahualaihi wassalam ditanya oleh seorang (sebenarnya Malaikat Jibril), “fa akhbirni-i an al-ihsani, qoola: an ta’buda Allah ka-annaka taroohu…”. Hadits ini sangat populer ditelinga kita, bahkan diriku. Namun sangat sedikit sekali bisa menerapkannya.
PENJELASAN TENTANG ISLAM, IMAN DAN IHSAN
عن عمر رضي الله عنه أيضا قال: بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم، إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب، شديد سواد الشعر، لا يرى عليه أثر السفر، ولا يعرقه منا أحد، حتي جلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأسند ركبتيه إلى ركبتيه، ووضع كفيه على فخذيه وقال: يا محمد ! أخبرني عن الإسلام. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله، ويقيم الصلاة، وتؤتي الزكاة، وتصوم رمضان، وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا ” قال: صدقت. فعجبنا له يسأله ويصدقه. قال: فأخبرني عن الإيمان، قال: ” أن تؤمن بالله، وملائكته، وكتبه، ورسله، واليوم الأخر، وتؤمن بالقدر خيره وشره ” قال: صدقت، قال: فأخبرني عن الإحسان قال: ” أن تعبد الله كأنك تراه، فإن لم تكن تراه فإنه يراك ” قال: فأخبرني عن الساعة، قال: “ ما المسؤل عنها بأعلم من السائل ” قال: فأخبرني عن أماراتها. قال: ” أن تلد الأمة ربتها، وأن ترى الحفاة العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون فى البنيان ” . ثم انطلق فلبثت مليا، ثم قال: ” يا عمر ! أتدرى من السائل ؟ ” قلت: الله ورسوله أعلم. قال: ” فإنه جبريل أتاكم يعلمكم دينكم ” رواه مسلم
‘an ‘umaro rodhiya allahu ‘anhu aidhon qoola: bainamaa nahnu juluusun ‘inda rosuulillahi shollallahu ‘alaihi wa sallam, dzaata yaumin, idzthola’a ‘alainaa rojulun syadiidu bayaadhits tsiyaabi, syadiidu sawaadisy sya’ri, laa yuroyaa ‘alaihi atsarus safari, wa laa ya’rifuhu minnaa ahadun, hatta jalasa ilan nabiyyi shollallahu ‘alaihi wa sallam fa asnada rukbataihi ilaa rukbataihi, wa wadho’a kaffaihi ‘alaa fakhidzaihi wa qoola: yaa muhammadu ! akhbirnii ‘anil islaami. fa qoola rosuulullahi shollallahu ‘alaihi wa sallam: ” al islaamu ang tasyhada al laa ilaaha illa allahu wa anna muhammadar rosuulullahi, wa yuqiimush sholaata, wa tu’tiyaz zakaata, wa tashuuma romadhoona, wa tahujjal baita inis tatho’ta ilaihi sabiilaa ” qoola: shodaqta. fa ‘ajibnaalahu yas aluhu wa yushoddiquhu. qoola: fa akhbirnii ‘anil iimaani qoola: ” ang tu’mina billahi, wa malaa ikatihi, wa kutubihi, wa rusulihi, wal yaumil aakhiri, wa tu’mina bilqodari khoirihi wa syarrihi ” qoola: shodaqta. qoola: fa akhbirnii ‘anil ihsaani. qoola: ” ang ta’buda allaha ka annaka taroohu, fa in lam takun taroohu fa innahu yarooka ” qoola: fa akhbirnii ‘anis saa’ati, qoola: ” mal mas’uulu ‘anhaa bi a’lama minas saa’ili ” qoola: ” fa akhbirnii ‘an amaarootihaa. qoola: ang talidal amatu robbatahaa, wa angtarol hufaatal ‘urootal ‘aalata ri’aa asy syaa’i yatathoowaluuna fil bunyaani ” . tsumman tholaqo falabitstu maliyyan, tsumma qoola: ” yaa ‘umaro ! atadrii manis saa ili ? ” qultu: allahu wa rosuuluhu a’lamu. qoola: ” fa innahu jibriilu ataakum yu’allimukum diinukum ” rowaahu muslimun
Artinya: Dari Umar bin Khoththob juga Ia berkata:
” Ketika kami [para shohabat] sedang duduk di sisi Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam, pada suatu hari tiba tiba hadir seseorang yang sangat putih pakaiannya, sangat hitam rambutnya, tidak terlihat padanya perjalanan dan tak satupun diantara kami yang mengenalnya, sehingga Ia duduk di dekat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam kemudian menyandarkan lulutnya kepada lutut Nabi, dan meletakkan kedua tangannya pada kedua paha Nabi seraya berkata: ”
Wahai Muhammad ! Beritahulah saya tentang Islam ?
lalu Rasulullah menjawab: ” Islam adalah hendaknya engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan yang berhak di sembah melainkan Allah dan Muhammad utusan Allah, dan hendaknya engkau mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa di bulan romadhon, dan menunaikan ibadah haji di baitullah jika engkau mampu melakukannya. Orang tadi berkata: ” Engkau benar. “ Maka kami [para shahabat] heran, dia yang bertanya dan dia pula yang membenarkannya.
Orang itu berkata: Beritahu saya tentang Iman ?
Nabi menjawab: ” Hendaknya engkau beriman kepada Allah, Malaikat Malaikatnya, Kitab Kitabnya, Rosul Rosulnya, Hari Akhir, dan hendaknya [pula] engkau beriman kepada Qodar yang baik dan yang buruknya. Dia berkata: ” Engkau benar ” .
Dia berkata: ” Beritahulah saya tentang Ihsan ?
Nabi menjawab: ” Hendaknya engkau beribadah kepada Allah subhnahuwata’ala seolah olah engkau melihatNya, jika engkau tidak melihatNyamaka [ketahuilah] bahwa Ia melihat engkau.
Dia berkata [pula] beritahulah saya tentang Hari Kiamat,
maka Nabi menjawab: ” Orang yang bertanya lebih tahu dari pada orang yang di tanya. ”
Dia berkata [lagi]: ” Beritahu saya tentang tanda tandanya ?
Nabi menjawab: Jika hamba sahaya telah melahirkan majikannya [maksudnya banyak mengambil hamba sahaya dan bersetubuh dengannya sehingga melahirkan anak yang otomatis mereka merdeka seperti ayahnya], dan jika engkau melihat orang yang tak beralas kaki, tidak berpakaian, fakir, penggembala kambing berlomba lomba meninggikan bangunan. ”
Kemudian orang tadi pergi. Maka saya diam sejenak. Kemudian Nabi berkata: ” Wahai ‘Umar ! Tahukah engkau siapa gerangan seorang yang bertanya tadi ? Saya menjawab: Allah dan Rasulnya yang tahu. Nabi berkata: ” Sesungguhnya Ia Jibril datang kepadamu untuk mengajarkan agamamu. ” [HR Muslim]
Muwajahah, (TAWAJJUH)
artinya saling berhadapan, adalah sikap menghadapnya hamba pada Tuhannya tanpa sedikit dan sejenak pun berpaling dariNya, tanpa alpa dari mengingatNya. Allah subhnahuwata’ala menemui dengan CahayaNya dan hamba menghadapnya dengan Sirrnya, hingga sama sekali tidak ada peluang untuk melihat selainNya, dan tidak menyaksikan kecuali hanya Dia.
MUROQOBAH
TAQORUB menunjukkan sebuah kedekatan sampai-sampai seakan-akan melihatNya, adalah akibat dari kesadaran kuat bahwa “Dialah yang melihat kita.” Kesadaran jiwa bahwa Allah Subhnahuwata’ala melihat kita terus menerus, menimbulkan pantulan pada diri kita, yang membukakan matahati kita dan sirr kita untuk memandangNya.
Musyahadah, adalah ketersingkapan nyata, yang tidak lagi butuh bukti dan penjelasan, tak ada imajinasi maupun keraguan. Dikatakan,
“Syuhud itu dari penyaksian yang disaksikan dan tersingkapnya Wujud.”
Nabi Musa as, gagal ketika hasratnya menggebu ingin melihat Allah subhnahuwata’ala , laluAllah subhnahuwata’ala menjawab, “Kamu tidak bisa melihatKu.”. Dengan kata lain “Kamumu” atau “Akumu” tidak bisa melihatKu. Karena itu Abu Bakr ash-Shiddiq ra berkata,
“Aku melihat Tuhanku dengan Mata Tuhanku.”
yang berarti bahwa hanya dengan Mata Ilahi saja kita bisa MelihatNya.

MATA ILAHI
Kata melihat disebut dengan berbagai versi dalam bahasa Arab, dan Al-Qur’an. Melihat berarti dengan mata kita. Sedangkan mata kita ada tiga.
Mata kepala, mata analisa fikiran, mata hati.
Dalam konteks hubungan dengan “Melihat Allah” dan “Seakan-akan melihat Allah”, maka ada sejumlah ayat, misalnya ketika Nabi Musa as, berhasrat ingin melihat Allah subhnahuwata’ala . “Musa as berkata: Ya Tuhan, tampakkan diriMu padaKu, aku ingin memandangMu.” Allah subhnahuwata’ala menjawab, “Kamu tidak bisa melihatKu.” (al-A’raf 143).
Ayat lain menyebutkan: “Sesungguhnya Akulah Tuhanmu, maka lepaskanlah sandalmu, sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci.” (Thaha 12)
Dan dia berkata, “Sesungguhnya aku akan menyaksikan Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya Aku bebas dari kemusyrikan kamu padaKu, melalui selain Dia.”
Ayat lain menyebutkan,
“Kemana pun engkau menghadap, disanalah Wajah Allah.”(Al-Baqarah 115)
“Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepatuhan.” (Al-An’aam 79)
Nabi Musa as, gagal ketika hasratnya menggebu ingin melihat Allah subhnahuwata’ala , lalu Allah subhnahuwata’ala menjawab, “Kamu tidak bisa melihatKu.”. Dengan kata lain “Kamumu” atau “Akumu” tidak bisa melihatKu. Karena itu Abu Bakr ash-Shiddiq ra berkata, “Aku melihat Tuhanku dengan Mata Tuhanku.” yang berarti bahwa hanya dengan Mata Ilahi saja kita bisa MelihatNya.
Dimaksud dengan “Mata Ilahi” adalah
Mata Hati kita yang diberi hidayah dan ‘inayah oleh Allah Subhnahuwata’ala untuk terbuka,
dan senantiasa di sana hanya Wajah Allah yang tampak, sebagaimana dalam Al-Qur’an. Ibnu Athaillah menggambarkan secara bijak:
“Alam semesta ini gelap, dan sebenarnya menjadi terang karena dicahayai Allah subhnahuwata’ala di dalamnya. Karena itu siapa yang melihat semesta, namun tidak menyaksikan Allah subhnahuwata’ala di dalamnya, atau di sisinya, atau sebelum dan sesudahnya, benar-benar ia telah dikaburkan dari wujud Cahaya, dan tertutup dari matahari ma’rifat oleh mendung-mendung duniawi semesta.”
Karena itu soal “Menyaksikan Allah” hubungannya erat dengan tersingkapnya tirai hijab, yang menghalangi diri hamba dengan Allah, walaupun Allah sesungguhnya tidak bisa dihijabi oleh apa pun. Karena jika ada hijab yang bisa menutupi Allah subhnahuwata’ala , berarti hijab itu lebih besar dan lebih hebat dibanding Allah subhnahuwata’ala .
Oleh sebab itu, dalam menggambarkan Musyahadah (penyaksian Ilahi) ini, Rasulullah shalllahaulaihi wassalam menggunakan kata, “Seakan-akan”, karena mata kepala kita dan mata nafsu kita, keakuan kita pasti tak mampu. Kata-kata “Seakan-akan” lebih dekat sebagai bentuk kata untuk sebuah kesadaran jiwa dan kedekatan hati.Tetapi ketika Rasulullah shalllahualaihi wassalam bersabda, “Jika kamu tidak melihatNya, kamu harus yakin bahwa Dia melihatmu.”. Rasul Shalllahualaihi wasssalam tidak menyabdakan, “Seakan-akan melihatmu.”.
Hal ini menunjukkan bahwa sebuah kedekatan atau taqarrub sampai-sampai seakan-akan melihatNya, adalah akibat dari kesadaran kuat bahwa “Dialah yang melihat kita.” Kesadaran jiwa bahwa Allah Subhnahuwata’ala melihat kita terus menerus, menimbulkan pantulan pada diri kita, yang membukakan matahati kita dan sirr kita untuk memandangNya.
Kesadaran Memandang Allah subhnahuwata’ala , kemudian mengekspresikan sebuah pengalaman demi pengalaman yang berbeda-beda antar para Sufi, sesuai dengan tingkat haliyah ruhaniyah (kondisi ruhani) masing-masing.
Ada yang menyadari dalam pandangan tingkat Asma Allah, ada pula sampai ke Sifat Allah, bahkan ada yang sampai ke Dzat Allah. Lalu kemudian turun kembali melihat Sifat-sifatNya, kemudian Asma’-asmaNya, lalu melihat semesta makhlukNya.
Lalu kita perlu mengoreksi diri sendiri lewat perkataan Abu Yazid al-Bisthamy,
“Apa pun yang engkau bayangkan tentang Allah subhnahuwata’ala , Dia bertempat, berwarna, berpenjuru, bertempat, bergerak, diam, itu semua pasti bukan Allah Subhnahuwata’ala . Karena sifat-sifat tersebut adalah sifat makhluk.”
Kontemplasi demi kontemplasi tanpa bimbingan ruhani seorang Mursyid yang Kamil Mukammil hanya akan menggapai kebuntuan jalan dalam praktek Muroqobah, Musyahadah maupun Ma’rifah.
Bagi mereka yang dicahayai oleh Allah subhnahuwata’ala maka digambarkan oleh Ibnu Athaillah dalam al-Hikam:
“Telah terpancar cahayanya dan jelaslah kegembiraanya, lalu ia pejamkan matanya dari dunia dan berpaling darinya, sama sekali dunia bukan tempat tinggal dan bukan tempat ketentraman. Namun ia jiwanya bangkit di dalam dunia itu, semata menuju Allah Ta’ala, berjalan di dalamnya sembari memohon pertolongan dari Allah untuk datang kepada Allah.
Hamparan tekadnya tak pernah terhenti, dan selamanya berjalan, sampai lunglai di hadapan Hadratul Quds dan hamparan kemeseraan denganNya, sebagai tempat Mufatahah, Muwajahah, Mujalasah, Muhadatsah, Musyahadah, dan Muthala’ah.”
Ibnu Athaillah menyebutkan enam hal dalam soal hubungan hamba dengan Allah di hadapan Allah, yang harus dimaknai dengan rasa terdalam, untuk memahami dan membedakan satu dengan yang lain. Bukan dengan fikiran:
Mufatahah: artinya, permulaan hamba menghadapNya di hamparan remuk redam dirinya dan munajat, lalu Allah subhnahuwata’ala membukakan tirai hakikat Asma, Sifat dan keagungan DzatNya, agar hamba luruh di sana dan lupa dari segala yang ada bersamaNya.
Muwajahah, artinya saling berhadapan, adalah sikap menghadapnya hamba pada Tuhannya tanpa sedikit dan sejenak pun berpaling dariNya, tanpa alpa dari mengingatNya. Allah menemui dengan CahayaNya dan hamba menghadapnya dengan Sirrnya, hingga sama sekali tidak ada peluang untuk melihat selainNya, dan tidak menyaksikan kecuali hanya Dia.
Mujalasah, artinya menetap dalam majlisNya dengan tetap teguh terus berdzikir tanpa alpa, patuh tunduk tanpa lalai, beradab penuh tanpa tergoda, dan hamba memuliakanNya seperti penghormatan cinta dan kemesraan agung, lalu disanalah Allah swt berfirman dalam hadits Qudsi, “Akulah berada dalam majlis yang berdzikir padaKu.”
Muhadatsah, maknanya dialog, yaitu menempatkan sirr (rahasia batin) dengan mengingatNya dan menghadapNya dengan hal-hal yang ditampakkan Allah pada sirr itu, hingga cahayaNya meluas dan rahasia-rahasiaNya bertumpuan. Inilah yang disabdakan Nabi saw, “Pada ummat-ummat terdahulu ada kalangan disebut sebagai kalangan yang berdialog dengan Allah, dan pada ummatku pun ada, maka Umar diantaranya.”
Musyahadah, adalah ketersingkapan nyata, yang tidak lagi butuh bukti dan penjelasan, tak ada imajinasi maupun keraguan. Dikatakan, “Syuhud itu dari penyaksian yang disaksikan dan tersingkapnya Wujud.”
Muthala’ah, adalah keselarasan dengan Tauhid dalam setiap kepatuhan, ketaatan dan batin, semuanya kembali pada hakikat tanpa adanya kontemplasi atau analisa, dan setiap yang tampak senantiasa muncul rahasiaNya karena keparipurnaanNya. Wallahu A’lam.
Maka Hadrat Ilahi, telah menjadi kehidupan hatinya, dimana mereka tenteram dan tinggal. Renungkan semua ini dengan hati yang suci.

Continue reading...

Meditasi Muhibbun Naqsybandi

Sun, Nov 9, 2014

Comments Off

Meditasi Muhibbun Naqsybandi

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu ‘alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa Shahbihi ajma’iin
Dewasa ini banyak guru yang mengajarkan metode meditasi kepada kalian. Tetapi biasanya mereka tidak berdasarkan pada agama Kristen, Yahudi atau Islam. Banyak orang yang berpikir bahwa meditasi merupakan metode yang diturunkan dari agama lain. Tetapi bukan itu yang menjadi masalahnya.
Meditasi adalah suatu metode yang telah diberikan kepada manusia pertama, dengan wahyu pertama, kepada Rasul pertama. Apa manfaat dari meditasi dan bagaimana kita mencapai keadaan yang diinginkan? Dalam semua kitab suci, baik Taurat, Injil maupun al-Qur’an disebutkan bahwa meditasi adalah suatu metode untuk mencapai Hadirat Ilahi.
Ketika kita sampai berhadapan dengan Sang Pencipta, kita akan meninggalkan segalanya. Tidak ada yang tersisa kecuali jiwa kalian. Jika Saya mencoba untuk mendatangi dan memukul kalian dengan sebilah pedang, kalian tidak akan terluka. Dalam keadaan itu, tidak ada yang dapat menyentuh kalian secara fisik, karena tubuh akan memasuki jiwa kalian. Dalam keadaan normal yang terjadi adalah kebalikannya, jiwa kita terperangkap dalam tubuh.
Dalam keadaan meditasi yang sempurna, jiwa kalian menutupi tubuh dan kalian menjadi ruh.
Suatu ketika ada seorang Grand syekh, Syekh Abdul Qadir al-Jilani QS. Ketika beliau bermeditasi, beliau terus mengucapkan,
“Ana al-Haqq! (Akulah Kebenaran!)” Orang-orang di sekitarnya merasa tersengat dengan pernyataan ini sehingga mereka mulai menyerangnya dengan pedang, tetapi tidak terjadi apa-apa padanya.

Mereka tidak dapat menyentuhnya. Ketika Maulana Rumi QS sedang berada dalam meditasi yang sesungguhnya, beliau akan berputar dan tubuhnya terangkat ke udara. Beliau mempunyai hubungan penuh dengan Hadirat Ilahi.
Menurut pengetahuan tradisional kita, meditasi mempunyai beberapa tahapan sebelum mencapai posisi puncak. Jika kalian menjaga aturan tersebut, meditasi yang sejati dapat kalian alami setiap saat.
Setiap orang harus berusaha untuk tetap melaksanakan segala aturan yang berlaku dalam agamanya, yang pertama adalah memuji Tuhan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasul kepada kita. Kemudian kita dapat duduk di tempat yang tenang, lebih baik lagi jika ruangan itu gelap, lalu tutupi dan tarik diri dari segala yang berada di sekitar kita. Kita sepatutnya tidak mendengar atau merasakan sesuatu, melainkan hanya berpikir bahwa kita sedang berada dalam satu kesatuan dengan Wujud Allah Subhnahuwwata’ala dalam Hadirat-Nya.
Walaupun hanya berlangsung selama 5 menit, meditasi akan memberikan kekuatan kepada kita. Hal ini nantinya akan meningkat dan menciptakan elang perdamaian di luar merpati perdamaian.
Bahkan jika seorang teroris melihat kalian, ia akan tersungkur. Dengan meditasi kalian dapat memperoleh kekuatan yang luar biasa.
Jangan berpikir ini adalah sesuatu yang mudah. Ini adalah kekuatan yang paling penting yang telah dianugerahkan kepada umat manusia.

Continue reading...

Meditasi Sufi

Sun, Nov 9, 2014

Comments Off

Meditasi Sufi

Ilustrasi Langkah demi Langkah Mengenai Meditasi Sufi
oleh: as-Sayyid Nurjan Mirahmadi
Alih bahasa: Syekh Soetono
Sasaran dan maksud dari muraqabah/meditasi/rabithah syarif adalah untuk memperagakan kehadiran terus-menerus ke dalam realitas syekh. Semakin seseorang memelihara pelatihan ini, semakin terungkapkan manfaatnya dalam kehidupan sehari-harinya sampai pada titik dia mencapai tataran fana dalam hadirat Syekh.
Orang harus tahu betul bahwa syekh adalah jembatan antara ilusi dan realitas dan dia berada di dunia ini hanya untuk tujuan itu. Jadi syekh adalah seutas tali yang khas yang diulurkan kepada setiap orang yang mencari kebebasan (dari ilusi), karena hanya syekh yang dapat memberikan layanan sebagai penghubung antara seseorang yang masih terikat kepada dunia dengan Hadirat Ilahi.
Agar menjadi fana di hadapan dan keberadaan syekh adalah menjadi fana dalam kenyataan, dalam Hadirat Ilahi, karena memang sesungguhnya di situlah dia berada.
Langkah 1
Bayangkan dirimu berada di hadapan syekh. Sampaikan salammu. Tutup matamu. Pandanglah melalui mata hatimu. Jangan mencari raut muka, melainkan hanya auranya saja, ruhaniah.

Sebagai awal, murid dapat memulai praktik muraqabah ini untuk jangka waktu pendek, antara 5 sampai 15 menit, dan secara bertahap menjalaninya menuju jangka waktu yang lebih panjang, bahkan merentang hingga berjam-jam sekali sesi.
Yang terpenting adalah bahwa seseorang mempertahankan sebuah praktik yang konsisten untuk mendapatkan manfaat dari praktik tersebut. Jauh lebih baik dan bijaksana untuk bertahap pada sesi yang pendek secara harian daripada disiplin dan praktik yang acak.
Sebuah upaya kecil yang dilakukan secara konsisten akan menghasilkan kemajuan luar biasa dalam waktu yang singkat.
* Ambillah wudhu dan shalat 2 rakaat (tahiyatul wudhu).
* Ucapkan Kalimat Syahadat (3 kali): Asy-hadu an laa ilaaha illa-llah wa asy-hadu anna Muhammadan `abduhu wa rasuuluh
* Istighfar (100-200 kali): Astaghfirullah al `Azhiim wa atuubu ilayh
* Surat al-Ikhlash (3 kali): Qul huwa-llaahu ahad/ Allaahu Shamad/ Lam yalid wal lam yuulad/ wa lam yakul- lahuu kufuwan ahad
* Surat al-Fatiha
* Mencari dukungan dan kehadiran Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani dengan mengucapkan: �Madad ya Sayyidi, Madadul-Haqq�
* Minimal 200 kali mengulang kalimat dzikir, �Madadul-Haqq, Madadul-Haqq
Langkah 2
Mata tertutup, mohon izin untuk menyambung cahaya beliau kepada hatimu dan cahayamu kepada hati beliau. Bayangkan sebuah kontak dua arah dan kemudian, baca awrad pada langkah 1.

Ketika seseorang duduk bermeditasi dan menutup matanya, dia memfokuskan pikirannya pada satu titik tunggal. Dalam hal ini titik itu biasanya adalah konsep dari mentor spiritualnya; dus dia memfokuskan seluruh kemampuan kesaksiannya memikirkan dengan konsentrasi penuh tentang guru spiritualnya agar mendapatkan gambaran atau citra mentornya pada layar mental, selama dia masih berada dalam status meditasi itu.
Sifat, karakteristik dan potensi yang terkait dengan sebuah citra juga dipindahkan pada layar pikiran ketika citra itu terbentuk pada layar mental dan pikiran menerimanya sesuai dengan itu.
Sebagai contoh, seseorang sedang memperhatikan api. Ketika gambaran tantang api itu dipindahlan ke layar pikiran, suhu dan panas api itu terekam oleh pikiran.
Seseorang yang hadir dalam sebuah taman menikmati kesegaran dan kesejukan pepohonan dan tanaman dalam taman itu untuk menciptakan gambaran itu semua pada layar pikirannya.
Begitu juga ketika gambaran mentor spiritual dipindahkan pada layar pikiran, Ilmu yang Dihadirkan yang beroperasi dalam diri guru spiritual, juga ikut dipindahkan dengan gambaran itu dan pikiran murid secara bertahap menyerap hal yang sama.
Langkah 3
Duduk bersimpuh, yang rapi, tetap bersimpuh, mata tertutup, tangan di tempat, mulut tertutup, lidah ditekuk ke atas, napas terkendali, telinga mendengar al-Quran, Shalawat atau suara sendu. Ruang gelap.

Meditasi, memikirkan tentang mentor spiritual, sebuah upaya untuk memfokuskan dengan konsentrasi pikiran kita kepada seseorang, sehingga citranya dapat dipantulkan secara berulang pada layar pikiran kita, (maka) kita terbebaskan dari keterbatasan indera.
Makin sering sebutir pikiran di tayangkan pada layar mental, makin jelas pula formasi (pembentukan) sebuah pola dalam pikiran itu. Dan, pola pikiran demikian ini, dalam istilah spiritualitas disebut ‘pendekatan pikiran�.
Ketika kita membayangkan mentor spiritual atau �Syaikh�, sebagai sebuah hal dari hukum eternal, ilmu Elohistic Attributes yang beroperasi dalam Syaikh dipantulkan pada pikiran kita dengan ulangan yang berkali-kali menghasilkan pencerahan pikiran dari murid dengan cahaya yang berfungsi dalam diri Syaikh dan dilimpahkan kepadanya.
Pencerahan hati murid berusaha mencapai tataran atau tahap Syaikhnya. Dalam Sufisme, keadaan ini disebut ‘kedekatan�, �afinitas’ (nisbat). Cara terbaik dan telah teruji untuk menikmati kedekatan, menurut spiritualitas, adalah hasrat kerinduan dari cinta.
Pikiran Syaikh terus-menerus mentransfer kepada murid spiritualnya sesuai dengan kobaran cinta dan rindu akan Syaikh, yang mengalir di dalam diri murid dan datang suatu saat ketika cahaya beroperasi dalam diri Syaikh yang sesungguhnya adalah pantulan Tampilan Ilahiah yang Indah yang dipindahkan kepada murid spiritual itu.
Hal ini memungkinkan murid spiritual untuk membiasakan diri dengan Cahaya Gemilang dan Tampilan Indah. Keadaan ini, dalam istilah sufisme disebut ‘Menyatu dengan Syaikh� (Fana fi Shaykh).
Cahaya Syaikh dan Tampilan Indah gemilang yang beroperasi dalam diri Syaikh bukanlah ciri pribadi Syaikh. Sebagaimana halnya murid spiritual, yang dengan perhatian dan konsentrasi penuh dedikasi, menyerap (asimilasi) ilmu dan ciri khas Syaikhnya, maka Syaikh juga menyerap ilmu dan busana Nabi dengan dedikasi pikiran dan konsentrasi penuh.
Langkah 3a
Posisi duduk: Posisi Teratai (yoga Lotus),
Wudhu adalah kunci sukses. Kapal Nabi Nuh as. melawan banjir kelalaian. Kebersihan adalah dekat dengan iman (ilahiah). Ingat bahwa bukanlah saya yang menghitung bahwa saya adalah bukan apa-apa, saya dan aku harus melebur kedalam dia. Syaikhku, Rasulku, menggiring kepada Rabbku.

Dzikir dengan penolakan (laa ilaaha) dan pembenaran (illa Allah), dalam tradisi Masyaikh Naqsybandi, mensyratkan bahwa murid (sang pejalan) menutup matanya, menutup mulutnya, menekan giginya, melekatkan lidahnya ke langit-langit mulutnya, dan menahan (mengatur) napasnya.
Dia harus membaca dzikir itu melalui hatinya, dengan penolakan dan pembenaran, memulainya dengan kata LAA (“Tidak”). Dia mengangkat “Tidak” ini dari titik (dua jari) di bawah pusar kepada otaknya.
Ketika mencapai otaknya kata “Tidak” mengeluarkan kata ILAAHA (“sesembahan”), bergerak dari otaknya ke bahu Kanan, dan kemudian ke bahu Kiri di mana dia menabrak hatinya dengan ILLALLAH (“kecuali Allah”).
Ketika kata itu mengenai hatinya energi dan panasnya menjalar/memancar ke sekujur tubuhnya. Sang pejalan yang telah menyangkal semua yang berada di dunia ini dengan kata-kata LAA ILAAHA, membenarkan dengan kata-kata ILLALLAH bahwa semua yang ada telah dilenyapkan di Hadirat Ilahi.
Langkah 3b
Posisi Mulut dan Lidah
Menutup matanya,
Menutup mulutnya,
Menekan giginya,
Melekatkan lidahnya pada langit-langit mulutnya, dan menahan napas.
(Secara perlahan-lahan memperlambat napas dan getaran jantungnya).

Tangan membawa rahasia yang dahsyat, mereka itu seperti antena parabolamu, pastikan bahwa mereka itu bersih dan berada dalam posisi yang semestinya.
Jadi ketika kamu memulai dengan tanganmu itu, menggosok-gosoknya, ketika mencucinya dan menggosok gosoknya untuk mengaktifkan mereka, itu adalah tanda dari (angka) 1 dan 0, dan kamu sedang mengaktifkan proses kode yang diberikan Allah I melalui tangan itu. Kamu mengaktifkan mereka.
1. Mereka memiliki titik sembilan peluru yang terdiri dari keseluruhan sistem, seluruh tubuh. Ketika kamu menggosok jari-jari itu, sesungguhnya kamu mengaktifkan 99 Asma-ul�husna Allah.
2. Dengan mengaktifkan mereka, kamu mengaktifkan 9 titik dalam tubuhmu.
3. Dan ketika mengaktifkan mereka, itu adalah seperti menghidupkan receiver (pada radio/tv), energi mengalir masuk, itu mulai berfungsi untuk dapat menerima, memecahnya dalam bentuk kode digital yang dipancarkan keluar seperti gambar atau suara sebagaimana kita kenal di zaman ini (radio dan tv).
4. Demikian juga halnya dengan tangan yang saling mengelilingi, itulah mengapa ketika kita menggosok-gosokkan dan membuka mereka, mereka mulai bertindak seperti lingkaran satu terhadap lainnya, menampung apapun energi yang datang, dan mereka ini mengelolanya. Lihatlah pada bagian Rahasia Tangan.
Langkah 4
Posisi Tangan:
Jempol dan telunjuk memperagakan posisi “Allah Hu” untuk kuasa/kekuatan terbesar.
Tangan diberi kode dengan kode angka arab, tangan kanan “18″, tangan kiri “81″ masing-masing dijumlahkan keduanya menjadi 9 dan dua 9 menjadi 99.
Tangan diberi karakter dengan Asma-ul�husna Allah. Dan nama ke-99 dari Rasul adalah Mustafa..
(lebih banyak lagi di depan)…

Bernapas dengan Sadar (“Hosh dar dam”)
Hosh artinya “pikiran” Dar artinya “dalam” Dam artinya “Napas”
Itu artinya, menurut Mawlana Abdul Khaliq al-Ghujdawani (q), bahwa “Misi paling penting bagi pejalan dalam thariqat ini adalah menjaga napasnya, dan dia yang tidak dapat menjaga napasnya, akan dikatakan tentang orang itu, ‘dia telah tersesat/kehilangan dirinya.’”
Syah Naqsyband berkata, “Thariqat ini dibangun di atas (dengan pondasi) napas. Jadi adalah sebuah keharusan untuk semua orang menjaga napasnya di kala menghirup dan membuang napas, dan selanjutnya untuk menjaga napasnya dalam jangka waktu antara menghirup dan membuang napasnya.”
“Dzikir mengalir dalam tubuh setiap makhluk hidup oleh keharusan (kebutuhan) napas mereka � bahkan tanpa kehendak � sebagai sebuah tanda/peragaan ketaatan, yang adalah bagian dari penciptaan mereka.
Melalui napas mereka, bunyi huruf “Ha” dari Nama Ilahiah Allah dibuat setiap kali membuang dan menghirup napas dan itu adalah sebuah tanda dari Jati Diri (Dzat) Gaib yang berfungsi untuk menekankan Kekhasan Allahu Shamad. Maka adalah penting untuk hadir dengan napas seperti itu, agar supaya menyadari (merasakan) Jati Diri (Dzat) Maha Pencipta.”
Nama ‘Allah’ yang meliputi sembilan puluh sembilan Asma-ul�husna terdiri atas empat huruf: Alif, Lam, Lam dan Ha yang sama �dengan suara napas – (ALLAH I).
Kaum Sufisme mengatakan bahwa Dzat Allah yang paling gaib mutlak dinyatakan oleh huruf terakhir itu yang dibunyikan dengan vokal Alif, “Ha”. Ini mewakili Gaib Absolut Dzat-Nya Allah I.
Memelihara napasmu dari kelalaian akan membawa mu kepada Hadirat sempurna, dan Hadirat sempurna akan membawamu kepada Penampakan (Visi) sempurna, dan Penampakan sempurna akan membawamu kepada Hadirat (Manifestasi) Asma-ul�husna Allah I yang sempurna.
Allah membimbingmu kepada Hadirat Asma-ul�husna-Nya, karena dikatakan bahwa, “Asma Allah adalah sebanyak napas makhluk”.
Hendaknya diketahui oleh semua orang bahwa melindungi napas terhadap kelalaian sungguh sukar bagi para pejalan. Maka mereka harus menjaganya dengan memohon ampunan (istighfar) karena memohon ampunan akan membersihkannya dan mensucikannya dan mempersiapkan sang pejalan untuk (menjumpai) Hadirat Benar (Haqq) Allah di setiap tempat.
Langkah 5
Bernapas
Menghirup melalui hidung – Dzikir = “Hu Allah”, bayangkan cahaya putih memasuki tubuh melalui perut.
Menghembus � melalui hidung – Dzikir= “Hu”, bayangkan hitamnya karbon monoksida, semua perbuatan dosamu dikuras / didorong keluar dari dirimu.

“Pejalan yang bijak harus menjaga napasnya dari kelalaian, seiring dengan masuk dan keluarnya napas, dengan demikian menjaga hatinya selalu dalam Hadirat Ilahi;
dan dia harus menghidupkan napasnya dengan ibadah dan pengabdian dan mempersembahkankan pengabdiannya itu kepada Rabbnya dengan segenap hidupnya, karena setiap napas yang dihisap dan dihembuskan dengan Hadirat adalah hidup dan tersambung dengan Hadirat Ilahi.
Setiap napas yang dihirup dan dihembuskan dengan kelalaian adalah mati dan terputus dari Hadirat Ilahi.”
Untuk mendaki gunung, sang pejalan harus melintas dari dunia Bawah menuju Hadirat Ilahi. Dia harus melintas dari dunia ego keberadaan sensual (sensasi) menuju kesadaran jiwa terhadap Al Haqq.
Untuk membuat kemajuan dalam perjalanan ini, sang pejalan harus membawa gambaran Syaikhnya (tasawwur) ke dalam hatinya karena itu adalah cara paling kuat untuk melepaskan diri dari cengkeraman sensualnya.
Dalam hatinya Syaikh menjadi cermin dari Dzat Absolut. Jika dia berhasil, kondisi penisbian diri (ghayba) atau “absensi” dari dunia sensasi muncul dalam dirinya.
Sampai kepada tahap bahwa keadaan ini menguat dalam dirinya dan keterikatannya kepada dunia sensasi melemah dan menghilang, dan fajar dari Level Hilang Mutlak- Tidak Merasa- Selain Allah mulai menyinari dirinya.
Derajat tertinggi dari maqam ini disebut fana’.
Demikianlah Syah Naqsyband berkata, “Jalan terpendek kepada sasaran kita, yaitu Allah mengangkat tabir dari Dzat Wajah-Nya Yang Ahad yang berada dalam semua makhluk ciptaan-Nya.
Dia melakukan itu dengan (melalui) maqam ghayba dan fana’, sampai Dzat Agung (Majestic Essence) menyelimutinya dan melenyapkan kesadarannya akan segala sesuatu selain Dia. Inilah akhir perjalanan untuk mencari Allah dan awal dari perjalanan lainnya.”
“Pada akhir Perjalanan Pencarian dan Level Ketertarikan datanglah Level Perendahan Diri dan Penihilan.
Sasaran ini adalah untuk segenap ummat manusia sebagaimana disebut Allah dalam al-Qur’an, ‘Aku tidak menciptakan Jinn dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.’ Beribadah di sini berarti Ilmu Sempurna (Ma`rifat).”
Langkah 6
Mengenakan �busana� Syaikh:
3 tahap perjuangan yang berkesinambungan:
– Memelihara Cintanya (Muhabbat),
– Memelihara Kehadirannya (Hudur),
– Melaksanakan Kehendaknya atas diri kita (Penihilan atau Fana).

Kita memiliki cinta kepadanya, jadi kini kenakanlah Cahayanya dan selanjutnya bayangkan segala sesuatunya dari titik (sudut) ini, dengan busana yang kita kenakan itu. Ini adalah penopang hidup kita.
Kamu tidak boleh makan, minum, shalat, dzikir atau melakukan apapun tanpa membayangkan bayangan Syaikh pada kita. Cinta ini akan menyatu dengan Hadirat Ilahi, dan ini akan membuka pintu Penihilan ke dalam-Nya.
Semakin seseorang menjaga ingatan untuk mengenakan busana dengan dia (Syaikh) semakin meningkatlah proses penihilan itu berlangsung. Kemudian penuntun itu akan meninggalkan dirimu di hadirat Rasul Allah Sayyidina Muhammad. Di mana sekali lagi kamu akan menjaga cinta kepada Rasul (Muhabbat), menjaga Hadiratnya (Hudur). Laksanakan kehendaknya atas diri kita (Penihilan atau Fana).
Fana fi Syaikh, Rasulullah, Allah
Penihilan Fana
Dalam keadaan spirit murid menyatu dengan spirit Syaikhnya, kemampuan Syaikh akan diaktifkan dalam diri muridnya, karena itu Syaikh menikmati kedekatan Nabi. Dalam situasi ini, dalam istilah sufisme disebut �Penyatuan dengan Rasul � (Fana fi Rasul).
Ini adalah pernyataan Nabi, “Aku seorang manusia seperti kamu, namun aku menerima wahyu’. Jika pernyataan ini dicermati, kita melihat bahwa kemuliaan Nabi terakhir ini adalah bahwa beliau menerima wahyu dari Allah, yang mencerminkan Ilmu-ladduni, ilmu yang diilhamkan langsung oleh Allah, Pandangan yang Indah dari Allah dan Cahaya Gemilang ke dalam hati Nabi.
Dalam keadaan ‘Penyatuan dengan Nabi’ seorang murid karena emosinya, kerinduannya dan cintanya secara sedikit demi sedikit, langkah demi langkah, berasimilasi dan mengenali ilmu Nabi Suci.
Kemudian datanglah saat paling berharga, saat yang ditunggu-tunggu, ketika ilmu dan pelajaran ditransfer dari Nabi Suci kepadanya sesuai dengan kapasitasnya.
Murid itu menyerap karakter Nabi Suci sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya dan karena kedekatannya dengan Nabi Suci dan dukungannya dia dapat mencapai keadaan ketika dia mengenali Rabbil �Alamin, ketika Dia menguraikan dalam al-Qur�an, �Ya, sesungguhnya Engkau adalah Rabbi!�
Kedekatan ini, dalam sufisme disebut �Penyatuan dengan Allah’ (Fana fi-llah) atau singkatnya wahdat. Setelah itu, jika seseorang dikaruniai dengan kemampuan, dia akan membuat eksplorasi di daerah yang tentangnya cerita (narasi) tidak lagi memiliki kata-kata untuk menjelaskannya, karena kepekaan dan kehalusan situasinya.
Langkah 7

Menjadi sesuatu yang tidak ada, kendaraan sebening kristal untuk siapa pun yang ingin mengisi keberadaanmu dari Allah swt. Malikul Mulk.
Sumber :http://abuumar.multiply.com/journal/item/181/Langkah-Langkah_Meditasi_Sufi
o

Continue reading...

MEDITASI RESONANSI

Sun, Nov 9, 2014

Comments Off

MEDITASI-1

Masalah utama dalam perkembangan spiritual manusia jaman modern sekarang ini adalah bahwa banyak orang yang tidak mempunyai waktu untuk berdiam diri, hening dalam doa. Mereka begitu sibuk dengan berbagai acara, baik yang bersifat rekreatif maupun bisnis.
Banyak orang merasa bahwa waktu tujuh hari dalam seminggu selalu tidak cukup untuk tugas mereka. Bahkan seringkali waktu sehari dalam dua puluh empat jam pun dirasa masih kurang. Maka sering kali mereka tidak mempunyai waktu untuk keluarga, untuk diri sendiri dan apa lagi untuk Tuhan.
Pulang kerja sudah malam, lagi pula lelahnya badan membuat tidak mungkin duduk berdiam dengan tenang. Langsung tidur itulah solusi yang paling banyak dilakukan. Menurut para ahli spiritualitas, hidup tanpa refleksi itu menjadi kosong dan kering. Karena kedalaman hidup rohani sangat dipengaruhi oleh kemampuan seseorang untuk memperdalam kepekaan dan kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam hidup dan rahmat yang diterima sehari-hari.
Dan semua ini dimungkinkan bila seseorang mempunyai waktu untuk refleksi diri dalam hening dan tenang bersama Tuhan dalam doa.
Meditasi adalah salah satu ‘cara’ di mana seseorang mampu menciptakan keheningan itu dan ketenangan bersama Tuhan.
Bila setiap orang beriman mempunyai kesempatan seperti ini, maka akan semakin jarang kita temui diantara kita, orang yang merasa tahu banyak ajaran agamanya, tetapi menjadi fanatik buta. Atau orang-orang yang ‘cuek’ dan tidak merasa perlu berdoa dan pergi ke beribadah, karena toh.. Tuhan bisa ditemukan dimana-mana. Atau orang yang berpendapat keselamatan toh tidak ditentukan oleh aktifnya seseorang berdoa atau pergi ke beribadah.
Kata meditasi berarti terus menerus memberikan perhatian atau menghentikan pemikiran pada satu pokok pikiran. Master berkata (dan telah dibuktikan dalam pengalaman) bahwa kita menjadi apa yang kita pikirkan pada saat meditasi. Dengan kata lain kita memperoleh sifat dasar, kwalitas atau keadaan atas obyek yang kita meditasikan.
Oleh karena itu ketika kita meditasi pada sesuatu yang Maha Ghaib yaitu Tuhan, kita akan menghilangkan kekotoran kita dan mendapatkan kehalusanNYA dan kemudian menjadi seperti DIA. Hanya dengan demikian kita dapat menjadi satu dengan DIA, sehingga tujuan tertinggi dalam kehidupan, jadi memungkinkan untuk dicapai.. Dan ini hanya bisa didapat melalui praktek terus menerus meditasi setiap hari dengan ketaatan yang tulus ikhlas.
Menurut paham “Raja Yoga’ atau lebih dikenal dengan sebutan “Patanjali Yogasustras”, meditasi atau Dhyana adalah suatu kesadaran terus menerus akan kehadiran Tuhan dalam hidup. Meditasi adalah ‘ an unbroken flow of thoughts towards the object of concentration’.
Dalam meditasi ini kita ingin masuk dalam pengalaman akan Allah subhanahuwata’ala , bersatu dan menyatu dalam kehadiranNya, bukan hanya sekedar memikirkan dan merasakan Allah subhanahuwata’ala . Berdasarkan pemahaman ini menurut Swamy Devaprasad ada beberapa manfaat meditasi yang sangat membantu manusia untuk menemukan kedamaian, kebahagiaan dan keharmonisan hidup sejati.
Manfaat dari meditasi itu adalah:
1. Meditasi membantu mengeluarkan dari hidup manusia penyakit mental, psikosomatik. Meditasi ini juga memurnikan pikiran, mengendalikan bicara dan menuntun tindakan.
2. Meditasi mampu menguatkan budi, hati, pikiran dan badan, dan ini merupakan usaha preventif melawan berbagai macam penyakit.
3. Meditasi membantu menghilangkan atau meredakan segala ketegangan dan mampu membuat seseorang merasa santai dan tenang.
4. Karena keheningan sejati dan kedamaian hati yang dialami, meditasi membantu perkembangan hubungan interpersonal, baik dengan sesama maupun dengan Tuhan.
Bila kita mempunyai waktu secara teratur, setiap hari dari hanya lima menit hingga setengah jam, alangkah besar manfaat dari meditasi ini. Ketenangan hidup dan kedamaian yang dirindukan setiap orang tidak perlu dicari dimana-mana, tetapi ditemukan dalam meditasi ini.
Pada prinsipnya metode meditasi NAQS adalah sebuah metode meditasi Islami yang intinya adalah berdzikir mengagungkan Asma Allah Subhnahauwata’ala . Tidak hanya ketika setelah selesai sholat. Tapi juga di setiap denyut jantung kita dan di setiap tarikan nafas kita selama 24 jam kita isi dengan dzikir. Tanpa adanya suatu latihan yang intensif, teratur, dan istiqomah tidaklah mungkin kita bisa melakukan dzikir yang terus menerus atau berkekalan dengan Dzikrullah dan mencapai Rasa Hadlir di saat berdzikir.
MEDITASI adalah MERESONANSI HATI & PIKIRAN dengan Frekwensi Khusus

Pengertian Resonansi :
Jika kita amati senar sebuah gitar, jika di petik maka senar akan bergetar, dan mengeluarkan bunyi dengan frekuensi tertentu (misal 440 Hz). Sebaliknya jika bunyi dengan frkewensi 440 Hz di lantunkan dekat senar tadi. Maka senar yang bersangkutan akan ‘terganggu’ sehingga ikut bergetar, atau istilah bakunya Senar gitar BERESONANSI terhadap frekwensi lingkungan. Frekwensi 440 pada contoh diatas dikatakan sebagai frekwensi Pribadi.
Untuk gendang telinga ternyata bisa beresonansi dengan rentang frekuensi yang cukup lebar mulai dari 40 HZ hingga 20 KHz. Sehingga dalam waktu yang bersamaan bisa mendeteksi banyak sekali frekwensi. Gendang telinga sebetulnya menerima semua frekwensi tersebut secara proporsional, tetapi otak kemudian melakukan seleksi sehinga hanya frekwensi tertentu yang diinginkan saja diperhatikan oleh otak.
Ini memungkinkan kita tetap bisa bercakap ditengah bising lalulintas misalnya.
Bagaimana caranya supaya gendang telinga hanya mendengar sedikit frekwensi saja?
Atau bagaimana supaya bisa mendengar diatas 20KHz ?
Hanya ada satu cara, gendang telinga tersebut harus di ‘Adjust’ sehingga frekwensi pribadinya berubah dan daerah resonansi-nya berubah.
Analogi dengan gendang telinga, Otak juga mempunyai frekwensi pribadi yang sangat lebar. Contohnya, ketika kita sedang melamun segala macam gambaran bisa muncul.
Jika dikaitkan dengan Holografik Universe, dan Teori keseimbangan bagian keseimbangan informasi/pola,Maka di setiap titik di alam semesta akan mewarisi semua informasi. Termasuk di dalam Otak kita.
Sel Otak akan beresonansi dalam rentang tertentu saja. Ini berarti di setiap sel otak juga terdapat Informasi tentang seluruh alam semesta, pada rentang tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari bagian filter pada Otak akan menyeleksi Informasi mana saja yang dianggap perlu, Informasi hasil filter itulah yang kemudian muncul kepermukaan sebagai aktifitas pikiran.
Bagaimana cara nya supaya kita bisa mendapatkan informasi yang lainnya?
1. Fungsi Filter harus diredam.
2. Dipilih supaya daerah resonansi begeser.
Untuk meredam fungsi filter maka ritme aktivitas kehidupan harus diturunkan sehingga tingkat kesiapan dari si filter akan menurun dan tidak mudah bereaksi. Untuk menurunkan aktifitas tersebut, caranya adalah dengan relaksasi, dan seterusnya. Sehingga kesiagaan filter akan menurun. Kegiatan ini adalah awal mula memasuki tahap Meditasi.
Pada keadaan relaks sempurna ini maka segala bentuk frekuensi informasi akan masuk tanpa ada filter lagi, akibatnya akan terjadi over-lap dan interferensi sehingga tidak bisa lagi dibedakan antara informasi-yang satu dengan yang lain. Acak-acakan, mungkin muncul ini mungkin muncul itu, mungkin tidak muncul apa-apa. Inilah gambar-gambar yang terlihat dalam Mimpi !
Setelah segala macam frekuensi bisa masuk, Sekarang tugas kita adalah bagaimana supaya Pikiran hanya beresonansi pada satu frekuensi saja. Dengan resonansi pada daerah frekwensi yang sempit, maka kita bisa mengarahkan dan memilih informasi sesuai dengan yang diinginkan saja.
Inilah tahap kedua dari meditasi setelah relaks, Kita melakukan ‘adjustment’ agar daerah resonansi menjadi sempit, biasaya dilakukan dengan memperhatikan hal tertentu, misalnya memperhatikan aliran napas atau detak jantung. Pada tahap ini penerima untuk frekuensi yang lain akan berhenti, sehingga terasa seperti berhentinya Pikiran.
Tetapi Otak akan tetap mempunyai frekuensi pribadi, hanya saja lebar daerah resonansinya menjadi sangat sempit (Fokus), Dengan demikian sensitifitas pada daerah frekwensi sempit tersebut menjadi sangat-sangat tinggi!
Maka hal-hal yang biasanya tidak terasa menjadi terdeteksi.
Pada kondisi ini, tergantung frekuensi apa yang dipilih. Jika awalnya diniatkan untuk mendapat ilmu silat, maka informasi mengenai ilmu itu yang akan diperoleh.
Jika awalnya diniatkan untuk mendapat pencerahan, maka frekwensi pencerahan yang akan diperoleh.
Jika ingin mengendalikan nafsu hiper seks, bisa sembuh seketika. Dsb.
Tentu saja hanya dengan Niat, jika dengan keinginan maka filter mulai lagi bekerja, jadi harus dengan Niat. Selebihnya relaks dan relaks. Kemudian menyelaraskan pikiran untuk mulai menyempitkan daerah frekuensi sehingga bisa beresonansi.
Tetapi tunggu dulu, ada hal yang harus dikaji ulang :
Untuk merubah frekuensi pribadi senar gitar misalnya maka harus memodifikasi zat atau sifat fisik senar tersebut. Demikian pula, untuk bisa ‘adjustment’ sel otak maka harus memodifikasi struktur sel tersebut.
apakah mungkin ?
Lalu frekwensi yang dipilih hanyalah dengan niat, (begitu kenyataan empirisnya),
Maka apakah zat-zat real seperti sel otak bisa dipengaruhi hanya dengan niat ?
Maka dalam hal ini Otak yang saya uraikan diatas, bukanlah hanya otak secara kasar, tetapi menyangkut sisi imaginer dari Otak yaitu Chakra Mahkota.
Inilah sebetulnya yang disebut Meditasi, yaitu suatu aktifitas untuk meresonansikan Otak + Chakra Mahkota agar menjadi sensitif dalam menerima frekwensi tertentu. Sehingga Pikiran sebagai substansi yang ‘sadar’ bisa mengenali sesuatu yang disebut ‘pencerahan’

Meditasi NAQS
Pelatihan dalam bentuk Meditasi NAQS adalah sebuah jalan yang ditawarkan oleh NAQS Methode atas pengendalian pikiran dan kesadaran. Untuk memperoleh ketenangan bathin dan Fikiran serta sebagai sarana untuk pendekatan diri kepada Tuhan dan melakukan penyempurnaan jiwa dengan menyelaraskan atau meresonansikan vibrasi energi pribadinya dengan vibrasi Frekwensi Energi Ilahiah NAQS (Nuurun ‘ala nuurin) sehingga terjadilah sebuah proses Evolusi yang Holistik yang meliputi Body, Mind, & Spirit (Jasmani, Jiwa, & Ruh).
Karena meditasi NAQS menggunakan tekhnik resonansi dengan energi Kultivasi NAQS, maka hasilnya tentu tidak sama dengan tekhnik meditasi yang lain. Tahapan-tahapan yang ditempuhnyapun berbeda. Oleh karena itu belajar NAQS Methode tanpa memahami intisari pelajaran ini, maka si pelajar tidak akan memperoleh suatu hasil yang maksimal. Yang perlu di ingat adalah NAQS adalah sebuah sistem, anda tidak akan memperoleh manfaat yang banyak bila anda setengah-setengah dalam mengikutinya.
Jika dikelompokkan, meditasi NAQS dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu
Meditasi Konsentrasi dan Meditasi Kesadaran.
Meditasi konsentrasi adalah suatu cara mengarahkan pikiran agar berkonsentrasi hanya pada suatu objek tunggal. Sedangkan
meditasi kesadaran adalah meditasi yang selalu sadar untuk menyadari apa yang sedang dilakukan pikiran, namun tidak berkonsentrasi pada suatu objek yang sedang dipikirkan.
Meditasi Kultivasi Jiwa dan Meditasi Kultivasi Ruh dalam NAQS Methode termasuk kategori meditasi konsentrasi. Sedangkan
Meditasi LI (Liqo’illah) dan Meditasi EW (Eling lan Waspodo) dalam NAQS Methode bisa dikategorikan sebagai meditasi kesadaran.
Penelitian ilmuwan menunjukkan bahwa seseorang yang sedang meditasi berada dalam gelombang alfa. Artinya bahwa seseorang yang sering melatih meditasinya, akan mudah menenangkan dirinya ketika ada respon yang akan membuatnya cemas atau gelisah. Pada beberapa meditator juga ditemukan gelombang theta yang biasanya terukur hanya pada saat awal-awal tidur sebelum otak menuju gelombang delta yang sangat tenang yang muncul ketika tidur nyenyak. Jadi bisa dikatakan bahwa semakin dalam seseorang bermeditasi, gelombang yang terukur di otaknya akan semakin rendah atau menuju keadaan istirahat (seperti dalam tidur), walau sadar sepenuhnya.
Meditasi yang dikembangkan dalam Ilmu NAQS ada kemiripan dengan metode meditasi yang dikenal orang pada umumnya. Hanya saja meditasi NAQS tidak mengharuskan para praktisi untuk melakukan suatu sikap tubuh tertentu. Meditasi NAQS bisa dilakukan sambil duduk bersila di atas lantai, atau duduk bersandar di kursi, sambil tiduran, dll.
JENIS MEDITASI NAQS :
1. MEDITASI KULTIVASI JIWA
2. MEDITASI KULTTIVASI RUH
3. MEDITASI LI
4. MEDITASI EW
5. MEDITASI NAFAS
Bagaimana saya menyiapkan diri untuk meditasi harian saya ?
Cara menyiapkan diri untuk meditasi diberikan seperti di bawah ini :
1. Sikat gigi dan cuci muka.
2. Mandi suci (disarankan bahwa kamu mulai meditasi sepagi mungkin tanpa menghabiskan waktu pada aktivitas-aktivitas rutin seperti minum teh, baca koran, olahraga dan sebagainya).
3. Pakai pakaian yang longgar dan enak dipakai.
4. Tentukan satu waktu dan tempat khusus untuk meditasi setiap hari.
5. Beritahu anggota keluarga yang lain untuk tidak mengganggumu selama meditasi.
6. Mulailah dengan meditasi selama 30 menit. Tambah waktunya setelah kamu merasa cocok dan lakukan itu menjadi satu jam. Kalau kamu membuka mata sebelum waktunya, kamu dapat menutup matamu lagi dan meneruskan meditasi.
7. Duduk yang enak, santai tetapi punggung dan kepala tetap tegak. Kamu bisa duduk di lantai, di bangku, dengan punggung (bukan kepala) bersandar pada tembok. Kalau kepalamu tertunduk setelah kamu mulai meditasi (disebabkan karena kehilangan kesadaran), kamu tidak perlu khawatir tentang itu. Tiduran tidak diijinkan karena terlalu mengasyikkan sehingga dapat membuat kamu tidur.
8. Harap dimengerti bahwa meditasi atas Tuhan yang ada di dalam hatimu adalah pemujaan oleh karenanya mulai dengan doa dalam batin
((ILAHI ANTA MAQSUDI WARIDLOKA MATHLUBI)
untuk meninggikan spiritual dengan hati penuh cinta dan pengabdian.
Pada umumnya di menit-menit pertama tafakkur, anda belum bisa mencapai keheningan yang cukup dalam.

Banyak lintasan-lintasan hati dan fikiran yang mengganggu konsentrasi anda. Terutama mengenai masalah sehari-hari dan masalah-masalah yang sangat mengganggu kehidupan anda. Serta memory-memory masa lalu yang terpendam akan muncul semua. Hal itu adalah wajar, jangan risaukan hal itu. Lanjutkan saja meditasi anda. Sehingga semua gangguan itu hilang dan anda dapat memasuki keheningan dan ketenangan yang cukup dalam. Berdiamlah dalam keheningan itu sampai anda merasa cukup untuk mengakhiri meditasi anda.
Dan disinilah rahasia dari meditasi anda yang dapat memecahkan segala masalah yang menimpa anda.
Yaitu di saat ingatan akan semua masalah dan kenangan itu muncul ke permukaan kesadaran anda di alam meditasi. Biarkan saja itu semua muncul, karena gelombang fikiran dan masalah yang mengganggu anda itu nantinya akan di perbaiki dan di sucikan oleh energy Nur Sirrullah. Sehingga aura gelap yang selama ini menyelimuti diri anda akan tersucikan. Sehingga hati dan fikiran anda yang selama ini terasa buntu dan suntuk akan menjadi jernih dan tenang.
Dan anda akan merasakan kesegaran yang luar biasa ketika selesai bermeditasi.
Apa yang harus saya lakukan jika pikiran-pikiran saya mengganggu selama meditasi ?
Kamu harus menganggapnya seperti pikiran tersebut adalah pikiran orang lain. Jadi ciptakan jarak antara dirimu dengan pikiran yang muncul.
Master menasehati kita untuk memperlakukannya sebagai tamu yang tidak diundang – mereka akan pergi kalau kamu tidak memberikan perhatian pada pikiran tersebut. Kalau kamu mendapatkan dirimu terlalu terlibat dengan pikiran tersebut, kamu disarankan untuk perlahan-lahan melepaskan pikiran tersebut dan membawanya kembali ke suasana awal (UCAPKAN DOA : ILAHI ANTA MAQSUDI WARIDLOKA MATHLUBI).
Bagaimanapun ini hanyalah persoalan yang sementara. Dengan meditasi setiap hari secara teratur dan sitting secara periodik dengan Preceptor, kamu akan menemukan bahwa pikiran tersebut kehilangan bebannya dan berhenti untuk mengganggu perasaan yang menginginkan ketenangan dan kesentosaan di dalam hatimu.
Jika engkau belum mempunyai ilmu,
hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.
Begitulah caranya!
Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepadaNya!
Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
karena Tuhan, dengan rahmatNya
akan tetap menerima mata wang palsumu!
Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.
Begitulah caranya!
Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayuhlah datang, dan datanglah lagi!
Karena Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu, karena Akulah jalan itu.”

~ Jalaluddin Rumi ~

MEDITASI 2

Perhatikan Firman Allah subhanahuwata’ala :
Bukankah aku Tuhanmu. Para Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 :172 ). Semua ruh sudah berserah diri, semua ruh sudah muslim yang artinya berserah diri. Bila kita mau jujur, sesungguhnya semua umat manusia di dunia sudah muslim. Allah subhnahuwata’ala telah menciptakan umat manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling bersilaturahmi dan berlomba-lomba berbuat kebaikan. Siapapun yang memutuskan tali silaturahmi, dia akan mendapatkan kehinaan dimanapun dia berada (Ali Imran 3 : 112). Perhatikan Surat Al Maidah 5 : 48 : Allah subhanahuwata’ala telah menciptakan bermacam-macam umat serta tata cara penyembahan kepada Tuhan yang sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing umat. Surat Al Baqarah 2 : 62 : Bagi mereka yang beriman kepada Allah subhnahuwata’ala , kepada hari kiamat dan berbuat kebaikan, baik penganut Yahudi, Nasrani maupun Shabin, mereka juga akan mendapat pahala dari Tuhannya. Allah subhanahuwata’ala tidak membeda-bedakan umat manusia, karena kita semua adalah ciptaanNya… Perhatikan Surat Al Hijr 15 : 29 : Apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya, Aku tiupkan Ruh-Ku kepadanya. Berarti di dalam setiap umat manusia bahkan di semua ciptaanNya ada Ruh Tuhan, ada Essensi Dzat Illahiah. Perhatikan juga Surat Fushshilat 41 : 53-54 dan Surat Adz Dzaariyaat 51 : 21 : Tanda-tanda Ku di segenap penjuru dan di dalam diri mereka, di dalam dirimu dan di dalam diri kita semua ada tanda-tanda Allah subhnahu wata’ala , ada essensi Ilahiah, apakah engkau tidak memperhatikan. Di air hujan, di air comberan, di air laut, di dalam lumpur, bahkan di dalam debu sekalipun ada Aku, ada tanda-tanda Ku, ada rahasia-Ku. Apakah engkau tidak memperhatikan, apakah engkau tidak mengetahui, apakah engkau tidak berfikir … Padahal kita telah diberi akal …
Setiap Ruh yang masuk ke dalam tubuh manusia membawa amanah ( Al Ahzab 33 : 72 ). Tidak disebutkan amanah itu apa. Mungkin amanah itu adalah tugas Ruh hidup di dunia sebagai apa. Apakah sebagai khalifah ataukah sebagai penjahat ataukah amanah itu adalah agama ??? Bila memang agama, tidak dikatakan agamanya apa. A artinya tidak dan Gama artinya kacau, jadi agama artinya tidak kacau. Tidak kacau artinya damai. Islam artinya damai. Semua Ruh yang dilahirkan ke dunia, apakah dia negro, bule, kuning, coklat, mata belo, mata sipit, tanpa kecuali, mereka semua adalah Umat Allah subhnahuwata’ala , semuanya membawa amanah Allah subhnahuwata’ala , semua umat membawa amanah agar damai, semua umat membawa amanah agar tidak membuat kekacauan di muka bumi ini.
Perhatikan Surat Al Anbiya 21 : 92 : Sesungguhnya agama kamu itu satu saja, dan Aku adalah Tuhan-mu, oleh karena itu sembahlah Aku.
Apakah agama yang satu itu ??? Yaitu agama yang mengajarkan tentang fitrah. Agama yang mengajarkan tentang keimanan, ketakwaan, kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Allah… Berserah diri adalah muslim… Itulah Islam. Kita semua sudah muslim sejak di alam arwah. Jadi kita tidak perlu ribut-ribut bertengkar mengenai masalah agama, karena semua agama mengajarkan tentang fitrah dan fitrah itu sudah terprogram di dalam hati nurani semua umat manusia. Kata Al Qur’an : Fitrah itu tidak pernah berubah ( Ar-Rum 30 : 30 ). Oleh karena itu, semua umat manusia sama di mata Allah subhnahuwata’ala . Allah subhnahuwata’ala tidak melihat wajah dan harta kita. Allah subhnahuwata’ala hanya melihat hati kita. Keimanan dan ketakwaanlah yang membedakan kita di mata Allah subhnahuwata’ala apapun agamanya. Kita perhatikan Surat Al Maidah 5 : 3 : Dan telah Aku ridhoi Islam (fitrah,damai) menjadi agamamu.

Dalam keadaan bathin yang meditatif ada perasaan tenang dan tentram, damai dan bahagia. Terjadi ekstase, karena di dalam otak kita terjadi proses pengeluaran hormon Endomorpin dan Melatonin yang mempunyai efek ekstase. Tidak ada lagi rasa dendam yang membara di dalam dada, tidak ada lagi rasa benci di dalam hati, karena apapun yang kita benci di dalamnya ada tanda-tanda Allah subhnahuwata’ala , ada rahasia Allah subhnahuwata’ala , ada Essensi Dzat Ilahiah … Pada tahap ini kita masuk ke dalam dimensi lain di luar jangkauan nalar, di luar jangkauan ruang dan waktu. Situasi dan kondisi seperti itulah yang disebut samadi, menurut Al Ghazali adalah tahap fana, dimana kita merasa lebur dan larut, selanjutnya adalah kasyaf, terbukanya tabir.
Dari apa yang di ajarkan Nabi Muhammad shallllahualaihi wassalam serta generasi penerusnya para sufi Al Hallaj, Jalaluddin Rumi dan Al Ghazali maupun bagi yang bukan umat Islam Khrisnamurti, Charan Singh dan Ching Hay, tampak adanya persamaan dalam rangka upaya untuk mencapai pencerahan atau makripat kepada Dzat, yaitu melalui dzikir-meditasi. Bagi umat Islam kesempurnaan keberagamaan bila telah mencapai iman, islam dan ikhsan.

Iman dipelajari melalui ilmu ushuluddin, islam dipelajari melalui ilmu fikih dan ikhsan hanya bisa dicapai melalui tasawuf.

Jadi selain sholat lima waktu, bagi umat islam yang ingin mencapai kesempurnaan, untuk mencapai pencerahan, mau tidak mau kita harus melakukan latihan dzikir – meditasi untuk melihat Cahaya Ilahi serta mendengarkan Shabda Ilahi agar bisa mencapai fana dan kasyaf, agar bisa mencapai pencerahan dan makripat kepada Dzat, agar kita menjadi insan kamil, yaitu manusia yang paling mulia di sisi Allah subhnahuwata’ala .

Apakah dan bagaimanakah pencerahan itu ???

Menurut Al Ghazali adalah penyaksian (musyahadah) secara langsung. Pencerahan adalah kasyaf, terbukanya tabir, berhadap-hadapan antara Ruh yang berasal dari Cahaya Allah subhnahuwata’ala dengan Cahaya Allah subhnahuwata’ala . Melalui cahaya ini orang-orang arif melakukan pendakian, mi’raj. Cahaya Allah subhnahuwata’ala akan senantiasa menyejukkan bathin kita. Cahaya itu akan membimbing serta memberikan petunjuk kepada kita untuk mendaki, naik ke tingkat demi tingkat berikutnya sampai kita mendapatkan harta yang luar biasa, mutiara yang tidak ada bandingnya di dalam bathin kita.
Perhatikan Firman Allah subhnahuwata’ala :
1. Surat Al Balad ayat 10-12 :
Dan kami tunjukkan kepadanya dua jalan, akan tetapi dia tidak mau menempuh jalan yang mendaki. Tahukah kamu jalan yang mendaki itu.
2. Surat Al Insiqaaq ayat 19 :
Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat.
3. Surat An Nuur ayat 35 :
Cahaya diatas Cahaya, Tuhan akan membimbing dengan Cahaya-Nya kepada yang Dia kehendaki.

Selanjutnya berpulang kepada diri kita masing-masing, apakah ingin naik tingkat atau tidak. Apakah kita ingin menyempurnakan keberagamaan kita ??? Bila ingin, ya kita harus mengikuti jejak Rasulullah shalllahualaihi wassalam sewaktu di gua Hira atau mengikuti jejak para Sufi untuk mempelajari tasawuf. Di dunia ini, jarang sekali orang yang mau mempelajari tasawuf, tidak ada paksaan dalam ajaran Islam. Seharusnya tasawuf di ajarkan sejak dini…agar perilaku para remaja terkendali…

Untuk mempelajari tasawuf apakah perlu dibai’at oleh seorang guru…??? Apakah Rasulullah shallllahualaihi wassalam pernah dibai’at oleh seorang guru…??? Apakah Rasulullah shallllahualaihi wassalam memiliki Guru Mursid…??? Tidak ada seorangpun manusia yang pernah menjadi guru Rasulullah shallllahualaihi wassalam . Karena hati beliau bersih, bahkan dada beliau pernah dibelah kemudian hati beliau dicuci bersih oleh Malaikat Jibril, maka beliau bisa mendapat petunjuk langsung dari Allah subhnahuwata’ala . Beliau tidak pernah dibai’at oleh siapapun. Allah-lah Maha Guru Sejati Rasulullah shallallahulaihi wasssalam yang telah membai’at Rasulullah shallllahualaihi wassalam . Allah subhnahuwata’ala telah membai’at kita semua ketika masih di alam arwah. Allah subhnahu wata’ala berfirman : Bukankah Aku Tuhan-mu. Para Ruh menjawab : Benar kami bersaksi ( Al A’raf 7 :172 )…!!!
Kata Rasulullah shalllahulaihiwassslam kita harus berpegang pada Al Qur’an dan Sunnah…
Apakah kita masih belum percaya kepada Rasulullah shallllahualaihi wassalam , sehingga kita harus berpegang pada guru mursid???
Allah subhnahuwata’ala pun berfirman :
Katakanlah : jika kamu mencintai Allah ikutilah aku ( Muhammad ), niscaya Allah subhnahuwata’ala mencintaimu dan juga mengampuni dosa-dosa kamu, dan Allah subhnahuwata’ala Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( ALI IMRAN 3 : 31 )

Sabda Rosulullah shalllahulaihiwassalam :
Apabila khalifah tidak ada, maka menghindarlah, dan tidak ada kewajiban bai’at bagi kaum muslimin… tinggalkan semua golongan yang ada…
Mintalah fatwa pada hatimu sendiri setelah orang lain memberimu fatwa …

Berarti bukan membuat dewan imamah palsu seperti halnya Islam Jamaah atau berupa bai’at-bai’at tarekat-tasawuf pada masa kini, itu semua tanpa dasar baik dari Kitabullah maupun dari Sunnah Rasulullah…
Apakah kita masih ingin dibai’at oleh seorang guru yang disebut guru mursid…??? Apakah pegangan kita harus beralih kepada guru mursid …??? Pada umumnya setelah kita dibai’at oleh seorang guru yang menamakan dirinya guru mursid… kita harus selalu patuh kepadanya… Akibatnya muncul iman taklid dan panatisme yang berlebihan kepada guru tersebut… Kemudian beranggapan bahwa seolah-olah hanya ajaran gurunya saja yang paling benar… Pola pikir menjadi terpasung… Tidak berkembang. Apa yang diperintahkan guru segera dikerjakan tanpa dicerna lagi… Para murid yang dibai’at lupa bahwa guru mursid juga manusia biasa yang darahnya masih merah, masih mempunyai hawa nafsu… Imam Al Ghazali tidak menghendaki kita taklid dan dogmatis…
Karena beliau adalah orang yang sangat kritis. Beliau dikenal sebagai Hujatul Islam melalui bukunya : IHYA ULUMUDDIN. Lalu apakah Al Ghazali membai’at murid-muridnya…??? Bagaimana bila kita tidak pernah berjumpa dengan guru mursid…??? Kini abad IPTEK. Bukalah internet untuk menambah wawasan tentang tasawuf. Kita tidak usah takut untuk berlatih dzikir – meditasi sendiri agar kita bisa mencapai tingkatan ikhsan…!!! Ingat Guru Sejati ada di dalam diri…!!!! Dia adalah Allah subhnahuwata’ala yang telah membai’at kita ketika masih di alam arwah dan Allah-lah yang akan membimbing perjalanan Ruh kita dengan Cahayanya menuju CahayaNya, bukan manusia…!!!
Ingat : laa ilaaha illallaah adalah benteng Ku, barang siapa yang memasukinya, maka dia berada dalam perlindungan-Ku ( Hadits Qudsi )

Islam itu dinamis tidak taklid dan tidak dogmatis :
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang MahaPemurah, yang mengajarkan manusia melalui kalam. Dia mengajarkan manusia apa-apa yang tidak diketahuinya ( Al Allaq 96 : 1-5 )
Bertakwalah kalian kepada Allah dan Allah akan mengajari kalian …
( Al Baqarah 2 : 282 )… Allah Guru Sejati…
Allah akan membimbing dengan Cahaya-nya kepada Cahaya-Nya bagi yang dikehendaki-Nya ( An Nuur 24 : 35 )… Allah Guru Sejati…

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal ( Ali Imran 3 : 190 )
Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya ( Yunus 10 : 100 )
Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui ( An Nahl 16 : 89 )
Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha melakukan perubahan ( Ar Rad 12 : 11 )

Ilmu Allah subhnahuwata’ala sangatlah luas, seperti samudera tanpa batas, tak mungkin kita bisa mempelajari semuanya. Kadang-kadang semakin banyak apa yang kita pelajari, ego kita menjadi semakin tinggi, sehingga kita menjadi semakin menjauh dari Tuhan… Oleh karena itu bukan seberapa banyak apa yang harus kita pelajari, namun seberapa dekat kita kepada Tuhan. Selama ini ego kita yang ngoceh terus memohon kepada Tuhan, tanpa sedikitpun memberi kesempatan untuk mendengarkan Shabda Tuhan, apa kehendakNya untuk kita. Kita harus yakin bahwa Tuhan akan memberikan apa yang terbaik untuk kita di dunia ini.
Oleh karena itu alangkah dungunya kita, kalau kita hanya merengek-rengek terus minta duniawi tanpa mau mendengarkan Shabda Tuhan. Shabda Tuhan adalah hening …. dalam hening … Dia datang … menampakkan CahayaNya, serta dengan lembut Dia menyapa hambanya. Dalam hening dengarkan Shabdanya melalui telinga bathin … Justru inilah harta yang amat sangat berharga bagi kita, bukan harta duniawi, namun perjumpaan denganNYA.
Kata Rasulullah shalllahualaihi wassalam , pembersih hati adalah Dzikir dan jalan terdekat menuju kepada Allah subhnahuwata’ala adalah dzikir. Bila hati bersih pintu hati akan terbuka lebar, jalan menuju Allah subhnahuwata’ala bebas hambatan. Oleh karena itu mulai sekarang kita harus belajar berdzikir secara bertahap. Sebaiknya dilakukan setelah selesai sholat apa saja agar suasana sakral, suasana religiusnya terbina tahap demi tahap.
Putarkan kaset musik lembut sebagai pembatas waktu serta wangi-wangian atau dupa wangi untuk membantu menentramkan suasana hati kita yang sedang kalut.
Duduklah dengan santai di atas kursi atau duduk bersila di atas lantai dengan alas yang empuk. Duduk setegak mungkin tapi harus santai, jangan dipaksakan. Usahakan agar posisi kepala, tulang punggung sampai tulang ekor berada dalam satu garis lurus. Kedua telapak tangan berada di atas paha.
Santai,senyum dan pasrah sebagai langkah awal dari relaksasi.
Agar perhatian kita tidak bercabang-cabang, maka mata harus dipejamkan. Niatkan dalam hati untuk memusatkan perhatian ke satu titik di kening di antara kedua alis mata atau membayangkan lafad Allah subhnahuwata’ala , atau bayangkan wajah ibu kita, atau bayangkan wajah kita sendiri, hanya niat saja, tanpa harus memaksakan diri. Semakin dipaksa kerja otak akan semakin giat. Biarkan seperti air mengalir. Biarkan apa adanya. Setiap pikiran yang berkelebat jangan dianalisa, namun harus kita sadari agar kita segera kembali ke titik semula. Lambat laun pun akan terjadi relaksasi secara alami. Santai, senyum dan pasrahkan semuanya kepada Allah …
Ujung lidah dilipat ke atas menyentuh langit-langit yang artinya dengan ujung lidah kita mengukir asma Allah pada langit-langit. Bila suatu saat nanti kita sudah tidak sanggup lagi untuk mengucapkan Asma Allah, maka cukup dengan menempelkan ujung lidah pada ukiran tersebut, berarti kita eling, ingat kepada Allah subhnahuwata’ala , maka kita mati dalam keadaan muslim…

Bacalah buku RAIHLAH HAKIKAT, JANGAN ABAIKAN SYARIAT terjemahan Wahyuddin dari Syeikh Abdul Qadir Jaelani : Adab as-Suluk wa at-Tawashshul ila Manazil al Muluk., di halaman terakhir…!!! Diceriterakan bahwa pada saat menjelang maut, ujung lidah Syeikh Abdul Qadir Jaelani dilipat ke atas menyentuh langit-langit mengucapkan Allah… Allah … kemudian beliau wafat… sebagai muslim…

Ujung lidah tersebut akan memberikan rangsangan ke langit-langit diteruskan ke otak, ke kelenjar hypofisis, hypothalamus, thalamus dan kelenjar pineal. Hypofisis akan mengeluarkan hormon pertumbuhan untuk regenerasi sel-sel tubuh kita, daya kekebalan tubuh kita meningkat, dan sel anti kanker meningkat, sehingga tubuh kita menjadi sehat. Selain itu otak pun akan mengeluarkan hormon Endomorpin dan Melatonin yang akan mencapai kadar optimalnya pada saat puncak dzikir-meditasi, sehingga terjadi ekstase, otot-ototnya rileks, hatinya tenang dan tentram…
Bila otaknya direkam maka akan muncul gelombang Alpa kemudian pada puncak meditasi muncul gelombang Theta, dengan frekwensi 4 – 7 Hz.
Karena pengaruh Endomorpin pembuluh darah melebar, sirkulasi darah ke otak lancar, nutrisi dan oksigenisasi ke otak meningkat, sehingga sel otak yang aktif pun meningkat. Secara alami kita menjadi manusia yang cerdas lahir dan bathin. Kecerdasan Emosional dan kecerdasan Spiritualnya meningkat… Ini luar biasa.

Pada saat menahan nafas, penyerapan oksigen menjadi optimal, sehingga proses metabolisme di dalam tubuh meningkat, terjadilah reaksi kimia berantai di dalam tubuh sehingga aktifitas elektron meningkat yang akan menimbulkan gelombang elektromagnetik disekeliling tubuh kita. Bila saat meditasi gelombang elektromagnet ini direkam dengan alat photo Kirlian yang sudah dimodifikasi maka akan terekam cahaya aura, diawali cahaya merah, kuning, hijau, biru, ungu dan pada saat puncak meditasi akan muncul cahaya putih di sekeliling tubuh kita… Kata Jalaluddin Rumi, apapun agamanya hasil akhir dari keimanan sama…

Continue reading...

EVOLUSI JIWA

Sun, Nov 9, 2014

Comments Off

EVOLUSI JIWA

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Mungkin sudah ratusan buku tasawuf membicarakan tentang evolusi jiwa, dan memang inilah yang menjadi pokok pembicaraan para syaikh sufi. Mereka melihat dan merasakan perubahan-perubahan jiwa dalam perjalanan ‘menuju’ Allah Subhanahuwata’ala bahkan mereka berhenti sejenak (wuquf) pada setiap pemberhentian itu (stasiun) meneliti dan menulisnya atau berbagi pengalaman ruhaninya kepada murid-muridnya, khususnya cara-cara atau kaifiat untuk mencapainya. Agar diketahui ciri-ciri, sifat dan rasa yang hakiki, supaya para murid dapat memahami dan bilamana disuatu kelak mengalaminya, maka ia dapat dengan tepat mengetahui kebenarannya. Mereka menyebutnya ilmu tahapan, atau ilmu maqom-maqom.

Pada umumnya untuk mencapai maqom-maqom itu, mereka melakukan praktik wirid, dzikir, tafakur, muroqobah, muhasabah, sedangkan ibadah yang wajib tidak dibahas disini, karena bersifat umum bagi setiap orang yang mengaku beriman, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji.
Meskipun pada tahapan tertentu, maqom menjadi hijab, karena setiap maqom berkaitan dengan upayanya dalam melakukan riyadhah dan mujahadah, sedangkan keberserahan setelah keberupayaan, fana dari upayanya, atau fana dari dirinya dan baqo bersama Tuhanya menjadi akhir perjalanan.

Setiap kelompok syaikh sufi mempunyai kaifiat yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama, oleh sebab itu, munculah kelompok-kelompok yang mengatasnamakan pembimbing ruhani, diantaranya tarekat Qodiriyah, Naqsyabandiyah, Chistiyah, Sanusiyah, Samaniyah, Tijaniyah, Sadziliyah dan masih banyak lagi.

Seperti praktik dzikir, ada kelompok tarekat yang melakukannya secara berbunyi dan menggunakan gerakan-gerakan serta hitungan tertentu, ada pula kelompok lain yang praktik dzikirnya diam dan tidak bergerak, demikian pula tentang praktik muroqobah, ada yang duduk seperti tahiyatul akhir dan ada yang duduk sebaliknya, ada yang mencapai tingkatan dua puluh dan ada pula yang hanya empat. Nah, praktik-praktik itu hanyalah sebuah sarana bukan tujuan, dan merupakah ciri khas dari kelompok sebuah tarekat.
Akan tetapi menjadi wajib hukumnya untuk taat dan mengikuti secara tepat kaifiatnya bagi orang-orang yang menganutnya.

Tentunya praktik-praktik itu dicontohkan oleh para masyaikh terdahulu yang berpedoman kepada Abu Bakar as Siddiq,ra., dan Sayyidina Ali bin Abu Thalib,ra., yang menerimanya langsung dari Rasulullah,shallllahualaihi wassalam , yang bersifat khusus.

Pengajian secara informal bersama seorang mursyid merupakan hal yang langka di era yang serba materialistk ini. Keajaiban-keajaiban (karomah, bagi para waliyullah) atau maunah (bagi para mukmin) sering terlihat dan terasa, walaupun murid-murid yang awam beranggapan bahwa karomah atau maunah itu mestilah dapat dilihat oleh panca indera, sebagaimana mu’jizat para nabi.

Pendapat ini salah, karena karomah berbeda dengan mu’jizat, yang pertama datang dan pergi atas kehendak Tuhan, dan diperuntukkan hanya untuk wali-Nya saja, dan bukan konsumsi orang lain, sehingga bentuk karomahnya bisa bersifat lahir dan batin, dan Allah subhnahuwata’ala berkehendak untuk dapat disaksikan dan dirasakan oleh murid-murid tertentu saja. Sedangkan yang kedua, datang karena doa seorang nabi dan memang tujuannya untuk diperlihatkan kepada orang lain guna mengukuhkan keimanannya.

Dalam kesempatan itu, seorang salik dapat bertanya secara langsung tentang keadaan dirinya atau kesulitan-kesulitan didalam perjalanan spiritualnya. Karena, pada umunya pengajian tarekat yang diadakan secara formal, belangsung secara monologis, tidak ada kesempatan bagi seorang salik mengajukan pertanyaan. Meskipun, tanpa pertanyaan pun, seorang mursyid dapat memahami warna jiwa dari murid-muridnya yang hadir. Sehingga ujaran-ujarannya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan bisu murid-muridnya itu. Hal ini merupakan salah satu ciri yang wajib yang ada pada pembimbing ruhani, sebagaimana ucapan Imam Junayd,ra., :
‘Seorang pembimbing ruhani pasti mengetahui semua yang terjadi pada salah seorang muridnya.’
Diriwayatkan bahwa, terpikir oleh Khayr Nassaj bahwa Imam Junayd,ra., sedang menunggu didepan pintunya, dan ia ingin mengusir pikiran itu, karena dalam tradisi tarekat, nyaris mustahil seorang mursyid berkunjung kerumah muridnya. Pikiran yang sama terulang dua dan tiga kali, sehingga ia pergi keluar dan mendapati Imam Junayd,ra., yang mengatakan :
‘Jika engkau mengikuti apa yang terlintas dalam benakmu, tidak perlu bagiku berdiri berlama-lama disini.’
Begitu pula tatkala beberapa orang murid sedang ngariung bersama Syaikhuna (semoga Allah merahmatinya), tiba-tiba beliau memekik :
‘Ruh saudara kita, H Memed, yang sedang sakit berkunjung kesini, sebuah isyarat ia akan segera berpulang keharibaan-Nya.’
Segera murid-murid yang mendengar itu begegas berziarah dan mendapati keadaanya yang sudah payah. Tiga hari setelah kejadian ini, H Memed menghembuskan nafasnya yang terakhir (semoga Allah subhnahuwata’ala mensucikan, mengampuni semua dosanya dan menyayanginya).

Disebut buah kelapa, bilamana ia terdiri dari kulit, batok, buah dan air. Tidak tepat, jika kulit dan batok kelapanya saja disebut kelapa, meskipun keduanya adalah bagian darinya. Demikian juga sosok manusia, ia akan disebut manusia manakala lengkap terdiri dari materi yang lahir dan materi yang batin. Materi yang lahir berupa badan, Syaikh (semoga Allah subhnahuwata’ala merahmatinya) menyebutnya cangkang, sedangkan materi yang batin terdiri dari hati, ruh dan jiwa. Ruh mempunyai penasihat bernama akal dan jiwa mempunyai panglima bernama syahwat. Para syaikh sufi sepakat bahwa hati (qolbu) adalah tempat (lokus) ruh dan jiwa. Kata ‘tempat’ atau ‘lokus’ untuk materi-materi yang halus menjadi pokok perbedaan pendapat, khususnya yang berkenaan dengan letak hati (qolbu) pada sosok manusia. Memang, sejak dahulu kala orang-orang kafir Quraysy sudah bertanya kepada Rasulullah,shalllahualaihi wasssalam ., tentang sifat dan hakikat ruh, Allah Subhnahuwat’’ala berfirman : ‘Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu Termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (QS 017 : 85) Rasulullah,shallllahualaihi wassalam , bersabda : ‘Ruh-ruh adalah tentara, mereka yang mengenal satu sama lain bersepakat dan mereka yang tidak mengenal satu sama lain berselisih.’ Ruh adalah substansi dan bukan atribut, karena , selama ia masih berkaitan dengan badan, Allah Subhnahuwata’ala terus menerus mencipta kehidupan baginya, dan kehidupan itu adalah atribut dan dengannya ia hidup. Ruh meliput atau ada yang mengatakan tersimpan dalam badan dan bisa dipisahkan darinya sewaktu ia masih hidup, seperti dalam keadaan tidur. Tapi bilamana ruh meninggalkan badan, akal-pikiran dan pengetahuan tidak lagi bisa ada dalam dirinya, karena itu Rasulullah,shallllahualaihi wassalam , mengatakan bahwa ruh-ruh para syahid berada dalam tembolok burung. Dengan demikian, ruh itu tentu substansi (dzat) atau materi yang halus, yang datang dan pergi menurut perintah Allah subhnahuwata’ala . Dan ruh itu bisa dilihat oleh mata hati dan bisa menempati tembolok burung atau bisa menjadi tentara yang bergerak kesana-kemari, sebagaimana hadis diatas.

Oleh karenanya disaat Mi’raj, Rasulullah,shalllahualaihiwassalam ., melihat di langit, nabiyullah Adam,as., Yusuf,as., Musa,as., Harun,as., Isa.,as., dan nabiyullah Ibrahim,as. Dan tidak heran bilamana Syaikhuna (semoga Allah subhanahuwata’ala merahmatinya) dapat merasakan dan mengenal kehadiran ruh murid-muridnya. Dan diriwayatkan bahwa Imam Uways al Qarani,ra., berkata kepada seseorang yang menziarahinya : ‘Assalamulaikum, wahai Harim bin Hayyan!’ Harim berseru : ‘Bagaimana engkau tahu bahwa aku adalah Harim?’ Imam Uways al Qarai,as., menjawab : ‘Ruhku telah mengenal ruhmu.’

Tarekat merupakan paguyuban, yang dipimpin oleh seorang mursyid sebagai pembimbing ruhani bagi para murid-muridnya. Didalamnya terdapat aturan-aturan yang sangat ketat, khususnya pelaksanaan cara-cara (kaifiat) melakukan peribadatan, hal ini merupakan pondasi yang kokoh, karena barang siapa salah menjalankan kaifiatnya, maka hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, dan mungkin saja berbahaya bagi perkembangan jiwanya. Seorang mursyid mempunyai metodologi khusus yang diterima turun temurun dari para masyaikh terdahulu, guna mengantar murid-muridnya untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhnahuwata’ala secara benar, cepat dan tepat. Metode, cara-cara atau kaifiatnya shahih dan telah terbukti mujarob, hampir semua metodenya tidak terlepas dari melakukan tindakan riyadhah dan mujahadah, atau dawamudz dzikri wa dawamun ubudiyah. Sehingga maqom-maqom diraih, kesucian demi kesucian tergapai, tahap demi tahap mencapai kedekatan dengan Tuhannya. Semua syaikh sufi sepakat bahwa tempat tambang makrifat adalah hati (qolbu). Oleh karenannya, hampir semua bentuk peribadatannya dipusatkan atau diarahkan kepada hati (qolbu) ini. Maka yang diperlukan bagi seorang salik, adalah patuh terhadap bimbingan mursyidnya, dan mengerti serta memahami mengapa ia ditakdirkan masuk dalam orang-orang yang bertarekat, orang-orang yang mensucikan dirinya, sebagaimana doa yang ia lantunkan dalam setiap kesempatan

“Yaa Allah subhnahuwata’ala , Engkaulah yang aku maksud, ridho-Mu yang aku harapkan, karuniakan kepadaku rasa cinta kepada-Mu dan sebenar-benar mengenal-Mu, Wahai Yang Maha Belas Kasih, Ilahii anta maqsudi waridhoka matlubi ‘atini mahabbataka wa ma’rifataka ya arhamar rohimiin.”

Yang selalu ditilik oleh Allah Subhnahuwata’ala pada diri manusia adalah materi yang batin, yakni hati (qolbu), bukan materi yang lahir, oleh karenanya ia menjadi pusat perhatian para syaikh sufi, dan menjadi wajib hukumnya untuk selalu mewaspadai terhadap pengaruh-pengaruh yang buruk. Jika hati (qolbi) diperumpamakan sebagai sebuah ruangan, maka penghuni dalam ruangan itu, bersama-sama antara ruh (cahaya) dan jiwa (kegelapan). Ruh dicipta di alam amr, dan mengenal Tuhan sebagai Tuhan harus dikenal, ia menyerap sifat-sifat Tuhan, oleh karenanya sangat tepat bila diperumpamakan cahaya, sedangkan jiwa tercipta manakala ruh telah menyatu dengan badan, dan karena berada di dunia ini, maka sifat-sifatnya dominan seperti sifat dunia, yakni kegelapan. Oleh sebab itu, hati bisa terkadang bercahaya dan terkadang gelap, tergantung pihak mana yang mempengaruhinya. Sekarang! ruangan itu berada didalam rumah (badan manusia), dan rumah ini dibuat dari empat unsur alam semesta, yakni tanah, air, api dan angin, yang secara keseluruhan bersifat kegelapan, persis seperti sifat jiwa. Karena sifat dan unsurnya sama, rumah dan jiwa menjadi menyatu dan sulit dipisahkan, laksana sepasang kekasih yang mabuk asmara. Sedangkan ruh menyatu dengan ruangan itu, karena asalnya memang bukan pada rumah itu, dan bukan pula di tempat dimana rumah itu berdiri, melainkan dari alam yang tinggi, alam kesucian, atau alam amr. Al hasil, ruangan menjadi gelap, ruh (cahaya) kalah dominan dibanding kegelapan. Lama kelaman jika tidak waspada, dan tidak memberi suplemen pada ruh (cahaya) maka ruangan seluruhnya menjadi gelap gulita. Jika sudah demikian, yang memancar dari rumah tadi adalah kegelapan, tak sedikitpun ada cahaya. Maka dari itu, manusia yang demikian tidak dapat melihat kebenaran-kebenaran dan segala sesuatu gerak gerik dan ucapannya hanyalah kepalsuan belaka.

Mursyid adalah pembimbing ruhani, karena ruangan pada rumahnya bercahaya, yang menjadikan rumahnya pun bercahaya. Oleh sebab itu, menjadi tepat jika ia membimbing murid-muridnya mengembalikan ruangan tadi menjadi bercahaya, walaupun sangat sulit namun bukan hal yang mustahil. Yang pertama dan wajib bagi seseorang adalah memperoleh taufik dan hidayah-Nya, lalu patuh dan taat menjalankan pekerjaan tarekat, atas bimbingan dari seorang mursyid. Praktik dzikir menjadi pekerjaan yang dominan, dengan selalu menyebut asma Allah sebagai pemberi cahaya langit dan bumi, maka ruh tadi akan semakin bercahaya, dan menggeser sedikit demi sedikit kegelapan pada ruangan, sebagaimana yang termaktub didalam al Qur’an : ‘Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) Hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.’ (QS 024 : 35) Lalu setelah ruangan itu bercahaya, pekerjaan selanjutnya adalah muroqobah atau meditasi untuk mempengaruhi hati (qolbu) agar selalu merasa kehadiran Tuhan (Hudur al-Haq), merasa diawasi dan bersama-sama dengan-Nya, serta merasa diliput oleh-Nya terus menerus sepanjang kehidupannya, dalam keadaan terjaga ataupun tertidur.

Tarekat Qodiriyah, melakukan ritual peribadatannya dikhususkan pada hati (qolbu) baik dzikir, tafakur (kontemplasi) atau muroqobah (meditasi).

Demikian pula tarekat Naqsyabandiyah, akan tetapi, tarekat ini mempunyai keyakinan bahwa didalam ruangan tadi masih tedapat ruangan-ruangan yang lain sebanyak tujuh ruangan. Atau dengan kata lain bahwa didalam hati (qolbu) masih terdapat materi-materi halus (lathifah) yang lain, dan hati (qalbu) sebagai ummul lathifah atau ibu dari pada lathifah. Kedua tarekat ini mempunyai metodologi yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama. Oleh sebab itu, Syaikh Ahmad Khatib as Sambasi (semoga Allah mensucikan ruhnya), menggabungkan ke dua tarekat ini menjadi tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah.
Syaikhuna (semoga Allah merahmatinya) sebagai pewaris mutiara ilmu kesufian dari tarekat ini mengatakan

bahwa letak hati (qolbu) sebagai tambang makrifat ini, berada pada dua jari dibawah susu sebelah kiri. Ditempat inilah terdapat harta karun yang tidak ternilai harganya dan dijaga sangat ketat oleh sifat binatang ternak dan buas, sifat rububiyah dan sifat syaithoniyah, serta didepan ‘pintu’ hati dijaga oleh para syaithon yang berusaha menyesatkan anak cucu Adam.

Nah, jika hati (qolbu) menjadi lokus dari pada dua entitas yang saling tarik menarik, ruh mengajak kearah kesucian dan kembali keasal muasalnya, yakni ‘dekat’ dengan Pencipta-Nya, dan jiwa mengajak kepada hal-hal yang kotor (buruk) agar terjerambab di alam dunia ini, agar manusia semakin tertabiri dari Tuhan, sesuai dengan keterkaitannya terhadap anasir, tanah, air, api dan angin. Oleh karenanya, jiwa dan badan menyatu dan lengket, sulit dipisahkan, dan selalu bertindak mengarah kepada kejahatan, melanggar hukum suci, syariat agama. Maka dari itu, orang-orang yang mencari Tuhan tidak akan pernah mengendorkan perjuangannya melawan jiwa rendahnya, sehingga dengan demikian mereka bisa menggunakan kekuatan ruh dan akal, yang menjadi rumah bagi rahasia Ilahi. Syaikhuna (semoga Allah merahmatinya) berkata : ‘Bahwa jiwa dapat dipengaruhi.’ Yakni, melalui bimbingan dari seorang mursyid dalam melaksanakan pekerjaan tarekat, maka tahap demi tahap jiwa akan terpengaruhi oleh sifat-sifat Tuhan dan sedikit demi sedikit akan selaras dengan anasir alam semesta ini.

Kelompok syaikh sufi, mempunyai terminologi dalam menyampaikan pengalaman ruhaninya. Setelah bersungguh-sungguh melakukan praktik-praktik riyadhah dan mujahdah sesuai dengan metodologi masing-masing, jiwa mengalami evolusi, bergerak sedikit demi sedkit, atau tahap demi tahap menggugurkan sifat buruk (majmumah) dan terbukanya sifat-sifat yang terpuji (mahmudah). Perubahan-perubahan pada jiwa (evolusi) ini ada yang menyebut maqom-maqom, yang dimulai dari maqom taubat, sabar, syukur, tawakal dan sampai pada maqom ridha. Ada pula yang menyebutnya dari nafsul imarah, nafsul lawwamah, nafsul mulhimah, nafsul muthmainah, nafsul mardiyah, nafusl radiyah dan yang tertinggi adalah nafsul kamilah. Meskipun cara penyampaiannya berbeda namun mempunyai arti yang sama, terserah mana yang akan digunakannya. Begitu pula letak daripada materi-materi yang halus pada manusia, berbeda tempat namun mempunyai tujuan yang sama pula. Semoga Allah Subhanahuwata’ala meridhoi ktia semua, aamiin yaa Allah yaa Rabbal Alamiin.

Continue reading...
Older Entries Newer Entries